Kredit Mengalir Deras, Laba Mandiri Naik

Selasa, 30 April 2019 | 06:46 WIB
Kredit Mengalir Deras, Laba Mandiri Naik
[]
Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) berhasil membukukan kinerja positif di kuartal pertama tahun ini. Emiten bank anggota indeks Kompas100 itu, berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 7,2 triliun. Tumbuh 23,4% dibandingkan dengan posisi kuartal pertama tahun lalu senilai Rp 5,9 triliun.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar 12,4% menjadi Rp 790,5 triliun hingga akhir Maret 2019. "Dari total penyaluran kredit tersebut, penyaluran kredit produktif tercatat sebesar Rp 522,6 triliun atau setara 76,3% dari portofolio kredit bank only," ungkap Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri dalam paparan kinerja, Senin (29/4) .

Rinciannya, kredit modal kerja sebesar Rp 295,8 triliun atau tumbuh 7,0% dan kredit investasi mencapai Rp 226,7 triliun yang naik 13,6% dibandingkan periode sebelumnya.

Siddik menambahkan laju kredit perseroan ini, terutama juga ditopang oleh segmen kredit korporasi yang memiliki pertumbuhan mencapai 17,9% dengan realisasi mencapai Rp 301,9 triliun.

Dari segmen ini, sektor industri infrastruktur menyumbang kontribusi paling besar. Tercatat hingga Maret 2019, Bank Mandiri berhasil menyalurkan kredit infrastruktur senilai Rp 177,8 triliun dengan pertumbuhan 29,5% .

Sementara subsektor infrastruktur jalan memiliki pertumbuhan yang paling signifikan sebesar 81% mencapai sekitar Rp 17,7 triliun. "Tak hanya secara individu, komitmen kami dalam mendukung percepatan penyediaan infrastruktur ini juga telah direalisasikan melalui kerjasama sindikasi pembiayaan dengan lembaga keuangan lain," sambung Siddik.

Tercatat, sampai dengan Maret 2019, Bank Mandiri telah menyalurkan kredit sindikasi sebesar Rp 66,7 triliun. Nilai itu secara tahunan berhasil tumbuh 37,6%.

Selain segmen korporasi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi penopang pertumbuhan kredit. Tercatat kredit segmen mikro tumbuh 24,4% menjadi Rp 106,5 triliun. Sedangkan segmen UKM tumbuh 8% menjadi Rp 55,1 triliun.

Direktur bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan, adalah segmen small medium enterprise (SME) sudah mengalami pertumbuhan "Ini salah satu upaya konsolidasi berkesinambungan, mengingat dua tahun lalu segmen SME ini tumbuh negatif. Kondisi tersebut menunjukkan pertumbuhan kredit kami sudah on track," kata Hery.

Bank Mandiri juga optimistis, hingga akhir tahun kinerja akan semakin membaik seiring perbaikan kondisi ekonomi dalam negeri.

Bagikan

Berita Terbaru

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:31 WIB

Menakar Daya Tarik Obligasi ESG: Menimbang Return dan Feel Good

Obligasi bertema ESG dan keberlanjutan akan meramaikan penerbitan surat utang di 2026. Bagaimana menakar daya tariknya?

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:29 WIB

Dharma Polimetal (DRMA) Produksi Baterai Motor Listrik

Strategi tersebut ditempuh melalui penguatan kapabilitas manufaktur, diversifikasi produk bernilai tambah, serta integrasi ekosistem bisnis.

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi
| Senin, 09 Februari 2026 | 07:23 WIB

Pebisnis Minta Kepastian Izin Impor Daging Sapi

Para pelaku usaha tengah menantikan kepastian izin impor yang belum terbit. Padahal, saat ini sudah melewati waktu proses.

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:50 WIB

Kebijakan Pemerintah Jadi Sorotan, Dampak Buruknya ke Pasar SBN

Investor asing mencatat jual neto Rp 2,77 triliun di SBN. Tekanan jual ini diprediksi berlanjut hingga Kuartal I 2026. Pahami risikonya.

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:30 WIB

Prospek Kredit Perbankan Akan Lebih Bergairah

​Didorong penurunan suku bunga dan program pemerintah, OJK dan BI memproyeksikan kredit perbankan tumbuh hingga dua digit tahun ini,

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:15 WIB

Nasib Rupiah Awal Pekan: Tertekan Isu Domestik & Global

Rupiah melemah hingga 16.887 per dolar AS. Cari tahu alasan di balik tekanan Moodys dan data ketenagakerjaan AS yang memicu gejolak

Korupsi Pajak
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:10 WIB

Korupsi Pajak

Membersihkan institusi perpajakan bukan sekadar agenda antikorupsi, melainkan prasyarat menjaga kepercayaan pasar.

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:05 WIB

Peringatan Beruntun dari Lembaga Asing Jadi Tekanan IHSG Pekan Ini

Penurunan peringkat IHSG memperkuat persepsi bahwa daya tarik pasar domestik di mata investor global sedang menurun

Saham Poultry: Momentum Ramadan Dongkrak Laba, Tapi Ada Ancaman!
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB

Saham Poultry: Momentum Ramadan Dongkrak Laba, Tapi Ada Ancaman!

Permintaan tinggi saat Ramadan diprediksi untungkan emiten unggas. Namun, kenaikan harga bungkil kedelai dan kebijakan impor baru jadi tantangan

Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS
| Senin, 09 Februari 2026 | 06:00 WIB

Intervensi Danantara Akan Mendorong Produksi KRAS

PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menjadi salah satu emiten yang mendapat berkah dari proyek Danantara Indonesia

INDEKS BERITA

Terpopuler