KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan menguat.
Katalis positif datang dari International Monetary Fund atawa Dana Moneter Internasional (IMF) yang kembali menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi global.
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpotensi bergerak sideways dengan kecenderungan menguat.
Katalis positif datang dari International Monetary Fund atawa Dana Moneter Internasional (IMF) yang kembali menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi global.
Belum ada kabar gembira soal ekonomi domestik yang bisa menjadi katalis penopang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Tiga emiten menara telekomunikasi terbersar di Indonesia kompak mencetak pertumbuhan kinerja di sepanjang tahun 2025.
Mayoritas saham emiten emas berkilau dalam sepekan terakhir saat harga komoditas ini dalam tren melandai.
Negosiasi AS-Iran alot, Israel ikut menekan. Dinamika global bisa pengaruhi pergerakan IHSG hari ini.
Menjaga kinerja industri manufaktur dalam negeri harus fokus pada pasar domestik sebagai penopang utama.
Eskalasi konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Cari tahu emiten migas mana saja yang berpotensi cuan dari kondisi ini
Pemerintah seolah tidak punya ambisi besar untuk mempertahankan nilai rupiah yang terpuruk dalam imbas geopolitik.
BEI ambil langkah tegas demi kredibilitas pasar. 18 emiten bermasalah, termasuk 7 pailit, akan delisting. Cari tahu dampaknya!
Jumlah rekening valas melonjak tajam, namun nilai simpanannya hanya naik tipis karena didominasi nasabah ritel
Tren bisnis panel surya saat ini tengah mengalami peningkatan, sejalan membaiknya kesadaran pasar terhadap kebutuhan energi alternatif