Kinerja Manis Awal Tahun Sebabkan Saham CMRY Terus Mendaki

Jumat, 08 Mei 2026 | 14:35 WIB
Kinerja Manis Awal Tahun Sebabkan Saham CMRY Terus Mendaki
[ILUSTRASI. Cimory MOOve Fest 2026 (DOK/Cimory)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penguatan harga saham PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) masih terus berlanjut hingga hari keempat di minggu ini. CMRY melanjutkan rally yang cukup solid.

Pada penutupan perdagangan Kamis (7/5), CMRY menguat 1,64% ke level Rp 4.950. Penguatan saham CMRY juga tepantau telah terjadi sejak Senin (4/5) lalu dan kemarin Rabu (6/5) penguatan juga terjadi sebesar 3,6%.

Penguatan CMRY yang tergambar di hari keempat ini, menandai pula lonjakan harga sebesar 16,75% sepanjang minggu dan juga penguatan sebesar 13,01% dalam sebulan terakhir. Sementara sepanjang tahun berjalan alias year to date (YtD), CMRY masih tertahan di zona merah terkoreksi 12,39%.

Baca Juga: Laba Diproyeksi Tumbuh Dobel Digit, Simak Rekomendasi Saham CMRY dan Target Harganya

Namun memahami kenaikan yang terjadi di minggu ini, CGS International Sekuritas Indonesia menilai bahwa harga CMR didorong oleh kombinasi sentimen kinerja keuangan serta aksi beli investor asing di pasar reguler. Asal tahu saja aksi net buy asing CMRY yang terjadi terekam mencapai Rp 13,8 miliar hingga kini.

Sementara dari sisi fundamental, produsen susu Cimory ini cetak pertumbuhan pendapatan dua digit hingga Maret 2026. CMRY raih pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 3,11 triliun, alias naik 27,87% year on year (YoY) dari Rp 2,43 triliun di periode yang sama tahun 2025. Laba CMRY juga naik sekitar 16% YoY di angka Rp 555 miliar.

Pendapatan perseroan yang juga bahkan melampaui target manajemen untuk tahun 2026 yang sebelumnya berada di kisaran 10%–15% YoY, tersebut turut ditopang oleh dua segmen utama perusahaan, yakni produk dairy atau susu serta consumer foods atau makanan kemasan.

Segmen dairy memang menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 52% YoY, sedangkan segmen consumer foods tumbuh sekitar 15% YoY.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terkait

Berita Terbaru

Biar Anak Tidak Kaget saat Mengelola Uang Sendiri
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Biar Anak Tidak Kaget saat Mengelola Uang Sendiri

Pemerintah berencana membuka rekening tabungan perdana bagi masyarakat usia 17 tahun. Simak tahapan memberi tanggungjawab finansial ke anak!

Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Ada Transaksi Jumbo BYAN Rp 26,1 Triliun di Pasar Nego, Haji Isam Resmi Masuk?

Haji Isam lewat PT Jhonlin Baratama sudah bersepakat untuk membeli 10.084.088.370 saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Investasi Transisi Energi Butuh Kepastian Regulasi dan Dukungan Danantara
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Investasi Transisi Energi Butuh Kepastian Regulasi dan Dukungan Danantara

Berbagai kajian memperkirakan ada peluang investasi dengan nilai signifikan untuk menggarap berbagai jenis proyek transisi energi di Indonesia.

GOTO Mau Pangkas 32,18 Miliar Saham Treasuri, Bagaimana Efeknya?
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 10:00 WIB

GOTO Mau Pangkas 32,18 Miliar Saham Treasuri, Bagaimana Efeknya?

Penarikan 32,18 miliar saham treasuri GOTO akan mengurangi jumlah saham beredar. Alhasil, dengan asumsi laba tetap, EPS akan meningkat.

Lengkap Sudah, Seluruh Saham BUMN Karya Kena Suspensi Setelah PTPP Ikut Disetop Bursa
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:35 WIB

Lengkap Sudah, Seluruh Saham BUMN Karya Kena Suspensi Setelah PTPP Ikut Disetop Bursa

Sederet investor institusi asing dan lokal hingga investor individu nyangkut di saham PTPP akibat suspensi. 

Harga Batubara Di Atas US$ 150, Cek Saham Pilihan Analis untuk Kuartal IV
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:18 WIB

Harga Batubara Di Atas US$ 150, Cek Saham Pilihan Analis untuk Kuartal IV

Dampaknya harga batubara terhadap ASP dan laba emiten bergantung pada kalori, porsi ekspor, serta waktu penyesuaian harga jual.

Manuver ULTJ Akuisisi FFI: Ujian Valuasi Premium dan Dilusi Saham
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:04 WIB

Manuver ULTJ Akuisisi FFI: Ujian Valuasi Premium dan Dilusi Saham

Jika Frisian Flag Indonesia dikonsolidasikan, pendapatan ULTJ berpotensi meningkat lebih dari dua kali lipat. 

Menakar Prospek Saham Saham Sektor Properti Seiring Stimulus Perumahan 2027
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Menakar Prospek Saham Saham Sektor Properti Seiring Stimulus Perumahan 2027

Analis merekomendasikan netral bagi sektor properti, karena tekanan daya beli masyarakat dan suku bunga kredit KPR yang masih relatif tinggi.

Saham AKRA Tetap Menguat di Tengah Harga Minyak Dunia yang Mulai Melemah
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Saham AKRA Tetap Menguat di Tengah Harga Minyak Dunia yang Mulai Melemah

Profitabilitas AKRA lebih ditentukan oleh volume distribusi, efisiensi logistik, serta pertumbuhan bisnis kawasan industri.

Mencari Titik Keseimbangan RUU Hak Cipta
| Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mencari Titik Keseimbangan RUU Hak Cipta

Cara kita melindungi hak cipta tidak boleh menciptakan hambatan baru bagi perdagangan, investasi dan pengembangan AI di dalam negeri.

INDEKS BERITA

Terpopuler