KKGI Bakal Bagikan 170 Juta Saham Treasury Untuk Seluruh Investornya

Rabu, 15 November 2023 | 16:13 WIB
KKGI Bakal Bagikan 170 Juta Saham Treasury Untuk Seluruh Investornya
[ILUSTRASI. Aktivitas penambangan batubara PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI). DOK/KKGI]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) berencana membagikan sebagian saham treasury yang dimilikinya kepada seluruh pemegang saham secara proporsional. manajemen emiten pertambangan batubara tersebut juga akan mendapat jatah lewat program program kepemilikan saham oleh manajemen (MSOP).

Saat ini KKGI mengantongi 332.248.885 saham treasury, setara 6,65% dari modal disetor dan ditempatkan penuh pada PT Resource Alam Indonesia Tbk.

Nah, jumlah saham yang akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham secara proporsional adalah sebanyak 170 juta saham. Sementara sebanyak 9.876.685 saham lagi akan dibagikan sebagai MSOP.

Total ada 179.876.685 saham treasury yang akan dibagikan. Saham sebanyak itu berasal dari buyback periode I sebanyak 154.876.685 saham yang dilakukan pada 29 Oktober 2012 hingga 28 April 2014. Juga dari buyback periode II pada 6 Juni 2014 sampai dengan 5 Desember 2015 sebanyak 25 juta saham.

Dengan demikian, setelah seluruh saham bonus dibagikan kepada pemegang saham dan program MSOP rampung, KKGI akan tinggal mengantongi saham treasury sebanyak 152.372.200 saham.

Berdasar keterbukaan informasi yang disiarkan manajemen KKGI, pengalihan saham treasury itu merujuk pada aturan Pasal 15 POJK No. 30/2017. Beleid itu mewajibkan emiten yang masih menguasai saham hasil buyback selama tiga tahun sejak selesainya periode pembelian kembali saham, wajib mulai mengalihkan saham tersebut dalam waktu paling lama dua tahun.

Baca Juga: Kondisi Kahar Kontrak LNG Bisa Berimbas ke Kinerja PGAS

Pembagian saham treasury lewat program MSOP mengacu pada Pasal 17 butir c. POJK No. 30/2017. Sedangkan pengalihan saham treasury dengan cara dibagikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham berpedoman kepada POJK No. 27/2020.

Rencana yang diusulkan manajemen KKGI, pada setiap 250 saham lama melekat hak untuk mendapatkan sembilan saham. 

Untuk meminta restu atas rencana ini, manajemen KKGI bakal menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 Desember 2023.

Jika mendapat restu dari para pemegang saham, cum date pembagian saham KKGI tersebut di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 15 Desember 2023. Sedangkan cum date di pasar tunai pada 19 Desember 2023. 

Investor yang berhak mendapatkan saham adalah yang namanya tercatat pada daftar pemegang saham KKGI pada tanggal 19 Desember 2023. Selanjutnya, saham tersebut akan dibagikan kepada seluruh pemegang saham secara proporsional pada 10 Januari 2024.

Berdasar data RTI per 31 Oktober 2023, mayoritas saham KKGI dikuasai oleh Energy Collier Private Limited, yakni sebanyak 1.781.530.000 saham atau 35,63%. 

Lalu investor terbesar kedua adalah PT Sejahterah Jaya Cita dengan kepemilikan 1.336.147.500 saham atau setara 26,72%. Sedangkan masyarakat tercatat memiliki 250 juta saham KKGI, setara 5%.

 

 

Bagikan

Berita Terbaru

Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA
| Selasa, 14 April 2026 | 18:52 WIB

Harga Amonia serta Proyek SAF dan Blue Amonia Menyengat Saham ESSA

Proyeksi harga rata-rata amonia tahun ini pun diprediksi masih akan tinggi mengingat konflik geopolitik di Timur Tengah yang belum usai.

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif
| Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB

SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk Agresif

Imbal hasil SRBI melesat hingga 5,76%, tertinggi sejak Agustus 2025. Waspada dampak pada suku bunga bank dan harga obligasi.

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 12:00 WIB

Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026

Penurunan tajam harga saham dan obligasi, menjegal tren pertumbuhan dana kelolaan industri. Masih bisa mekar di tengah dinamika pasar?

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos
| Selasa, 14 April 2026 | 11:24 WIB

Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin Boncos

Kebijakan WFH bisa mengurangi berbagai pengeluaran. Bagaimana cara agar pengeluaran tak jebol saat WFH? 

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026
| Selasa, 14 April 2026 | 10:33 WIB

Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026

Penyebab utama koreksi tentu saja perang Iran yang memicu kenaikan harga energi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 15% di  Maret 2026.

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!
| Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB

Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!

Fokus utama emiten saat ini bukan lagi memburu pertumbuhan yang meroket, melainkan mempertahankan pangsa pasar.

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat
| Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB

Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih Sehat

Prospek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.​

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan
| Selasa, 14 April 2026 | 08:23 WIB

Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap Cuan

Sejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini​. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar
| Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB

Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham Berdebar

Kekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.​

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO
| Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB

Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTRO

Prospek jangka menengah dan panjang PT Petrosea Tbk (PTRO) terjaga berkat deretan kontrak jangka panjang bernilai jumbo.

INDEKS BERITA

Terpopuler