Kupon Tipis, Penjualan SBR010 Mencetak Rekor Baru

Rabu, 21 Juli 2021 | 06:30 WIB
Kupon Tipis, Penjualan SBR010 Mencetak Rekor Baru
[]
Reporter: Achmad Jatnika | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Savings bond ritel seri SBR010 laris manis. Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) menetapkan penjualan obligasi ritel non tradable ini mencapai Rp 7,5 triliun, Senin (19/7). 

Direktur Surat Utang Negara DJPPR Kemenkeu Deni Ridwan menyebut,  penerbitan SBR010 ini memecahkan rekor untuk SBN ritel non-tradeable, baik dari nominal maupun jumlah investor. Ada 9.068 investor baru, atau 38,9% dari total 23.337 investor yang berinvestasi di SBR010.

Sekadar mengingatkan, SBR010 mematok bunga mengambang BI 7-day reverse repo rate ditambah spread 160 basis poin. Dengan bunga acuan Bank Indonesia (BI) 3,5%, maka kupon yang diberikan SBR010 sebesar 5,10%.

Kupon tersebut lebih rendah dari seri sebelumnya. SBR009 yang dirilis Februari 2020 lalu, menawarkan kupon minimal 6,3%.

Obligasi ritel ini antara lain laris-manis di Bank Central Asia (BCA). Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F. Haryn bilang, penjualan tercatat lebih dari Rp 2 triliun.

BCA mencatat pembelian dilakukan oleh 7.500 investor yang berasal dari seluruh kalangan. "Kami melihat SBR010 juga banyak diminati oleh kalangan milenial,” kata Hera, Senin (20/6).

Menurut dia, potensi obligasi jenis SBR masih besar karena memiliki kupon floating with floor. Apalagi dengan potensi kenaikan bunga di tahun depan.

Bank Mandiri juga merasakan antusiasme nasabah dengan penjualan hingga mencapai Rp 1,27 triliun. Dari 2.515 investor, sebanyak 696 merupakan investor baru.

"Investor sangat antusias, mengingat ada penurunan bunga deposito," kata Asri Natanegeri, Department Head Wealth Product Bank Mandiri. Dibandingkan dengan SBR009, permintaan kali ini lebih tinggi 4,23 kali.

Sekadar memberi gambaran, berdasarkan data pasar KONTAN Jumat (16/7), bunga deposito berjangka rupiah dengan rata-rata tiga bulan berada di 3,8%.

Direktur Konsumer Bank Rakyat Indonesia Handayani mengatakan bahwa penjualan total SBR010 di BRI mencapai Rp 1,02 triliun, naik 497% dibandingkan dengan SBR009 yang kala itu penjualan mencapai Rp 205,6 miliar.

Jumlah investor juga naik tiga kali lipat “Antusiasme luar biasa karena penjualan SBR10 merupakan bagian dari kontribusi membantu dan mendorong pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Handayani.

Sementara Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan penjualan Rp 805 miliar, melebihi target indikasi. "Pembelian SBR010 di BNI mencapai 2.005 investor. Sekitar 30% di antaranya belum pernah memiliki obligasi atau pembeli baru," kata Wakil Pemimpin Divisi Wealth Management BNI Teddy Satriadi.

Bagikan

Berita Terbaru

SRTG Jual Lagi Kepemilikan di NRCA, Harga Saham dalam Tren Melemah
| Kamis, 22 Januari 2026 | 12:00 WIB

SRTG Jual Lagi Kepemilikan di NRCA, Harga Saham dalam Tren Melemah

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) kembali mengurangi kepemilikannya di emiten konstruksi PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA).

Sebelum Kabar Pencabutan Izin Martabe, Asing Sedang Akumulasi UNTR
| Kamis, 22 Januari 2026 | 10:36 WIB

Sebelum Kabar Pencabutan Izin Martabe, Asing Sedang Akumulasi UNTR

Manajemen Agincourt menegaskan menghormati setiap keputusan pemerintah, dan tetap menjaga hak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

OJK: Sebanyak 72% Pedagang Aset Keuangan Digital Masih Rugi
| Kamis, 22 Januari 2026 | 10:30 WIB

OJK: Sebanyak 72% Pedagang Aset Keuangan Digital Masih Rugi

Mayoritas pedagang aset keuangan digital (PAKD) di Indonesia masih menghadapi tekanan kinerja di sepanjang 2025. 

Terungkap, Alasan Indokripto (COIN) Belum Pakai Dana Hasil IPO Rp 220,58 miliar
| Kamis, 22 Januari 2026 | 10:24 WIB

Terungkap, Alasan Indokripto (COIN) Belum Pakai Dana Hasil IPO Rp 220,58 miliar

Manajemen PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memberikan klarifikasi terkait belum digunakannya dana dana hasil IPO.

Saham COIN Rontok di Awal 2026, Fundamental dan Prospek Jangka Panjang Masih Menarik
| Kamis, 22 Januari 2026 | 08:35 WIB

Saham COIN Rontok di Awal 2026, Fundamental dan Prospek Jangka Panjang Masih Menarik

Selain bagian dari strategi sell on news oleh investor, koreksi harga COIN tak lepas dari lesunya pasar aset kripto global. 

Pesan Pasar Saat Rupiah Anjlok : Purbaya dan Pemerintah Harus Lebih Prudent
| Kamis, 22 Januari 2026 | 08:21 WIB

Pesan Pasar Saat Rupiah Anjlok : Purbaya dan Pemerintah Harus Lebih Prudent

Sejak adanya kebijakan tersebut, sumber treasury tadi menyebut, investor di Singapura menganggap Indonesia tidak prudent.

Valuasi Saham 4 Bank Besar Berpotensi Pulih pada 2026, Simak Faktor Pendorongnya
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:46 WIB

Valuasi Saham 4 Bank Besar Berpotensi Pulih pada 2026, Simak Faktor Pendorongnya

Pertumbuhan laba bersih perbankan akan didorong oleh perluasan volume pinjaman, optimalisasi bauran pendanaan, dan pertumbuhan fee income.

Divestasi Saham NRCA, Saratoga Investama (SRTG) Kocok Ulang Portofolio Investasi
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:36 WIB

Divestasi Saham NRCA, Saratoga Investama (SRTG) Kocok Ulang Portofolio Investasi

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) melakukan kocok ulang portofolio investasinya di awal tahun 2026. 

Net Sell Sudah Tiga Hari Beruntun, IHSG Anjlok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:31 WIB

Net Sell Sudah Tiga Hari Beruntun, IHSG Anjlok, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Net sell sejak awal pekan ini, saat Prabowo mengajukan keponakannya, Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Laju Saham Properti Tertahan Suku Bunga BI
| Kamis, 22 Januari 2026 | 07:29 WIB

Laju Saham Properti Tertahan Suku Bunga BI

Usai Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan 4,75% dalam RDG Rabu (21/1), mayoritas saham emiten properti mengalami penurunan.

INDEKS BERITA

Terpopuler