Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali

Jumat, 25 September 2026 | 04:11 WIB
Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali
[ILUSTRASI. Pemerintah Siapkan Stimulus untuk Pertumbuhan Ekonomi (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)]
Danny Hermawan | Eks Lead Researcher Bank Indonesia Institute 2022-2026

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua hari terakhir di bulan Agustus 2026, di Grand Ballroom The Mulia, Nusa Dua, Bali, Bank Indonesia mempertemukan dua peraih Nobel Ekonomi dari dua tahun beruntun. Pada Rabu lalu Peter Howitt, salah satu penerima penghargaan Nobel 2025, berdiri di panggung. Pada Kamis, wajah Daron Acemoglu, penerima Nobel 2024, hadir lewat sambungan video conference dari seberang samudra. Pada Konferensi Kebijakan Dwitahunan pertama yang digelar Bank Indonesia Institute itu, keduanya seakan berdebat tanpa pernah saling menyapa. Yang seorang menjelaskan bagaimana sebuah ekonomi bisa tumbuh sama sekali. Yang lain bertanya untuk siapa pertumbuhan itu terjadi.

Howitt memulai dari warisan Robert Solow: dalam jangka panjang, yang menentukan kemakmuran bukanlah tumpukan modal, melainkan kemajuan teknologi. Tetapi Solow memperlakukan teknologi seolah turun dari langit dan menetes merata kepada semua orang. Bersama Philippe Aghion -- keduanya berbagi separuh Hadiah Nobel tahun 2025 lalu untuk teori pertumbuhan berkelanjutan melalui creative destruction -- Howitt mengubah gagasan lama Joseph Schumpeter itu dari kiasan yang puitis menjadi model yang bisa diuji. 

Baca Juga: Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Bisnis Asuransi Syariah Diyakini Ngegas di Tahun 2027
| Jumat, 25 September 2026 | 04:55 WIB

Bisnis Asuransi Syariah Diyakini Ngegas di Tahun 2027

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kontribusi yang didapat pelaku usaha per Juli 2026 turun 12,67% secara tahunan menjadi Rp 14,19 triliun.

Impack Pratama Industri (IMPC) Genjot Penjualan di Pasar Ekspor
| Jumat, 25 September 2026 | 04:20 WIB

Impack Pratama Industri (IMPC) Genjot Penjualan di Pasar Ekspor

Untuk memperbesar penetrasi di pasar, IMPC akan mengeksplorasi sejumlah peluang, terutama melalui pengembangan produk dan perluasan akses pasar.

Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali
| Jumat, 25 September 2026 | 04:11 WIB

Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali

Cita-cita Indonesia Emas 2045 kerap diucapkan seolah ia garis finis yang pasti kita capai asal berlari cukup kencang.

Menakar Untung Rugi Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan
| Jumat, 25 September 2026 | 04:00 WIB

Menakar Untung Rugi Penerapan Cukai Minuman Berpemanis Dalam Kemasan

Target penerimaan cukai MBDK pada 2027 berada di kisaran Rp 1,6 triliun. Target tersebut turun tajam dari target 2026 sebesar Rp 7,6 triliun.

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan
| Kamis, 24 September 2026 | 13:37 WIB

Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan

Penunjukan langsung memiliki risiko terkait transparansi, kemampuan teknologi, kapasitas pendanaan, dan track record perusahaan yang ditunjuk. 

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking
| Kamis, 24 September 2026 | 13:15 WIB

Menguji Daya Tahan Rally Saham POWR di Tengah Aksi Profit Taking

Sekitar 60% tambahan permintaan listrik dari pelanggan industri pada semester I-2026 berasal dari data center.

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?
| Kamis, 24 September 2026 | 13:00 WIB

Bobby Gafur Jual Saham OASA, Sinyal Apa untuk Pasar?

Sejauh ini kepemilikan Bobby Gafur masih berada di sekitar 32% dan ia masih mempertahankan posisi sebagai pengendali OASA.

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN
| Kamis, 24 September 2026 | 12:00 WIB

Saham Emiten Terafiliasi Prajogo Pangestu Masih Menarik, Ini Katalis CUAN

Penguatan CUAN lebih banyak didorong oleh ekspektasi pertumbuhan fundamental, dan positioning investor terhadap ekosistem bisnis Prajogo Pangestu.

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil
| Kamis, 24 September 2026 | 10:00 WIB

Potensi dan Risiko Pembentukan BUMN Tekstil Terhadap Emiten Sektor Tekstil

Bila BUMN masuk ke segmen yang sama dengan swasta dan memperoleh pembiayaan, lahan, hingga kontrak yang lebih mudah, risiko crowding out meningkat

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga
| Kamis, 24 September 2026 | 08:51 WIB

Menyesap Harumnya Dividen, Mewaspadai Penurunan Harga

Sejumlah emiten dari berbagai sektor akan mencatatkan cum dividen interim pada akhir bulan September 2026

INDEKS BERITA