Kenaikan Pertamax Memicu Risiko Inflasi Berantai

Kamis, 11 Juni 2026 | 05:40 WIB
Kenaikan Pertamax Memicu Risiko Inflasi Berantai
[ILUSTRASI. Inflasi Mei 2026 di Jawa Barat (ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI)]
Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah berupaya meredam kekhawatiran pasar setelah PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga bahan bakar jenis Pertamax. Meski pemerintah menilai dampaknya terhadap inflasi akan terbatas, sejumlah ekonom mengingatkan, kenaikan harga Pertamax tetap berpotensi memicu tekanan harga dan menggerus daya beli masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai dampak kenaikan Pertamax terhadap inflasi tidak akan terlalu besar, karena BBM tersebut bukan bahan bakar utama yang digunakan sektor angkutan umum maupun distribusi barang. "Dampaknya relatif minim," ujarnya di Gedung DPR RI, Rabu (10/6).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Kredit UMKM Sulit Tumbuh Bila Bunga Kredit Naik
| Kamis, 11 Juni 2026 | 07:00 WIB

Kredit UMKM Sulit Tumbuh Bila Bunga Kredit Naik

Target pertumbuhan kredit UMKM terancam jika perbankan buru-buru meneruskan kenaikan BI Rate ke debitur

Pergerakan Rupiah Menanti Konsistensi Kebijakan dan Berbagai Data
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:54 WIB

Pergerakan Rupiah Menanti Konsistensi Kebijakan dan Berbagai Data

 "Kenaikan suku bunga acuan juga membantu pemerintah dalam lelang obligasi bertenor 10 tahun, dengan bunga 7,4%.

Akal Imitasi Mengerek Bisnis Data Center
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:49 WIB

Akal Imitasi Mengerek Bisnis Data Center

Pasar penggunaan AI di Indonesia masih sangat potensial. Kondisi tersebut diyakini akan terus mendorong pertumbuhan industri data center

Asing Lepas Rp 3,12 Triliun Saat IHSG Melesat, Waspada Potensi Koreksi Hari Ini
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:44 WIB

Asing Lepas Rp 3,12 Triliun Saat IHSG Melesat, Waspada Potensi Koreksi Hari Ini

Meskipun IHSG menguat tajam, asing justru net sell Rp 3,12 triliun. Ada potensi profit taking. Pahami risiko pasar sebelum bertransaksi.

Pemerintah Subsidi Impor Kedelai
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:44 WIB

Pemerintah Subsidi Impor Kedelai

Subsidi di tahap pertama sebesar Rp 2.000 per kilogram agar tidak terjadi lonjakan harga di pasar yang bisa memberatkan pembuat tahu tempe

Tiga Proyek Sampah Danantara Masuk PSN
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:38 WIB

Tiga Proyek Sampah Danantara Masuk PSN

Melalui status PSN, proyek tersebut akan memperoleh dukungan dalam penyelesaian hambatan operasional serta koordinasi lintas kementerian.

Asperindo Keberatan Biaya Tambahan Jasper dan SGHA
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:34 WIB

Asperindo Keberatan Biaya Tambahan Jasper dan SGHA

Kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan biaya logistik nasional, khususnya di tengah upaya pemerintah mendorong efisiensi distribusi barang. "

Risiko Kenaikan NPL KPR Mengintai Perbankan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Risiko Kenaikan NPL KPR Mengintai Perbankan

Kenaikan BI Rate tak hanya menekan debitur KPR, tetapi juga mengancam lonjakan kredit bermasalah di perbankan.

Properti Nonsubsidi Paling Terkena Imbas
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Properti Nonsubsidi Paling Terkena Imbas

Agar dapat bertahan dalam kondisi ini, para pengembang properti perlu menjaga arus kas dengan memberikan berbagai promosi dan subsidi.

Kemampuan Perbankan Mengelola Aset Menjadi Cuan Mengalami Penurunan
| Kamis, 11 Juni 2026 | 06:30 WIB

Kemampuan Perbankan Mengelola Aset Menjadi Cuan Mengalami Penurunan

​Meski laba masih tumbuh, kemampuan perbankan mengoptimalkan aset untuk menghasilkan keuntungan menunjukkan pelemahan

INDEKS BERITA

Terpopuler