Krisis Cip Mengusik Biaya Produksi Vendor
KONTAN.CO.ID - Jakarta. Persaingan merek ponsel pintar dan laptop diperkirakan makin ketat di tengah tekanan biaya komponen memori, terutama cip atau dynamic random-access memory (DRAM), yang pasokannya masih terbatas. Sementara itu, pasokan penyimpanan data secara permanen, seperti NAND dan solid-state drive (SSD), juga mulai mengetat pada sejumlah segmen.
Kondisi ini terjadi karena produsen cip mengalokasikan kapasitas produksi lebih besar untuk kebutuhan server dan artificial intelligence (AI). Akibatnya, ruang produksi untuk memenuhi kebutuhan memori perangkat konsumen menjadi semakin terbatas.
Baca Juga: Kala Teknologi ala Iron Man Merambah Industri
