Kemarin Berhasil Rebound, Bagaimana Langkah IHSG Hari Ini?

Rabu, 13 November 2019 | 08:17 WIB
Kemarin Berhasil Rebound, Bagaimana Langkah IHSG Hari Ini?
[ILUSTRASI. Karyawan berjalan di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (1/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari Jumat (1/11/2019) ditutup melemah 21 poin (0,34 persen) ke level 6.207. ANTARA FOTO/Riva]
Reporter: Akhmad Suryahadi, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 32,25 poin atau 0,52% ke 6.180,99 di akhir perdagangan Selasa (12/11).

Sebanyak 201 saham naik, 178 saham turun dan 152 saham tak bergerak. Lantas bagaimana dengan pergerakan IHSG hari ini?

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Marolop Alfred Nainggolan mengatakan, menguatnya IHSG tidak lepas dari masuknya investor domestik di tengah kaburnya dana asing dari pasar saham.

Mata uang rupiah yang menguat terhadap dollar AS juga menopang pergerakan indeks hari ini. “Selain itu, penguatan juga diakibatkan penurunan IHSG yang telah terjadi cukup dalam akibat faktor jual bersih asing,” ujar Alfred kepada Kontan.co.id, Selasa (12/11).

Untuk perdagangan Rabu (13/11), Alfred melihat asing masih akan cukup massif keluar dari pasar saham pada perdagangan sesi pertama. Namun, ia memperkirakan investor domestik akan masuk pada pertengahan hingga akhir sesi perdagangan.

“Masih akan ada tekanan aksi jual dari asing tetapi kemungkinan indeks ditutup menguat masih cukup besar,” imbuhnya.

Baca Juga: Bursa emerging market pulih dari keterpurukan jelang pidato Donald Trump

Presiden Direktur CSA Institute Aria Santoso memproyeksikan, IHSG akan diwarnai sentimen dari domestik maupun global. Dari sisi global, pergerakan IHSG akan dipengaruhi ketidakpastian perundingan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China.

Untuk diketahui, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini membantah akan menghapus seluruh tarif impor yang sudah berlaku. Padahal, pihak Beijing mengklaim Washington telah setuju ihwal penghapusan tarif tersebut.

Sementara dari domestik, data-data ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi yang masih di kisaran 5% serta current account deficit (CAD) yang membaik masih menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG.

Baca Juga: IHSG menguat 0,52% ke 6.180 di akhir perdagangan Selasa (12/11)

Aria memprediksikan IHSG akan menguat dalam jangka pendek di kisaran 6.200 – 6.220. Sementara Alfred memproyeksikan IHSG akan menguat di level 6.150 – 6.200.

Berikut adalah 10 saham yang memberikan dukungan terbesar bagi IHSG di sesi II berdasarkan data Bloomberg:

1. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 3,43% menjadi Rp 2.110. HMSP menyumbang 7,303 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 40,8 miliar.

2. PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 1,95% menjadi Rp 4.180. TLKM menyumbang 7,108 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 88,3 miliar.

Baca Juga: Bursa emerging market pulih dari keterpurukan jelang pidato Donald Trump

3. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 19,83% menjadi Rp 13.900. BYAN menyumbang 6,877 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 200 miliar.

4. PT Astra International Tbk (ASII)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 1,88% menjadi Rp 6.775. ASII menyumbang 4,535 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 29,6 miliar.

Baca Juga: IHSG menguat 0,52% ke 6.180 di akhir perdagangan Selasa (12/11)

5. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 1,61% menjadi Rp 9.450. TPIA menyumbang 2,399 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 4,6 miliar.

6. PT Smartfren Telecom Tbk (FREN)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 7,8% menjadi Rp 152. FREN menyumbang 2,125 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 177,1 miliar.

Baca Juga: Kisi Asset Management gunakan IDX Value 30 pada produk reksadana ETF perdana

Bursa Efek Indonesia

7. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 2,11% menjadi Rp 54.425. GGRM menyumbang 1,942 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai 1,5 miliar.

8. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 2,06% menjadi Rp 990. BRPT menyumbang 1,597 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 46,7 miliar.

Baca Juga: IHSG turun tipis 0,07% di akhir sesi I meski sempat menyentuh zona hijau

9. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 4,04% menjadi Rp 8.375. INKP menyumbang 1,595 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 14,4 miliar.

Baca Juga: IHSG tertekan, simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk Selasa (12/11)

10. PT United Tractors Tbk (UNTR)

Emiten ini mencatatkan kenaikan 2,04% menjadi Rp 23.800. UNTR menyumbang 1,589 poin terhadap indeks dengan volume transaksi mencapai Rp 3,9 miliar.

 

 

 

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:15 WIB

Ada Indeks Komoditas Saham Mulai Bernas

Mengawali pekan ini, mayoritas saham emiten di IDX Commodity 20 melaju. Saham komoditas Grup Bakrie dan Grup Barito menguat secara harian.

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG
| Selasa, 03 November 2026 | 09:05 WIB

Melepas Beban HSC dari Punggung IHSG

Pengecualian saham-saham HSC bisa mengembalikan dominasi saham blue chip di  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas
| Selasa, 03 November 2026 | 09:00 WIB

Prospek Dividen UNTR 2027 di Tengah Penurunan Laba dan Arus Kas

Prospek harga batubara, emas, permintaan alat berat, dan kinerja kontraktor pertambangan turut memengaruhi kemampuan UNTR menghasilkan kas.

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai
| Selasa, 03 November 2026 | 08:32 WIB

Saham BSDE Tertekan di Tengah Penurunan Laba tapi Target Marketing Sales bisa Dicapai

Investor yang mendekap saham BSDE tak mendapat insentif tambahan lantaran emiten Grup Sinarmas ini sudah lama absen membagikan dividen.

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda
| Selasa, 03 November 2026 | 08:05 WIB

WBSA Mengandalkan Integrasi Multimoda

PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) mengandalkan integrasi layanan multimoda dan penerapan hybrid asset model untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT
| Selasa, 03 November 2026 | 08:01 WIB

ARKO Gencar Menambah Portofolio EBT

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menargetkan produksi listrik pada 2027 tumbuh 49,4% dibandingkan proyeksi tahun ini.

Buah Ekspansi dan Diversifikasi Chandra Asri (TPIA)
| Selasa, 03 November 2026 | 07:55 WIB

Buah Ekspansi dan Diversifikasi Chandra Asri (TPIA)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) siap mengoperasikan pabrik CA-EDC di Cilegon pada semester II-2027

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas
| Selasa, 03 November 2026 | 07:21 WIB

Laba Bersih CMRY Tumbuh 7,2%, Cimory Hadapi Tantangan Pemulihan Profitabilitas

Kemampuan CMRY mempertahankan pertumbuhan volume penjualan sekaligus meningkatkan efisiensi akan menjadi penentu keberlanjutan kinerjanya.

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:10 WIB

INET Gapai Pertumbuhan Fantastis per September 2026, Bagaimana Prospeknya?

Afiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo dapat menjadi katalis positif dari sisi jaringan bisnis hingga dukungan pengembangan usaha.

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?
| Selasa, 03 November 2026 | 07:00 WIB

Saham Pembagi Dividen Kian Murah, Peluang atau Jebakan?

Potensi yield dividen yang tinggi memang menggiurkan. Tetapi, risiko likuiditas, penurunan harga, dan evaluasi saham HSC perlu dipertimbangkan.

INDEKS BERITA

Terpopuler