Kredit Sektor Manufaktur dan Perdagangan Berpotensi Tertekan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Prospek sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan yang sensitif terhadap biaya produksi dan logistik akan menantang tahun ini, di tengah eskalasi perang yang konflik geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini diperkirakan bisa menekan permintaan kredit di kedua sektor tersebut dan menurunkan kualitas asetnya.
Padahal, outstanding kredit kedua sektor tersebut lesu sejak tahun lalu hingga awal 2026 ini, sebelum dampak konflik Timur Tengah terlihat. Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit industri pengolahan dan sejenisnya per Februari tumbuh 6,22% secara tahunan jadi Rp 1.259,7 triliun, stagnan dari 2025 yang juga naik 6,2% di Desember 2025..
