Kurs Rupiah Hari Ini (13/4) Terdampak Data Inflasi Amerika

Rabu, 13 April 2022 | 03:25 WIB
Kurs Rupiah Hari Ini (13/4) Terdampak Data Inflasi Amerika
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rupiah berpotensi melemah pada perdagangan Rabu (13/4). Potensi inflasi Amerika Serikat (AS) yang meningkat membuat pamor dollar AS kian cemerlang. 

Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin mengatakan, data inflasi konsumen (CPI) Amerika Serikat  yang naik akan membuat dollar AS menguat. "Dollar indeks saat ini sudah di atas level 100. Penguatan ini ditopang membaiknya data AS dan antusias pasar atas langkah The Fed yang akan secara agresif mengambil kebijakan moneter," ucap Nanang. 

Baca Juga: Kurs Rupiah Masih Bisa Tertekan Pada Rabu (13/4)

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, inflasi AS Maret diperkirakan meningkat menjadi 1,2% secara bulanan dari bulan sebelumnya 0,8%. Dimana inflasi tahunan diperkirakan meningkat menjadi 8,4% year-on-year (yoy) dari 7,9% yoy. Lockdown di China dan Shanghai juga menjadi faktor pemberat bagi rupiah. 

Josua memperkirakan rupiah Rabu (13/4) akan di Rp 14.350 - Rp 14.450. Kalau proyeksi Nanang, rupiah akan di Rp 14.350 - Rp 14.400 per dollar AS.

Kurs rupiah di pasar spot Selasa (12/4) stagnan ke Rp 14.365. Sedangkan, kurs Jisdor menguat 0,04% ke Rp 14.364 per dollar AS. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah Pada Perdagangan Rabu (13/4)

Bagikan

Berita Terbaru

Bonus atau Beban?
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 06:10 WIB

Bonus atau Beban?

Bila pemerintah gagal menciptakan lapangan kerja yang memadai, tenaga kerja produktif tidak bisa jadi bonus demografi.

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 05:00 WIB

Perpres Transportasi Online Menunggu Aksi Merger GOTO dan Grab

Indikasi Peraturan Presiden soal transportasi online lebih condong menguntungkan para pengemudi online.

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:32 WIB

Rasio Pajak dan Cermin Keberanian Kekuasaan

Negara yang besar bukan negara yang pandai membuat target, melainkan negara yang berani menagih tanggung jawab dari yang paling mampu.

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:10 WIB

Dugaan Rekayasa dan Skema Ponzi DSI

DSI berhasil menghimpun dana masyarakat Rp 7,48 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 6,2 triliun sempat dibayarkan sebagai imbal hasil.

Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 04:00 WIB

Ramadan Menekan Bisnis Gadai Emas

Tekanan musiman masih membayangi gadai emas.                                                           

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif
| Jumat, 16 Januari 2026 | 11:00 WIB

Saham Prajogo Pangestu Mayoritas Melempem di Awal 2026, Investor Lebih Selektif

Saham afiliasi Prajogo Pangestu melemah di awal Januari 2026, Analisis menyebut kondisi ini dalam fase konsolidasi.

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham
| Jumat, 16 Januari 2026 | 09:13 WIB

United Tractors (UNTR) Hentikan Periode Buyback Saham

PT United Tractors Tbk (UNTR) menuntaskan pelaksanaan pembelian kembali saham alias buyback sejak 14 Januari 2026.

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:56 WIB

Bintang Cahaya Investment Resmi Jadi Pengendali Agro Yasa Lestari (AYLS)

Setelah merampungkan proses akuisisi saham, PT Bintang Cahaya Investment resmi jadi pengendali baru PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS). 

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:51 WIB

Menguat 1,55% Dalam Sepekan, Laju IHSG Ditopang Harga Komoditas

Dalam sepekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengakumulasi penguatan 1,55%.​ Faktor domestik dan global, jadi sentimen pendorong IHSG.

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO
| Jumat, 16 Januari 2026 | 08:43 WIB

Rencana Pemangkasan Komisi Aplikasi Bisa Menekan Kinerja GOTO

Wacana penurunan komisi tersebut berpotensi menekan kinerja keuangan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

INDEKS BERITA

Terpopuler