Kurs Rupiah Masih Akan Mengungguli Dollar AS Akibat Kebijakan Dovish The Fed

Kamis, 25 Februari 2021 | 05:45 WIB
Kurs Rupiah Masih Akan Mengungguli Dollar AS Akibat Kebijakan Dovish The Fed
[ILUSTRASI. Kurs rupiah diperkirakan bergerak menguat terhadap dollar AS./pho KONTAN/Carolus Agus waluyo/03/11/2020.]
Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs rupiah berpotensi lanjut menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS) setelah Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan masih mempertahankan kebijakan akomodatif.

Kemarin (24/2), kurs rupiah di pasar spot naik tipis 0,05% ke Rp 14.085 per dollar AS. Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menguat 0,26% menjadi Rp 14.089 per dollar AS.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Jalan Berliku Ekspor Udang ke Amerika
| Selasa, 26 Mei 2026 | 06:08 WIB

Jalan Berliku Ekspor Udang ke Amerika

Ekspor udang Indonesia ke AS pada tahun 2025 menjadi tulang punggung devisa sektor perikanan dengan nilai US$1,87 miliar.

Produksi Minyak PHE Tembus 475.000 Barel
| Selasa, 26 Mei 2026 | 06:02 WIB

Produksi Minyak PHE Tembus 475.000 Barel

Realisasi kuartal pertama tahun ini diwarnai gangguan teknis pada pipa transportasi gas yang menghambat laju produksi di Blok Rokan.

Tantangan Biaya dan Daya Beli Menghantui SIDO
| Selasa, 26 Mei 2026 | 06:00 WIB

Tantangan Biaya dan Daya Beli Menghantui SIDO

Target pertumbuhan laba SIDO dipangkas jadi 0% yoy pasca realisasi kinerja kuartal I 2026. Simak strategi manajemen hadapi tekanan pasar.

Kasus Fraud KPR Berisiko Dongkrak NPL Perbankan
| Selasa, 26 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kasus Fraud KPR Berisiko Dongkrak NPL Perbankan

Kasus KPR fiktif BTN jadi peringatan. NPL bank terancam naik, pemulihan kredit sulit.                 

DAS Batanghari Tercemar Merkuri dari Tambang Ilegal
| Selasa, 26 Mei 2026 | 05:58 WIB

DAS Batanghari Tercemar Merkuri dari Tambang Ilegal

Direktur Eksekutif Daerah WALHI Sumatra Barat, Tommy Adam menegaskan dampak buruk dari aktivitas penambangan emas ilegal

Hilirisasi Komoditas Nikel Baru Setengah Jalan
| Selasa, 26 Mei 2026 | 05:53 WIB

Hilirisasi Komoditas Nikel Baru Setengah Jalan

Sebanyak 70% fasilitas pemrosesan berhenti pada produksi lempengan baja yang sebagian besar untuk diekspor

ESDM Minta PLN Benahi Sistem Kelistrikan
| Selasa, 26 Mei 2026 | 05:48 WIB

ESDM Minta PLN Benahi Sistem Kelistrikan

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan, insiden padamnya aliran listrik tersebut murni dipicu oleh faktor gangguan alam

Bank Himbara Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Kredit Perbankan
| Selasa, 26 Mei 2026 | 05:35 WIB

Bank Himbara Masih Jadi Penopang Pertumbuhan Kredit Perbankan

Pertumbuhan kredit Himbara mencapai puluhan triliun rupiah di awal 2026.                                

Dana Rp 100 Triliun bagi Rehabilitasi Bencana Sumatra
| Selasa, 26 Mei 2026 | 05:30 WIB

Dana Rp 100 Triliun bagi Rehabilitasi Bencana Sumatra

Anggaran itu untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat hingga 2028.

Ikhtiar Memperkuat Tata Kelola Manajer Investasi
| Selasa, 26 Mei 2026 | 05:30 WIB

Ikhtiar Memperkuat Tata Kelola Manajer Investasi

OJK menerbitkan aturan baru yang membagi pelaku industri ke dalam kelompok Manajer Investasi berdasarkan Kegiatan Usaha (MIKU) 1 dan MIKU 2. 

INDEKS BERITA

Terpopuler