Konflik Timur Tengah Memanas, Rupiah Berpotensi Tertekan Lagi

Senin, 06 April 2026 | 06:00 WIB
Konflik Timur Tengah Memanas, Rupiah Berpotensi Tertekan Lagi
[ILUSTRASI. Rupiah ditutup menguat 0,50 persen (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)]
Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah diperkirakan masih akan melanjutkan tren pelemahan pada awal pekan ini akibat tensi geopolitik global yang masih panas. Pekan lalu rupiah lagi-lagi terperosok ke atas level Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada Kamis (2/4), kurs rupiah melemah 0,11% menjadi Rp 17.002 per dolar AS. Kurs rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) pun turun 0,08% menjadi Rp 17.015 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai, rupiah dan mata uang regional hingga global kompak tertekan seiring penguatan tajam dolar AS yang didorong oleh meningkatnya sentimen risk off di pasar keuangan.

Baca Juga: Rupiah Tembus 17.000 per Dolar AS, Pemerintah Bertanggung Jawab Jaga Fiskal

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Mega Perintis (ZONE) Lebih Selektif dalam Ekspansi Gerai
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 05:20 WIB

Mega Perintis (ZONE) Lebih Selektif dalam Ekspansi Gerai

ZONE berhati-hati untuk ekspansi, mengingat kondisi makroekonomi di dalam negeri juga belum stabil dan daya beli masyarakat masih fluktuatif.

Krakatau Steel (KRAS) Intip Peluang Genjot Penjualan Baja
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:20 WIB

Krakatau Steel (KRAS) Intip Peluang Genjot Penjualan Baja

Konsumsi baja Indonesia saat ini masih berada di kisaran 65 kg per kapita per tahun. Angka ini masih tertinggal dibandingkan negara Asia Tenggara.

OJK Perketat Aturan Main Bisnis Sekuritas
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:15 WIB

OJK Perketat Aturan Main Bisnis Sekuritas

Regulator mengatur pengelompokan kegiatan usaha Perusahaan Efek (PEKU) ke dalam tiga kelas, yakni PEKU 1, PEKU 2, dan PEKU 3. 

Efek Gulir Ekonomi Piala Dunia
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 04:00 WIB

Efek Gulir Ekonomi Piala Dunia

Dari semua sektor bisnis yang terdampak dari ajang Piala Dunia tersebut, layanan OTT diprediksi bakal mendapatkan porsi cuan terbesar.

Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split
| Jumat, 22 Mei 2026 | 14:38 WIB

Saham RMK Energy (RMKE) Masih Menarik pasca Stock Split

Beda dengan mayoritas emiten batubara yang bergantung langsung pada harga komoditas, RMKE bergerak di sektor jasa logistik batubara terintegrasi.

Melihat Indonesia Pasca Disalip Singapura Sebagai Bursa Terbesar ASEAN
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:38 WIB

Melihat Indonesia Pasca Disalip Singapura Sebagai Bursa Terbesar ASEAN

Capital outflow asing sejak awal tahun telah mencapai lebih dari Rp 51 triliun, turut menekan IHSG dan meningkatkan volatilitas pasar domestik.

Ambruk 8 Hari Beruntun, IHSG Rentan Menjebol 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:29 WIB

Ambruk 8 Hari Beruntun, IHSG Rentan Menjebol 6.000, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Analis memperkirakan, IHSG hari ini masih dalam tren melemah. Bahkan ada potensi menjebol level 6.000.

Menggali Potensi Kakao Premium
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:11 WIB

Menggali Potensi Kakao Premium

"BPDP juga telah mengalokasikan pendanaan untuk mendukung sarana dan prasarana pascapanen serta pengolahan kakao

SNI Wajib untuk Produk Baja Mulai Diberlakukan
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:07 WIB

SNI Wajib untuk Produk Baja Mulai Diberlakukan

Industri menyambut baik penerapan SNI wajib untuk produk baja dan besi karena bisa meningkatkan daya saing

Swasta Siap Menggarap Proyek PLTS
| Jumat, 22 Mei 2026 | 07:02 WIB

Swasta Siap Menggarap Proyek PLTS

APLSI memberikan sejumlah catatan terhadap proyek ambisius yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun tersebut

INDEKS BERITA