Kurs Rupiah Hari Ini (2/12) Ditopang Perbaikan Data Ekonomi

Jumat, 02 Desember 2022 | 04:30 WIB
Kurs Rupiah Hari Ini (2/12) Ditopang Perbaikan Data Ekonomi
[]
Reporter: Aris Nurjani | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Beberapa data ekonomi yang menunjukkan perbaikan membuat nilai tukar rupiah menguat. Tren ini akan berlanjut, Jumat (2/12). 

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, inflasi Indonesia yang mencapai 5,42%, turun dari 5,7% bulan sebelumnya, membuat kekhawatiran perlambatan ekonomi berkurang. "Selama ini rupiah melemah karena khawatir bunga BI naik agresif, ujar dia. 

Tapi Lukman menyarankan, investor mewaspadai potensi profit taking. Pelaku pasar akan memantau data eksternal, mulai data belanja personal dan manufaktur ISM AS. Investor juga akan menantikan data tenaga kerja AS pada Jumat.

Baca Juga: Rupiah Diprediksi Menguat Pada Perdagangan Jumat (2/12)

Pernyataan Gubernur Federal Reserve Jerome Powell yang akan memperlambat laju kenaikan suku bunga juga mendongkrak rupiah. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyebut, relaksasi lockdown di China juga menambah daya tahan pasar Asia. 

Hari ini (2/12), Josua memprediksi rupiah bergerak antara Rp 15.475-Rp 15.575 per dollar AS. Prediksi Lukman, rupiah bergerak di Rp 15.500-Rp 15.625 per dollar AS. 

Kemarin, kurs spot rupiah menguat 1,07% jadi Rp 15.563 per dollar AS. Kurs JISDOR naik 0,79% ke Rp 15.617 per dollar AS.

Baca Juga: Rupiah Gagal Memanfaatkan Pelemahan Dolar AS Sepanjang November 2022

Bagikan

Berita Terbaru

Kinerja Emiten di Kawasan Industri Bervariasi
| Kamis, 09 April 2026 | 07:59 WIB

Kinerja Emiten di Kawasan Industri Bervariasi

Emiten kawasan industri mencetak kinerja beragam di sepanjang 2025. Hal ini dipengaruhi siklus penjualan lahan dan struktur sumber pendapatan.

Laba Emiten Menara Kompak Melesat, Guyuran Cuan Fiber Optik Sukses Jadi Juru Selamat!
| Kamis, 09 April 2026 | 07:57 WIB

Laba Emiten Menara Kompak Melesat, Guyuran Cuan Fiber Optik Sukses Jadi Juru Selamat!

Kokohnya pertumbuhan laba emiten menara seperti TBIG, TOWR, dan MTEL didorong oleh tiga katalis utama.

Pengendali Menambah Kepemilikan di Saham Summarecon Agung (SMRA)
| Kamis, 09 April 2026 | 07:52 WIB

Pengendali Menambah Kepemilikan di Saham Summarecon Agung (SMRA)

Pengendali PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Semarop Agung menambah kepemilikan saham di emiten properti tersebut.

Kucurkan Dana Rp 437,87 miliar, Indocement (INTP) Sudah Buyback 66,24 juta saham
| Kamis, 09 April 2026 | 07:48 WIB

Kucurkan Dana Rp 437,87 miliar, Indocement (INTP) Sudah Buyback 66,24 juta saham

Sejak 22 Mei 2025 sampai 6 April 2026, Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) buyback 66,24 juta saham atau 1,88% dibanding jumlah saham beredar.

Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif, Cek Prediksi Kamis (9/4)
| Kamis, 09 April 2026 | 07:47 WIB

Rupiah Masih Bergerak Fluktuatif, Cek Prediksi Kamis (9/4)

Rupiah menguat 0,55% kemarin. Pemicu utama gencatan senjata AS-Iran. Cek prediksi nilai tukar Kamis (9/4)

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Kunci Pertumbuhan, Cek Rekomendasi Saham ISAT
| Kamis, 09 April 2026 | 07:44 WIB

Ekspansi Jaringan dan AI Jadi Kunci Pertumbuhan, Cek Rekomendasi Saham ISAT

Meskipun kinerja ISAT positif, tekanan daya beli dan nilai tukar rupiah jadi risiko. Pahami dampaknya sebelum berinvestasi.

Pakan Ternak Menopang Laba Charoen Pokphand (CPIN) Pada 2025
| Kamis, 09 April 2026 | 07:38 WIB

Pakan Ternak Menopang Laba Charoen Pokphand (CPIN) Pada 2025

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga mulai memberikan kontribusi terhadap peningkatan permintaan broiler, khususnya pada semester II-2025.​

IHSG Naik, Asing Kabur, Ongkos Jaga Rupiah Rp 63 T, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Kamis, 09 April 2026 | 07:38 WIB

IHSG Naik, Asing Kabur, Ongkos Jaga Rupiah Rp 63 T, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Cadangan devisa US$ 148,2 miliar pada Maret 2026 dari US$ 151,9 miliar di Februari 2026. Sebulan anjlok US$ 3,7 miliar atau Rp 62,94 triliun

Harga Minyak Anjlok, Cermati Skenario Terburuk Pasca Gencatan Senjata
| Kamis, 09 April 2026 | 07:33 WIB

Harga Minyak Anjlok, Cermati Skenario Terburuk Pasca Gencatan Senjata

Harga minyak dunia anjlok tajam setelah gencatan senjata AS-Iran. Pelaku pasar akan mencermati hasil negosiasi beberapa waktu ke depan

Kinerja Emiten Grup Djarum Tak Semuanya Harum
| Kamis, 09 April 2026 | 07:32 WIB

Kinerja Emiten Grup Djarum Tak Semuanya Harum

Beberapa emiten Grup Djarum mencetak kinerja positif di tahun lalu. Tapi sejumlah emiten harus mengalami penurunan laba, bahkan merugi di 2025.​

INDEKS BERITA

Terpopuler