Berita Bisnis

Kompensasi PLN ke Konsumen Membengkak

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 07:29 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai kompensasi yang harus dibayar oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN kepada pelanggan yang terkena dampak pemadaman listrik massal berpotensi membengkak.

Senior Executive Vice President Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN Yuddy Setyo Wicaksono mengatakan, berdasarkan perhitungan final yang telah dilakukan PLN, ada sebanyak 22,1 juta pelanggan yang terpapar blackout.

Jumlah itu setara dengan 30,37% dari total pelanggan PLN yang sebanyak 72,7 juta pelanggan.

Dari jumlah pelanggan itu, kompensasi yang harus ditunaikan PLN diperkirakan naik menjadi Rp 865 miliar.

Jumlah itu bertambah dari perkiraan awal sebanyak 21,9 juta pelanggan dan nilai kompensasi sebesar Rp 839 miliar.

"Kisarannya bertambah setelah kami memasukkan seluruh pelanggan, termasuk pelanggan baru sampai dengan tanggal 3 Agustus 2019," kata Yuddy kepada KONTAN, Jumat (9/8).

Namun, Yuddy enggan berkomentar banyak soal dari mana sumber pendanaan untuk membayar kompensasi tersebut.

Yang jelas, PLN memastikan akan menjalankan kewajibannya sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 27/2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan (TMP).

Kompensasi rekening Agustus

Yuddy mengatakan, pemberian kompensasi akan dilakukan pada September 2019 dengan memperhitungkan rekening pemakaian listrik pelanggan pada Agustus 2019.

"Itu untuk pascabayar. Untuk prabayar, akan diberikan token tambahan pada saat pelanggan membeli token, juga pada September," jelasnya.

Vice President Public Relation PLN Dwi Suryo Abdullah menambahkan, komitmen untuk memberi kompensasi akibat tidak memenuhi TMP bukan hanya ditunaikan saat terjadi blackout. Dwi menyebut, setiap bulan, PLN selalu menganggarkan dana untuk pembayaran kompensasi akibat tidak memenuhi TMP.

PLN tidak menduga akan terjadi blackout yang berdampak luas.

"Jadi kompensasi TMP bukan karena padam pada 4 Agustus 2019 saja, namun setiap bulan, kami menyiapkan anggaran. Kebetulan kali ini yang terkena dampak padam lebih dari lima jam, maka anggaran yang dibayarkan cukup besar," aku Dwi.

Bisa jauh lebih besar

Halaman   1 2
Reporter: Ika Puspitasari, Ridwan Nanda Mulyana
Editor: