Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan

Kamis, 02 April 2026 | 09:00 WIB
Ketidakpastian RKAB, Bukan Halangan Bagi Prospek ITMG ke Depan
[ILUSTRASI. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (DOK/ITMG)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jalan emiten PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih akan mulus walau ketidakpastian program Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) masih melintang.

Sebagaimana diketahui, RKAB ini merupakan dokumen perencanaan wajib tahunan bagi perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP)/Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) pertambangan di Indonesia. Awalnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto memberikan ruang peningkatan produksi melalui revisi RKAB, tetapi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan produksi tetap akan disesuaikan secara bertahap.

ITMG sebagai salah satu emiten pemegang IUP/IUPK pertambangan juga pernah menyampaikan belum juga menerima kepastian dan konfirmasi resmi terkait dengan kuota produksi tahun 2026.

Baca Juga: Harga Batubara Membara! Asing Guyur Ratusan Miliar ke Saham AADI, BUMI, ITMG dan PTBA

Atas dasar tersebut, ITMG akhirnya memutuskan untuk tetap mempertahankan tingkat produksi yang ada setidaknya sampai dengan paruh pertama 2026. Perseroan berencana akan lakukan revisi target produksi pada kuartal III-2026 mendatang tergantung adanya pembaharuan RKAB nanti.

"Untuk volume produksi kuartal I-2026 diperkirakan sudah fully contracted dan volume di kuartal II-2026 sebagian sudah diamankan," papar Manajemen ITMG.

Dalam riset terbaru BRI Danareksa Sekuritas terbaru yang tayang pada Selasa (31/3), ketidakjelasan RKAB ini malah menjadi peluang bagi ITMG untuk mendapatkan visibilitas atau proyeksi pendapatan jangka pendek. Ada sinyal yang menunjukkan pergesaran volume ITMG dari batas awal 600 juta ton untuk tahun 2026.

"Kami melihat ini potensi yang positif untuk ITMG dan tetap memakai asumsi produksi tahun 2026 yang sebesar 19,1 juta ton atau turun sebesar 10% year on year (YoY) dibandingkan 2025," urai Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta, dikutip dari risetnya, Rabu (1/4).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

BEI Ingatkan, Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Free Float dan Ada 14 Saham HSC
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:47 WIB

BEI Ingatkan, Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Free Float dan Ada 14 Saham HSC

Ratusan emiten terancam sanksi karena belum penuhi aturan free float. Cari tahu dampaknya pada portofolio Anda sebelum terlambat.

Mendorong Bisnis Anak Usaha Baru, DSSA Menyuntik Dana Jumbo Hingga Rp 8,5 Triliun
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:41 WIB

Mendorong Bisnis Anak Usaha Baru, DSSA Menyuntik Dana Jumbo Hingga Rp 8,5 Triliun

Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah modal Rp 8,53 triliun ke anak usaha. Analis sebut dampak netral jangka pendek, tapi ada potensi besar.

Emiten-Emiten Pelat Merah Mulai Terlihat Bergairah
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:34 WIB

Emiten-Emiten Pelat Merah Mulai Terlihat Bergairah

Laba emiten BUMN non bank membaik, namun analis peringatkan risiko reversal. Temukan strategi investasi aman untuk saham BUMN.

Masuk Tiga Indeks ESG Kehati, Indosat Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:26 WIB

Masuk Tiga Indeks ESG Kehati, Indosat Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Indosat di 3 Indeks ESG Kehati. Perlindungan data pribadi dan GCG jadi kunci. Pahami mengapa ini penting untuk keberlanjutan investasi.

Booming Saham AI Sedot Dana Asing Termasuk dari RI, Saat Ini Masih di Fase Ekspansi
| Jumat, 10 Juli 2026 | 09:58 WIB

Booming Saham AI Sedot Dana Asing Termasuk dari RI, Saat Ini Masih di Fase Ekspansi

Valuasi saham AI yang sudah sangat mahal membuat, volatilitas akan semakin tinggi dan koreksi sewaktu-waktu bisa terjadi. 

Tekanan Eksternal Masih Kuat, IHSG Bergerak Terbatas
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:54 WIB

Tekanan Eksternal Masih Kuat, IHSG Bergerak Terbatas

IHSG diperkirakan bergerak terbatas, sulit menembus 6.000. Analis beberkan skenario terburuk dan cara mengamankan portofolio Anda.

Usai IPO, PRDL Bdik Laba Dobel Digit, Simak Rencana Bisnisnya
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:50 WIB

Usai IPO, PRDL Bdik Laba Dobel Digit, Simak Rencana Bisnisnya

PRDL melantai di bursa dengan target laba dobel digit. Peluncuran produk baru dan ekspansi jadi strategi utama untuk pertumbuhan. 

IKK Anjlok 3 Bulan Beruntun, Cek Dampaknya ke Saham Barang Konsumsi
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:42 WIB

IKK Anjlok 3 Bulan Beruntun, Cek Dampaknya ke Saham Barang Konsumsi

Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi alarm bagi prospek saham ritel dan barang konsumsi

Kepercayaan Konsumen Terus Melorot, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (10/7)
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:35 WIB

Kepercayaan Konsumen Terus Melorot, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (10/7)

Pelemahan penjualan ritel mengindikasikan konsumsi domestik belum pulih sepenuhnya. Ini sejalan Indels Kepercayaan Konsumen yang terus melorot.

Saham Komoditas Mulai Bangkit, Samuel Sekuritas Jagokan AMMN, ANTM, BUMI, dan TINS
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:35 WIB

Saham Komoditas Mulai Bangkit, Samuel Sekuritas Jagokan AMMN, ANTM, BUMI, dan TINS

Penyesuaian volume produksi dalam RKAB diperkirakan akan memberikan dampak yang beragam ke emiten tambang mineral.

INDEKS BERITA

Terpopuler