Ketimpangan

Jumat, 22 September 2023 | 06:15 WIB
Ketimpangan
[]
Reporter: Cipta Wahyana | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - Panggung politik semakin ramai. Tiga bakal calon presiden (bacapres) semakin rajin tampil ke publik untuk menjual gagasan hingga program mereka.

Khusus di bidang ekonomi, kita layak lebih cermat dan kritis menggali program para bacapres untuk mengurangi ketimpangan ekonomi. Pasalnya, alih-alih membaik, berbagai indikator menunjukkan bahwa ketimpangan ekonomi justru semakin lebar.

Indikator yang sering dipakai adalah rasio gini yang menunjukkan ketimpangan pengeluaran masyarakat. Per akhir Maret lalu, rasio gini Indonesia berada di angka 0,388 atau mendekati batas angka rasio gini sedang di angka 0,40. Yang memprihatinkan, ketimpangan justru semakin lebar jika dibandingkan kondisi saat pandemi.

Pada September 2020, angka rasio gini memang memburuk dibandingkan sebelum pandemi tapi hanya sebesar 0,385. Setelah itu, indikator ketimpangan sempat membaik ke angka 0,381 (September 2021), tapi kembali memburuk di Maret 2023. Ini ironi; setelah memasuki masa endemi dan pemulihan ekonomi, kesenjangan justru melebar. Catatan saja, pada September 2019, sebelum badai pandemi datang, rasio yang sama masih di angka 0,380.

Ketimpangan yang semakin melebar juga terlihat pada data simpanan masyarakat di perbankan. Di akhir Juni 2023, total nilai simpanan masyarakat yang bernilai Rp 100 juta ke bawah sebesar Rp 1.009 triliun. Angka ini tumbuh 14% dalam tiga tahun terkahir. Nah, di rentang waktu yang sama, simpanan masyarakat yang bernilai di atas Rp 5 miliar per akun melonjak hingga 39% menjadi Rp 4.230 triliun! Mirisnya, duit ini hanya berbiak di 129 ribu rekening.  Ini artinya tak sampai 1% dari total jumlah rekening yang dimiliki masyarakat.

Tampaknya, peringatan para ahli soal pemulihan ekonomi yang berbetuk huruf K benar-benar terjadi. Mereka yang memiliki kapasitas lebih (modal, kompetensi, dan literasi) plus kemewahan akses (teknologi dan infrastruktur) akan pulih cepat. Alhasil, setelah pandemi, yang kaya menjadi semakin tajir jauh meninggalkan mereka yang punya kapasitas dan akses terbatas.

Melihat fakta di atas, jelas sudah bahwa persoalan ketimpangan ekonomi harus menjadi perhatian ekstra para bakal calon presiden. Kuantitas ekonomi penting dikejar, tapi kualitas tidak boleh kedodoran. Ingat, pembangunan ekonomi mengemban misi abadi “Negara Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur” seperti tercantum dalam Pembukaan UUD 1945.           

Bagikan

Berita Terbaru

BEI Ingatkan, Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Free Float dan Ada 14 Saham HSC
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:47 WIB

BEI Ingatkan, Sebanyak 327 Emiten Belum Penuhi Free Float dan Ada 14 Saham HSC

Ratusan emiten terancam sanksi karena belum penuhi aturan free float. Cari tahu dampaknya pada portofolio Anda sebelum terlambat.

Mendorong Bisnis Anak Usaha Baru, DSSA Menyuntik Dana Jumbo Hingga Rp 8,5 Triliun
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:41 WIB

Mendorong Bisnis Anak Usaha Baru, DSSA Menyuntik Dana Jumbo Hingga Rp 8,5 Triliun

Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah modal Rp 8,53 triliun ke anak usaha. Analis sebut dampak netral jangka pendek, tapi ada potensi besar.

Emiten-Emiten Pelat Merah Mulai Terlihat Bergairah
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:34 WIB

Emiten-Emiten Pelat Merah Mulai Terlihat Bergairah

Laba emiten BUMN non bank membaik, namun analis peringatkan risiko reversal. Temukan strategi investasi aman untuk saham BUMN.

Masuk Tiga Indeks ESG Kehati, Indosat Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan
| Jumat, 10 Juli 2026 | 10:26 WIB

Masuk Tiga Indeks ESG Kehati, Indosat Perkuat Komitmen Bisnis Berkelanjutan

Indosat di 3 Indeks ESG Kehati. Perlindungan data pribadi dan GCG jadi kunci. Pahami mengapa ini penting untuk keberlanjutan investasi.

Booming Saham AI Sedot Dana Asing Termasuk dari RI, Saat Ini Masih di Fase Ekspansi
| Jumat, 10 Juli 2026 | 09:58 WIB

Booming Saham AI Sedot Dana Asing Termasuk dari RI, Saat Ini Masih di Fase Ekspansi

Valuasi saham AI yang sudah sangat mahal membuat, volatilitas akan semakin tinggi dan koreksi sewaktu-waktu bisa terjadi. 

Tekanan Eksternal Masih Kuat, IHSG Bergerak Terbatas
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:54 WIB

Tekanan Eksternal Masih Kuat, IHSG Bergerak Terbatas

IHSG diperkirakan bergerak terbatas, sulit menembus 6.000. Analis beberkan skenario terburuk dan cara mengamankan portofolio Anda.

Usai IPO, PRDL Bdik Laba Dobel Digit, Simak Rencana Bisnisnya
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:50 WIB

Usai IPO, PRDL Bdik Laba Dobel Digit, Simak Rencana Bisnisnya

PRDL melantai di bursa dengan target laba dobel digit. Peluncuran produk baru dan ekspansi jadi strategi utama untuk pertumbuhan. 

IKK Anjlok 3 Bulan Beruntun, Cek Dampaknya ke Saham Barang Konsumsi
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:42 WIB

IKK Anjlok 3 Bulan Beruntun, Cek Dampaknya ke Saham Barang Konsumsi

Penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) menjadi alarm bagi prospek saham ritel dan barang konsumsi

Kepercayaan Konsumen Terus Melorot, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (10/7)
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:35 WIB

Kepercayaan Konsumen Terus Melorot, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (10/7)

Pelemahan penjualan ritel mengindikasikan konsumsi domestik belum pulih sepenuhnya. Ini sejalan Indels Kepercayaan Konsumen yang terus melorot.

Saham Komoditas Mulai Bangkit, Samuel Sekuritas Jagokan AMMN, ANTM, BUMI, dan TINS
| Jumat, 10 Juli 2026 | 08:35 WIB

Saham Komoditas Mulai Bangkit, Samuel Sekuritas Jagokan AMMN, ANTM, BUMI, dan TINS

Penyesuaian volume produksi dalam RKAB diperkirakan akan memberikan dampak yang beragam ke emiten tambang mineral.

INDEKS BERITA

Terpopuler