Koin Meme Lebih Menarik Untuk Trading Jangka Pendek

Jumat, 15 Oktober 2021 | 05:45 WIB
Koin Meme Lebih Menarik Untuk Trading Jangka Pendek
[]
Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aset kripto meme kembali muncul ke permukaan. Setelah Dogecoin (DOGE) meroket di awal tahun ini. Ada tiga aset kripto meme berkapitalisasi pasar besar.

Dogecoin memiliki kapitalisasi pasar US$ 31 miliar, Shiba Inu mencapai US$ 11 miliar, dan Dogelon Mars mencapai US$ 142 juta. Bahkan, Dogecoin dan Shiba Inu adalah aset kripto di jajaran 20 kapitalisasi market terbesar. Saat ini Dogecoin menempati posisi 10, dan Shiba Inu di posisi 18.

CEO Triv, Gabriel Rey, melihat, koin ini secara fundamental tidak ada yang mendukung. Tapi menurut CEO Digitalexchange.id, Duwi Sudarto Putra, koin meme ini bisa dimanfaatkan untuk mencari keuntungan dan trading jangka pendek. Sebab menurut dia, koin meme tidak memiliki utilitas dan risikonya cukup besar. "Bahkan Elon Musk sempat berkata di suatu acara bahwa koin tersebut hanya untuk bersenang-senang," kata Duwi.

Baca Juga: Ingin investasi aset kripto meme? Ini yang perlu dipertimbangkan

Naik turunnya koin meme ini hanya didukung dari komunitas tiap koin. Bahkan, Duwi melihat, koin ini hanya koin pump and dump, karena sifatnya high risk high return. Untuk berinvestasi di aset ini harus dipikirkan matang. Sebab DOGE ini mudah ditambang dan suplai dari koin ini tidak terbatas karena setiap tahunnya akan muncul 5,26 miliar DOGE.

Duwi juga melihat sentimen yang akan mempengaruhi koin ini hanya fear of missing out (FOMO). Karena itu, Gabriel menyarankan untuk selalu mengikuti wave, kalau mau scalping koin ini sebaiknya beli sebentar terus jual lagi.

Untuk SHIB, Gabriel memandang, fungsinya sebagai koin komunitas tidak mau keluar budget untuk membayar apapun, murni dari komunitas Gabriel melihat koin meme ini masih belum ada kegunaan yang pasti. Tebakan dia , koin meme ini akan seperti saham gamestock ketika ritel sudah tidak ada, nilainya akan turun.

[Baca Juga: Dapat koin gratis buat belanja, ini kode redeem Roblox Squid Game X Oktober 2021

Bagikan

Berita Terbaru

Strategi Reksadana: Adaptif dengan Reksadana Campuran
| Kamis, 01 Januari 2026 | 21:43 WIB

Strategi Reksadana: Adaptif dengan Reksadana Campuran

Di tengah ketidakpastian bursa dan potensi penurunan suku bunga yang lebih terbatas di 2026 reksadana campuran adalah alternatif menarik.

Menengok Karier Litta Indriya Ariesca, dari Analis Bisnis Hingga Jadi Dirut Elnusa
| Kamis, 01 Januari 2026 | 21:22 WIB

Menengok Karier Litta Indriya Ariesca, dari Analis Bisnis Hingga Jadi Dirut Elnusa

Litta Indriya Ariesca mengawali karier profesionalnya sebagai Business Analyst di Addisson Griffitts Consultant di Inggris hingga 2001.

Optimistis Kinerja Kuartal IV-2025 Membaik, BLTZ Siapkan Strategi di 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 19:41 WIB

Optimistis Kinerja Kuartal IV-2025 Membaik, BLTZ Siapkan Strategi di 2026

Beberapa inisiatif yang dijalankan BLTZ antara lain peluncuran merchandise eksklusif, hingga pembaruan menu F&B yang lebih variatif.

Rencana Pengurangan Produksi Nikel Pemerintah Bisa Bikin Saham MBMA Merekah
| Kamis, 01 Januari 2026 | 19:15 WIB

Rencana Pengurangan Produksi Nikel Pemerintah Bisa Bikin Saham MBMA Merekah

Pemangkasan produksi bijih nikel ke 250 juta ton pada 2026 jadi katalis positif bagi MBMA. Analis rekomendasikan buy di 560-570, target price 660.

Sempat Jadi Top Gainer Akhir Tahun, ADMR Diuntungkan Sentimen Smelter
| Kamis, 01 Januari 2026 | 18:52 WIB

Sempat Jadi Top Gainer Akhir Tahun, ADMR Diuntungkan Sentimen Smelter

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk adalah pemain batubara metalurgi (coking coal), bukan batubara energi sehingga sentimennya jauh lebih positif.

Analis Ungkap Peluang Rebound Saham BKSL di Tahun 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 17:59 WIB

Analis Ungkap Peluang Rebound Saham BKSL di Tahun 2026

Saham BKSL tunjukkan sinyal rebound akhir 2025. Analis Maybank, MNC, dan Mandiri Sekuritas proyeksi target 150-198 dengan support kunci 131-134.

Tren Emas Bullish, Saham ARCI Masih Terhalang Tekanan Jual
| Kamis, 01 Januari 2026 | 14:00 WIB

Tren Emas Bullish, Saham ARCI Masih Terhalang Tekanan Jual

Pertumbuhan laba per saham (EPS Growth) ARCI tercatat melonjak tajam hingga 849,7% pada tahun 2025 kemarin.

Baru Mulai Fase Ekspansi, Tahun 2026 Kinerja CBDK Masih Akan Terkoreksi
| Kamis, 01 Januari 2026 | 12:00 WIB

Baru Mulai Fase Ekspansi, Tahun 2026 Kinerja CBDK Masih Akan Terkoreksi

Bahana Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 13.100 untuk saham CBDK dari sebelumnya Rp 13.700 per saham.

Rilis Film Baru Bakal Menopang Prospek Kinerja CNMA Cemerlang di Tahun 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 10:21 WIB

Rilis Film Baru Bakal Menopang Prospek Kinerja CNMA Cemerlang di Tahun 2026

Melalui kenaikan harga tiket rata-rata serta belanja makanan dan minuman (F&B) per penonton, menjadi penopang utama kinerja CNMA.

Menakar Prospek Saham dan Kinerja PGAS Tahun 2026
| Kamis, 01 Januari 2026 | 08:00 WIB

Menakar Prospek Saham dan Kinerja PGAS Tahun 2026

Kontribusi LNG yang saat ini sekitar 11% diproyeksikan melonjak hingga 24% pada FY26F, kondisi yang berpotensi memicu tantangan baru.

INDEKS BERITA

Terpopuler