Kredit Sindikasi Masih Berpotensi Tumbuh

Senin, 16 Oktober 2023 | 06:15 WIB
Kredit Sindikasi Masih Berpotensi Tumbuh
[ILUSTRASI. Kredit sindikasi perbankan untuk pembangunan pabrik pupuk Pusri-IIIB.]
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit sindikasi sepanjang tahun 2023 berjalan masih lesu. Capaiannnya bahkan lebih rendah dibandingkan pencapaian di periode yang sama tahun lalu. Kendati begitu, beberapa bank optimistis partisipasi mereka dalam kredit sindikasi tahun ini bisa tumbuh.

Mengacu pada Bloomberg League Table Reports, kesepakatan kredit sindikasi dari awal tahun hingga 13 Oktober 2023 baru mencapai 51 proyek, dengan nilai US$ 21,74 miliar atau turun 2,1% secara tahunan. Ada 59 bank bertindak sebagai mandated lead arranger (MLA) dalam kesepakatan tersebut. 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Pembagian Dividen Jadi Pelipur Lara Saat Pasar Anjlok
| Selasa, 19 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pembagian Dividen Jadi Pelipur Lara Saat Pasar Anjlok

Pasar saham bergejolak, tapi peluang cuan dividen tetap ada. Analis merekomendasikan saham dengan pertumbuhan laba solid.

Dari Rebalancing MSCI ke Redupnya Pasar Saham
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:42 WIB

Dari Rebalancing MSCI ke Redupnya Pasar Saham

Kepercayaan investor jadi kunci pasar modal. Apakah bobot indeks yang turun perlahan akan hilangkan potensi besar Indonesia?

GOTO dan TLKM Siapkan Buyback Jumbo, Bisakah Harga Kembali Naik?
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:24 WIB

GOTO dan TLKM Siapkan Buyback Jumbo, Bisakah Harga Kembali Naik?

Harga saham big cap tertekan, GOTO dan TLKM siap gelontorkan dana triliunan untuk buyback. Pahami strategi dan potensi dampaknya

Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:22 WIB

Alih-Alih Menenangkan, Komunikasi Prabowo Soal Rupiah Bikin Kondisi Kian Runyam

Kredibilitas adalah aset berharga yang dibangun berpeluh-peluh selama bertahun-tahun, namun rentan tergerus habis hanya dalam hitungan minggu.

Hasil Merger Mulai Mendorong Kinerja Operasional EXCL
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:21 WIB

Hasil Merger Mulai Mendorong Kinerja Operasional EXCL

Analis pertahankan rekomendasi beli EXCL dengan target Rp 3.700. Cek proyeksi pendapatan dan EBITDA yang jadi dasar kenaikan harga.

Waspada, Pasar Memasuki Krisis Kepercayaan Serius, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:18 WIB

Waspada, Pasar Memasuki Krisis Kepercayaan Serius, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kejatuhan IHSG hingga ke  6.599 bukan cuma koreksi biasa, cerminan  pasar sedang memasuki fase krisis kepercayaan yang cukup serius.

Risiko Investasi Melejit, Investor Makin Hati-hati
| Selasa, 19 Mei 2026 | 07:00 WIB

Risiko Investasi Melejit, Investor Makin Hati-hati

Persepsi risiko investasi RI melonjak. Pelemahan rupiah dan kekhawatiran fiskal picu IHSG anjlok. Cek proyeksi SBN bisa sentuh 7%!

Hilirisasi Sapi Perah Menghadapi Banyak Tantangan
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:57 WIB

Hilirisasi Sapi Perah Menghadapi Banyak Tantangan

Peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah dinilai menjadi kunci dalam mendorong pasokan susu nasiona

Pebisnis Menanti Kredit Murah untuk Mesin
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:51 WIB

Pebisnis Menanti Kredit Murah untuk Mesin

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah akan memberikan kredit berbunga rendah melalui LPEI.

 Hedging untukMenyiasati Koreksi Rupiah
| Selasa, 19 Mei 2026 | 06:47 WIB

Hedging untukMenyiasati Koreksi Rupiah

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdampak pada banyak sektor industri di dalam negeri

INDEKS BERITA

Terpopuler