Buktikan Wibawa BI

Selasa, 18 Agustus 2026 | 08:04 WIB
Buktikan Wibawa BI
[ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana (KONTAN/Indra Surya)]
Hasbi Maulana | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) disambut positif pasar. Rupiah menguat di kisaran Rp 17.800-an per dolar AS jelang HUT ke-81 RI, setelah BI menaikkan suku bunga 100 basis poin sejak Mei untuk menahan tekanan mata uang. Publik cenderung membaca kepastian nama pemimpin definitif ini sebagai jaminan independensi.

Namun, Independensi saja jelas tak akan cukup. Penentu wibawa bank sentral adalah konsistensi arah kebijakan yang dikomunikasikan secara jelas. Ujian pertama datang cepat: Selasa-Rabu, 18-19 Agustus, Destry memimpin Rapat Dewan Gubernur bulanan pertamanya sejak diajukan sebagai calon definitif.

Perihal independensi dan kejelasan arah kebijakan moneter ini sedang menjadi polemik di Amerika Serikat. Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menjauh dari forward guidance alias sinyal kebijakan lewat pernyataan rutin FOMC. Ia bahkan berencana memangkas pertemuan FOMC dari delapan kali setahun jadi hanya enam kali.

Akibatnya pasar bingung. Usai konferensi pers pertamanya, analis buru-buru mencap Warsh dovish. Ternyata label itu keliru. Pertemuan berikutnya, Fed justru menahan suku bunga di 3,50-3,75 persen dengan voting terpecah 9 banding 3.

Ambiguitas ini diperparah laporan Wall Street Journal bahwa Trump dan Warsh berkomunikasi berulang kali, meski dibantah Trump dengan klaim hanya bicara "satu kali, sebentar". Independensi Fed secara hukum tetap utuh; namun ketidakjelasan arah kebijakan, ditambah spekulasi kedekatan personal, membuat Fed kehilangan wibawa.

RDG pekan ini jadi ujian nyata bagi Destry. Fit and proper test di DPR belum tuntas, jadi dia akan memimpin RDG masih dalam kapasitas Pjs. Sinyal yang keluar, soal apakah BI melanjutkan pengetatan atau mulai melonggarkan di tengah tekanan eksternal, lebih menentukan kredibilitas BI di mata pasar dibanding sekadar kepastian nama yang diajukan Presiden.

Destry harus membuktikan bahwa lembaga yang dipimpinnya akan selalu independen. Modal kepercayaan sebagai Deputi Gubernur Senior dua periode baru teruji saat ia mengomunikasikan arah kebijakanyang independen secara konsisten, termasuk ketika kelak tak populer secara politik.

Sebuah tuntutan sikap yang tak mudah ditegakkan di saat banyak pejabat seolah sedang berlomba-lomba menyenangkan atasan dengan pujian dan tepuk tangan.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Bitcoin Sempat Menguat Tiga Hari Beruntun, Simak Proyeksi Harga & Katalis Pekan Depan

Btcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Upaya menembus US$ 85.000 pada awal pekan belum berhasil.

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:08 WIB

Kinerja Sembilan Bulan ADHI Membaik, Sinyal Restrukturisasi Mulai Membuahkan Hasil?

ADHI tengah mengajukan restrukturisasi utang sekitar Rp 3 triliun melalui Master Restructuring Agreement (MRA).

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 17:00 WIB

DEWA Bentuk Anak Usaha Logistik, Bagaimana Potensi Kontribusinya?

Bisnis logistik umumnya memiliki karakteristik margin yang kompetitif dan ketat di awal akibat perang tarif antarpemain.

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 16:31 WIB

Menakar Rencana Empat Perusahaan Nikel China Pangkas Produksi ke Emiten Mitra

Pemerintah menyetujui revisi RKAB 2026 dengan target produksi bijih nikel 290 juta ton, lebih rendah dari realisasi 2025 sebesar 379 juta ton.

DOOH Gandeng Tiga Mitra Asal China Fokus Data Center, Ini Profil dan Risikonya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 15:39 WIB

DOOH Gandeng Tiga Mitra Asal China Fokus Data Center, Ini Profil dan Risikonya

DOOH membidik pengembangan PLTS berkapasitas 2 gigawatt (GW) dan kampus AI data center berkapasitas hingga 1,6 GW di Jawa Barat.

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:59 WIB

SOHO Lepas Seluruh Kepemilikan Pfizer Indonesia

PT Soho Global Health Tbk (SOHO) melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Pfizer Indonesia kepada Pfizer Corporation Hong Kong Limited. ​

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:52 WIB

SIDO Tebar Dividen Interim Rp 300 Miliar

Emiten produsen jamu dan farmasi tersebut akan menyalurkan dividen Rp 300 miliar. Setiap pemegang saham akan menerima dividen Rp 10 per saham.​

 Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 07:41 WIB

Guyuran Duit Danantara Tak Menjamin Bursa Kembali Berjaya

Kucuran dana jumbo Danantara ke pasar modal belum tentu cukup menopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:43 WIB

Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) Mengoptimalkan Bisnis Kuliner

Melihat strategi PT Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk (PGLI) dalam mengembangkan toko roti dan kue

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus
| Sabtu, 24 Oktober 2026 | 06:35 WIB

Jumlah ISPA Imbas Karhutla Sentuh 333.470 Kasus

Kasus tersebut tersebar di 68 kabupaten dan kota di tujuh provinsi terdampak kabut asap.            

INDEKS BERITA

Terpopuler