Laba Bersih Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Turun 24% di 2024
JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kurang mengesankan di sepanjang tahun 2024.
JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kurang mengesankan di sepanjang tahun 2024.
Setelah sempat mencetak rekor tertinggi pada awal tahun ini, harga emas terkoreksi hingga jatuh ke bawah level psikologis US$ 4.000 per ons troi.
Dividen tunai tersebut akan dibagikan dari sebagian saldo laba MDKA dari tahun buku 2025 yang belum ditentukan penggunaannya.
Dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja TPIA. Terutama, mendukung pengadaan bahan baku produksi.
Saat sentimen positif mendominasi pasar, minat investor terhadap aset berisiko meningkat sehingga penyerapan saham baru menjadi lebih baik.
Enam perusahaan siap IPO. Namun analis sepakat dua emiten ini paling prospektif. Cek fundamental dan potensi untungnya.
Indonesia dipertahankan emerging market, tapi IHSG malah terjun bebas di bawah 6.000. Ada kekhawatiran besar di balik keputusan MSCI.
Rajawali Corpora lepas seluruh saham ARCI ke afiliasi senilai Rp 18,27 T. Perubahan ini bisa pengaruhi valuasi saham ARCI.
Jika hingga November 2026 tidak ada perubahan signifikan, ada peluang penurunan status menjadi frontier market.
Prospek sektor telekomunikasi dalam jangka menengah masih dinilai positif, amun narasi pertumbuhannya mulai mengalami pergeseran.
DSSA memiliki eksposur yang kuat di sektor energi, pembangkit listrik, serta mulai memperluas bisnis ke sektor transisi energi dan EBT.