Kinerja Reksadana Saham Tertekan Resesi

Sabtu, 02 Juli 2022 | 04:25 WIB
Kinerja Reksadana Saham Tertekan Resesi
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juni menjadi periode yang kurang baik bagi kinerja reksadana berbasis saham. IHSG mengalami pelemahan 3,53% pada Juni. Alhasil, reksadana berbasis saham pun tertekan.

Ini terlihat dari kinerja reksadana saham, yang tercermin dari pergerakan Infovesta 90 Equity Fund Index, yang melemah 5,09% pada Juni. Sementara kinerja reksadana campuran, diukur menggunakan Infovesta 90 Balanced Fund Index, terkoreksi 2,53%. 

Jika dilihat sepanjang semester I-2022, reksadana saham mencetak kinerja flat 0,03%. Sedang cuan reksadana campuran mencapai 0,85%. 

Baca Juga: Kinerja Reksadana Saham Diperkirakan Membaik pada Kuartal III-2022

Kinerja reksadana pendapatan tetap lebih baik. Infovesta 90 Fixed Income Fund Index, indeks yang menggambarkan kinerja rata-rata reksadana, menguat 0,20% sepanjang Juni. Namun, di paruh pertama tahun ini, kinerjanya masih tertekan 0,29%.

Sementara reksadana pasar uang yang kinerjanya diukur menggunakan Infovesta 90 Money Market Fund Index menguat 0,21% sepanjang Juni. Di paruh pertama tahun ini, pasar uang menghasilkan imbal hasil 1,34%. 

Vice President Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengungkapkan, sentimen kurang baik bagi pasar keuangan datang dari The Fed. Ini memunculkan kekhawatiran resesi, hingga Bank Indonesia belum menaikkan suku bunga acuan.

Menurut Wawan, tindakan itu membuat inflasi semakin meningkat. Di Juni, inflasi mencapai 4,35% diiringi harga komoditas yang relatif tinggi dan bisa memperlambat pemulihan ekonomi. 

Baca Juga: Reksadana Saham Catat Kinerja Paling Buruk Sepanjang Juni 2022

Wawan mengatakan, saham GOTO pada Juni bergerak signifikan tapi banyak reksadana saham yang tidak memilih saham GOTO karena pertimbangan fundamental. Di saat bersamaan, sektor utama penopang portofolio reksadana saham tertekan. "Jadi kinerja reksadana saham tertinggal dari IHSG karena eksposur ke sektor teknologi kecil," kata Wawan.

Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management Reza Fahmi menyebut, kinerja reksadana saham juga tertekan saham sektor perbankan akibat faktor global. Reza melihat reksadana saham bisa lebih baik di kuartal III-2022.

Pasalnya, masih ada sentimen kenaikan harga komoditas yang positif bagi saham energi dan komoditas. Namun, Reza menyebut ada risiko kenaikan suku bunga Fed Rate lebih agresif di kuartal III. HPAM secara umum menerapkan strategi alpha seeker

Baca Juga: Suku Bunga Global Naik, Reksadana Fixed Income Dolar Dinilai Jadi Pilihan Menarik

Bagikan

Berita Terbaru

Manuver EMTK Serok Saham BUKA & SAME Bak Sinyal ke Pasar, Investor Ritel bisa Ikutan?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 10:30 WIB

Manuver EMTK Serok Saham BUKA & SAME Bak Sinyal ke Pasar, Investor Ritel bisa Ikutan?

Langkah EMTK mencerminkan strategi portofolio jangka panjang yang terukur, alih-alih sekadar aksi spekulatif sesaat.

Terbang Tinggi Bak Tanpa Rem, Analis Wanti-Wanti Euforia Saham INDS
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:50 WIB

Terbang Tinggi Bak Tanpa Rem, Analis Wanti-Wanti Euforia Saham INDS

Risiko koreksi saham PT Indospring Tbk (INDS) tinggi karena kenaikan harga sebelumnya yang signifikan.

Saham UNTR Ditopang Agresivitas Vanguard Hingga FIM di Tengah Penantian Vonis Martabe
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB

Saham UNTR Ditopang Agresivitas Vanguard Hingga FIM di Tengah Penantian Vonis Martabe

Pemulihan status Martabe menjadi faktor krusial yang bisa merombak total peta proyeksi laba PT United Tractors Tbk (UNTR).

Meroket Paling Tinggi, Saham SOCI Masih Punya Tenaga Menuju Level Rp 800?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 09:30 WIB

Meroket Paling Tinggi, Saham SOCI Masih Punya Tenaga Menuju Level Rp 800?

Faktor geopolitik yang tak menentu serta kebijakan pemerintah memoles prospek PT Soechi Lines Tbk (SOCI).

Penjualan Otomotif Ngebut di Awal 2026, Roda Bisnis AUTO & DRMA Menggelinding Kencang
| Jumat, 20 Februari 2026 | 08:35 WIB

Penjualan Otomotif Ngebut di Awal 2026, Roda Bisnis AUTO & DRMA Menggelinding Kencang

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) memiliki posisi kuat di pasar aftermarket.

Saham HRUM Kian Harum Seiring Transformasi Bisnis yang Kian Matang, Laba bisa Meroket
| Jumat, 20 Februari 2026 | 08:00 WIB

Saham HRUM Kian Harum Seiring Transformasi Bisnis yang Kian Matang, Laba bisa Meroket

Tren naik saham PT Harum Energy Tbk (HRUM) tetap terjaga sepanjang bisa bertahan di atas level 1.100.

Beban Berkurang Seiring Tekanan Jual CIC Mereda, Gerak Saham BUMI Bakal Lebih Enteng?
| Jumat, 20 Februari 2026 | 07:25 WIB

Beban Berkurang Seiring Tekanan Jual CIC Mereda, Gerak Saham BUMI Bakal Lebih Enteng?

Kunci utama BUMI dalam menghadapi siklus normalisasi harga batubara terletak pada struktur biaya produksi dan pengelolaan tumpukan beban utang.

Kebijakan Pemerintah Tentukan Arah Rupiah
| Jumat, 20 Februari 2026 | 05:30 WIB

Kebijakan Pemerintah Tentukan Arah Rupiah

BI menahan suku bunga, tapi rupiah terus melemah. Apa saja faktor global dan domestik yang membuat upaya bank sentral belum berhasil?

Gencar Ekspansi Bisnis, Prospek Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Semakin Sehat
| Jumat, 20 Februari 2026 | 05:05 WIB

Gencar Ekspansi Bisnis, Prospek Sejahtera Anugrahjaya (SRAJ) Semakin Sehat

Kontribusi fasilitas baru PT Sejahtera Anugrahjaya Tbk (SRAJ) bisa mendorong pendapatan perusahaan tumbuh 10%–15% secara tahunan pada 2026.

Jelang Libur Akhir Pekan, IHSG Ambrol, Rupiah Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 20 Februari 2026 | 04:43 WIB

Jelang Libur Akhir Pekan, IHSG Ambrol, Rupiah Ambruk, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Tekanan jual meningkat seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), yang kemarin hampir menjebol Rp 17.000. 

INDEKS BERITA

Terpopuler