Kewajiban Finansial Luar Negeri Meningkat untuk Kuartal I Tahun Ini

Senin, 01 Juli 2019 | 06:00 WIB
Kewajiban Finansial Luar Negeri Meningkat untuk Kuartal I Tahun Ini
[]
Reporter: Benedicta Prima | Editor: Thomas Hadiwinata

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia untuk kuartal I-2019 memperlihatkan kenaikan kewajiban neto. Dalam catatan Bank Indonesia (BI), kenaikan itu berasal dari peningkatan Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN).

Posisi kewajiban neto pada kuartal I-2019 mencapai US$ 331,2 miliar setara 31,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Angka nominal ini meningkat 4,78% secara tahunan (yoy).

Penyebab peningkatan kewajiban neto pada kuartal I- 2019 antara lain kenaikan dana asing di portofolio keuangan Indonesia. BI melaporkan KFLN tumbuh 3,5% secara kuartalan, sementara itu AFLN hanya tumbuh 3,1% secara kuartalan.

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai PII yang mencatatkan kewajiban neto merupakan salah satu ciri dari negara berkembang.  Biasanya negara berkembang memiliki aset di luar negeri lebih sedikit apabila dibandingkan dengan dana atau investasi asing yang masuk ke dalam negeri.

"Investasi dari asing lebih besar sehingga kita juga harus bayar kewajiban terkait utang dan bunga utang sehingga tercermin juga di defisit neraca transaksi berjalan," jelas David kepada KONTAN, Minggu (30/6).

Ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih menilai, peningkatan KFLN merupakan sesuatu yang wajar sejalan dengan derasnya arus modal asing yang masuk ke dalam negeri.

Meskipun demikian, dia bilang KFLN pada kuartal II tahun ini bisa saja turun. Pasalnya, akan terjadi repatriasi atau pembayaran dividen.

Bagikan

Berita Terbaru

Nasib Emiten Nikel, China Bakal Larang Ekspor Asam Sulfat Saat Selat Hormuz Diblokade
| Rabu, 22 April 2026 | 09:05 WIB

Nasib Emiten Nikel, China Bakal Larang Ekspor Asam Sulfat Saat Selat Hormuz Diblokade

Vale Indonesia (INCO) dan Aneka Tambang (ANTM) relatif tidak terdampak karena tidak menggunakan sulphuric acid.

Tambah Kegiatan Usaha Baru, Prospek MTEL Positif
| Rabu, 22 April 2026 | 08:44 WIB

Tambah Kegiatan Usaha Baru, Prospek MTEL Positif

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menambah kegiatan usaha baru untuk mendukung model bisnis Power as a Service (PaaS) infrastruktur menara 

Risiko Mengintai Saham-Saham Terkonsentrasi Tinggi
| Rabu, 22 April 2026 | 08:40 WIB

Risiko Mengintai Saham-Saham Terkonsentrasi Tinggi

Keputusan MSCI berpotensi picu outflow besar di BREN-DSSA. Pelajari strategi aman hadapi gejolak ini.

Laba Diproyeksi Tumbuh Dobel Digit, Simak Rekomendasi Saham CMRY dan Target Harganya
| Rabu, 22 April 2026 | 08:00 WIB

Laba Diproyeksi Tumbuh Dobel Digit, Simak Rekomendasi Saham CMRY dan Target Harganya

Pada kuartal I-2026, penjualan CMRY ditaksir melesat lebih dari 20% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Menakar Kekuatan Diplomasi Indonesia di Tengah Krisis Teluk
| Rabu, 22 April 2026 | 07:43 WIB

Menakar Kekuatan Diplomasi Indonesia di Tengah Krisis Teluk

Diplomasi adalah sebuah produk dari kepercayaan, sementara kepercayaan tidaklah dibangun dalam waktu sehari.

MSCI Pertahankan Pembatasan, Cermati Dampaknya ke Pasar Saham
| Rabu, 22 April 2026 | 07:28 WIB

MSCI Pertahankan Pembatasan, Cermati Dampaknya ke Pasar Saham

Pengumuman MSCI membawa ketidakpastian, tapi IHSG masih berpeluang rebound. Prediksi terbaru semester I-2026, plus saham pilihan fundamental baik.

BREN dan DSSA akan Didepak MSCI Akibat HSC, Segini Perkiraan Outflow Dana Asing
| Rabu, 22 April 2026 | 07:25 WIB

BREN dan DSSA akan Didepak MSCI Akibat HSC, Segini Perkiraan Outflow Dana Asing

Active fund yang fokus pada fundamental jangka panjang kemungkinan masih akan menahan kepemilikan di BREN dan DSSA.

Antara Sentimen MSCI dan Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (22/4)
| Rabu, 22 April 2026 | 07:07 WIB

Antara Sentimen MSCI dan Suku Bunga BI, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Rabu (22/4)

Hari ini pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), dengan konsensus memperkirakan suku bunga acuan tetap 

Manajemen Fiskal Jadi Penentu Arah Obligasi Domestik
| Rabu, 22 April 2026 | 07:00 WIB

Manajemen Fiskal Jadi Penentu Arah Obligasi Domestik

Di tengah dinamika geopolitik dan tekanan domestik, pergerakan pasar obligasi pemerintah masih cenderung terbatas. 

Kinerja Perbankan Awal Tahun Menuai Perbaikan
| Rabu, 22 April 2026 | 06:50 WIB

Kinerja Perbankan Awal Tahun Menuai Perbaikan

​Kinerja bank besar mulai pulih di awal 2026, ditopang turunnya biaya provisi. Bank Mandiri memimpin lewat laba yang melampaui ekspektasi analis.

INDEKS BERITA

Terpopuler