KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 berisiko kembali tertekan. Kali ini, tekanan datang dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, baik melalui harga minyak mentah maupun nilai tukar rupiah.
Para ekonom mengingatkan, kombinasi kedua faktor tersebut bisa memperlebar defisit fiskal secara signifikan jika tidak diantisipasi dengan kebijakan yang tepat.
