Kuartal III-2025 Penjualan Dinilai Sepi, Pemulihan Mitra Adiperkasa (MAPI) Lambat

Jumat, 03 Oktober 2025 | 19:56 WIB
Kuartal III-2025 Penjualan Dinilai Sepi, Pemulihan Mitra Adiperkasa (MAPI) Lambat
[ILUSTRASI. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) pada Senin (30/6/2025).]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Walaupun pemulihan kinerja PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) melambat tahun ini, namun prospek kinerja Perseroan masih dinilai atraktif.

Walau mencatat pertumbuhan pada segmen pendapatan dan laba bersih di paruh pertama 2025, tren kinerja same store sales growth (SSSG) masih negatif alias turun 1,7% year on year (YoY).



Menilik pergerakan sahamnya, sepanjang tahun berjalan 2025 alias year to date (YtD), harga saham MAPI berada dalam zona merah dan sudah terkoreksi 15,07%. Pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (2/10), harga saham MAPI menguat 1,32% ke level Rp 1.155. Adapun kapitalisasi pasar tercatat senilai Rp 18,9 triliun dengan free float 48,6%.

Dalam sebulan terakhir, investor asing mencatat pembelian saham MAPI sebanyak Rp 306 miliar dan penjualan sebanyak Rp 333 miliar, dus menghasilkan net sell senilai Rp 27 miliar.

Lebih lanjut, capaian SSSG yang dicapai MAPI tersebut meleset dari apa yang dibidik oleh manajemen yakni sebesar satu digit lebih rendah. BRI Danareksa Sekuritas dalam riset terbaru yang tayang Kamis (2/10) menyebutkan momentum pertumbuhan MAPI memang akan lebih banyak ditopang oleh pembukaan toko baru dibandingkan dengan kinerja SSSG.

Asal tahu saja, selain di paruh pertama 2025 ini, terakhir kali MAPI mencatat kinerja SSSG negatif adalah di tahun 2016 yang diakibatkan oleh penutupan gerai bisnis perusahaan dengan pemulihan yang baru terjadi pada 2018. Pada momen Covid 19, hal yang sama juga terjadi, namun momen tersebut tidak dipertimbangkan.

Melihat catatan historis ini, BRI Danareksa Sekuritas berkesimpulan bahwa pemulihan kinerja SSSG yang negatif, juga akan memakan waktu lebih lama sebelum MAPI bisa kembali ke performa primanya.

Baca Juga: Ada Kabar, Entitas di Singapura Bersiap Mencaplok Saham MAPI

Di sisi lain, manajemen MAPI juga turut menyorot kinerja di segmen fesyen premium pada Juli 2025, sedangkan penjualan Agustus 2025 kinerja ditopang oleh promosi "Buy1Get1" di beberapa brand andalannya.

"Mengingat kuartal III-2025 biasanya menjadi musim lemah bagi MAPI dan fokus manajemen pada konsolidasi, kami memperkirakan pertumbuhan penjualan moderat terjadi di kuartal III-2025, lalu meningkat lebih kuat di kuartal IV-2025," urai Analis BRI Danareksa Sekuritas Christy Halim dan Sabela Nur Amalina dalam riset yang dikutip KONTAN, Kamis (2/10).



Senada, Kepala Riset Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyebutkan bahwa kinerja MAPI di kuartal III biasanya memang sepi. Ditambah dengan pelemahan daya beli masyarakat kelas menengah- menengah atas, membuat pemulihan alias recovery kinerja MAPI bisa melambat.

"Selain itu, pelemahan rupiah membuat beban impor barang branded naik, margin bisa tertekan. Tidak hanya faktor musiman tetapi ini kombinasi daya beli dan biaya yang membuat kinerja MAPI agak berat di tahun 2025 ini," jelas Wafi.

Dia masih melihat adanya sentimen positif untuk mendorong kinerja MAPI yakni adanya momentum libur Natal dan Tahun Baru yang jatuh di kuartal IV, yang secara historis biasanya menjadi momen musiman tertinggi bagi MAPI.

Selanjutnya, tren gaya hidup masyarakat urban serta brand global yang kuat di segmen MAPI jugabisa menjadi bahan bakar bagi Perseroan untuk pulih.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:10 WIB

Bitcoin Dibalap Altcoin di Juli, Pasar Kripto Masih Bertenaga di Agustus?

Dominasi bitcoin yang masih berada di kisaran 58%-60% membuat reli altcoin diperkirakan belum akan berlangsung merata.

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:08 WIB

Kinerja Emiten Susu Moncer, Pemangkasan MBG Bakal Jadi Ujian di Semester II

Persoalan serius datang dari wacana BGN yang mengusulkan agar susu bermerek tidak lagi menjadi pemasok dalam program MBG.

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:06 WIB

Infrastruktur Dongkrak Kredit Konstruksi

Belanja modal korporasi dan proyek pemerintah menopang lonjakan pembiayaan konstruksi.                  

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Pemerintah Guyur Subsidi Mobil Listrik hingga 40%

Presiden Prabowo akan segera mengumumkan paket stimulus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Pendapatan dan Laba HRUM Melejit Dua Digit

Emiten pertambangan batubara ini meraih pertumbuhan positif dari sisi top line dan bottom line di semester I-2026.

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Impor Perlebar Defisit Transaksi Berjalan

Defisit transaksi berjalan tahun ini diperkirakan bisamelebar hingga 2% dari produk domestik bruto (PDB)

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Penjualan Segmen Herbal Turun, Laba Bersih SIDO Merosot 44%

Emiten produsen jamu Tolak Angin ini meraup penjualan Rp 1,47 triliun per akhir Juni 2026, turun 21% secara tahunan.

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 08:02 WIB

Segmen Pakan Ternak Dorong Laba CPIN Tumbuh 95% Pada Semester I-2026

Di semester I-2026, CPIN mencetak laba bersih Rp 3,7 triliun, melonjak hampir dua kali lipat atau sekitar 95,13% yoy. ​

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Menyaring Tambahan Anggaran Jumbo K/L

Kementerian Pertahanan, Pekerjaan Umum, dan Polri usulkan tambahan anggaran paling besar            

Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba
| Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:52 WIB

Emiten Grup Merdeka Bersiap Memanen Laba

Realisasi operasional menjadi sinyal positif kinerja keuangan emiten Grup Merdeka pada semester I-2026. ​

INDEKS BERITA

Terpopuler