Kurs Rupiah Hari ini (19/8) Digerakkan Hasil Notulensi FOMC

Kamis, 19 Agustus 2021 | 05:10 WIB
Kurs Rupiah Hari ini (19/8) Digerakkan Hasil Notulensi FOMC
[]
Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpotensi bergerak konsolidasi pada Kamis (19/8). Ini karena pelaku pasar akan mewaspadai rilis notulen rapat FOMC.

Ekonom Bank Mandiri Reny Eka Puteri meyakini, rupiah akan mendapat katalis positif rilis data neraca dagang Indonesia. Tercatat, neraca dagang Juli surplus US$ 2,59 miliar. Menurut dia, ini akan menjadi sentimen yang menjaga rupiah tak terkoreksi dalam pada Kamis (19/8). 

Dari eksternal, pelaku pasar akan menanti notulen rapat FOMC dan pernyataan Jerome Powell. "Pasar akan melihat apakah akan ada sinyal perubahan pernyataan dari The Fed terkait arah kebijakan akomodatif," kata Reny.

Baca Juga: Wall Street bergerak datar, menanti FOMC Minutes

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo juga sepakat rilis notulen rapat petinggi The Fed akan mempengaruhi rupiah hari ini. "Pelaku pasar akan mencerna seperti apa pernyataan dan sikap The Fed terhadap kebijakan dan isu tapering mengingat, kasus Covid-19 varian Delta yang tengah melejit di AS. Sementara kasus serupa di Indonesia mulai berkurang karena keberhasilan PPKM," ujar dia, Rabu (18/8).

Hari ini, Sutopo memperkirakan, rupiah akan bergerak di Rp 14.345-Rp 14.410. Sedangkan, Reny memprediksi rupiah akan konsolidasi di Rp 14.356 - Rp 14.410. 

Rabu (18/8), kurs spot rupiah stagnan di Rp 14.373 per dollar AS. Sementara kurs referensi JISDOR turun tipis 0,01% di Rp 14.384 per dollar AS. 

Sutopo melihat, ini lantaran pelaku pasar sedang menjauhi aset berisiko dan beralih ke safe haven. Ini seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 varian delta di AS. 

Baca Juga: Investor wait and see, jumlah penawaran masuk pada lelang SUN turun

Bagikan

Berita Terbaru

Di Balik Rencana Arsari Kibarkan Bisnis Digital
| Minggu, 18 Januari 2026 | 12:51 WIB

Di Balik Rencana Arsari Kibarkan Bisnis Digital

Saat ekonomi global sarat tantangan, Arsari Group justru tancap gas untuk membangun bisnis infrastruktur digital.

 
Peta Baru Bisnis Teh usai Peracik Sariwangi Berganti
| Minggu, 18 Januari 2026 | 12:48 WIB

Peta Baru Bisnis Teh usai Peracik Sariwangi Berganti

Pergantian kepemilikan merek teh Sariwangi akan menandai babak baru industri teh Indonesia, di tengah ketatnya persaingan.

 
Peluang Cuan Padel: Pengusaha Raup Untung dari Jasa Sewa Raket Premium
| Minggu, 18 Januari 2026 | 12:44 WIB

Peluang Cuan Padel: Pengusaha Raup Untung dari Jasa Sewa Raket Premium

Olahraga padel tak hanya bikin sehat dan bikin dompet tebal. Setelah ramai sewa lapangan padel, kini ramai jasa penyewa.

Luka Etika Demokrasi
| Minggu, 18 Januari 2026 | 12:42 WIB

Luka Etika Demokrasi

Ingatan kolektif masyarakat Indonesia pendek dan kerap bekerja selektif. Peristiwa besar yang sempat mengguncang ruang publik perlahan pudar.

Utang Luar Negeri Dalam Tren Menurun
| Minggu, 18 Januari 2026 | 10:00 WIB

Utang Luar Negeri Dalam Tren Menurun

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), per akhir November 2025, ULN sebesar US$ 424,9 miliar, turun berturut-turut sejak Juni 2025.

Investasi Asing Tertahan, Domestik Jadi Bantalan
| Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00 WIB

Investasi Asing Tertahan, Domestik Jadi Bantalan

Realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 1.931,2 triliun, atau tumbuh 12,7% secara tahunan.

Punya Cuan Menarik, Investasi Jam Tangan Mewah Masih Diminati
| Minggu, 18 Januari 2026 | 06:17 WIB

Punya Cuan Menarik, Investasi Jam Tangan Mewah Masih Diminati

Minat untuk mengoleksi hingga investasi menjaga permintaan atas investasi jam tangan mewah di Indonesia

CYBR Akan Memperluas Jangkauan Pasar Keamanan Siber
| Minggu, 18 Januari 2026 | 06:13 WIB

CYBR Akan Memperluas Jangkauan Pasar Keamanan Siber

PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) membidik pendapatan lebih kuat dengan memperluas jangkauan ke berbagai negara

Prospek Bank Digital 2026: Kredit Diproyeksi tumbuh 11%, Sementara Laba Naik 5%
| Minggu, 18 Januari 2026 | 06:04 WIB

Prospek Bank Digital 2026: Kredit Diproyeksi tumbuh 11%, Sementara Laba Naik 5%

Sejumlah emiten bank digital mulai mencatatkan kenaikan harga disertai peningkatan volume transaksi, menandakan adanya akumulasi jangka pendek.

Halo Jane (HALO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit
| Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:10 WIB

Halo Jane (HALO) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit

Manajemen HALO menjalankan strategi efisiensi biaya secara berkelanjutan, khususnya pada cost of production

INDEKS BERITA