Ketika Dua Peraih Nobel Bertemu di Bali
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua hari terakhir di bulan Agustus 2026, di Grand Ballroom The Mulia, Nusa Dua, Bali, Bank Indonesia mempertemukan dua peraih Nobel Ekonomi dari dua tahun beruntun. Pada Rabu lalu Peter Howitt, salah satu penerima penghargaan Nobel 2025, berdiri di panggung. Pada Kamis, wajah Daron Acemoglu, penerima Nobel 2024, hadir lewat sambungan video conference dari seberang samudra. Pada Konferensi Kebijakan Dwitahunan pertama yang digelar Bank Indonesia Institute itu, keduanya seakan berdebat tanpa pernah saling menyapa. Yang seorang menjelaskan bagaimana sebuah ekonomi bisa tumbuh sama sekali. Yang lain bertanya untuk siapa pertumbuhan itu terjadi.
Howitt memulai dari warisan Robert Solow: dalam jangka panjang, yang menentukan kemakmuran bukanlah tumpukan modal, melainkan kemajuan teknologi. Tetapi Solow memperlakukan teknologi seolah turun dari langit dan menetes merata kepada semua orang. Bersama Philippe Aghion -- keduanya berbagi separuh Hadiah Nobel tahun 2025 lalu untuk teori pertumbuhan berkelanjutan melalui creative destruction -- Howitt mengubah gagasan lama Joseph Schumpeter itu dari kiasan yang puitis menjadi model yang bisa diuji.
Baca Juga: Proyek PLTS 100 GWp Dikebut, KEEN, ITMG, dan DSSA Berpotensi Kecipratan Cuan
