Laba Bersih Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Turun 24% di 2024
JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kurang mengesankan di sepanjang tahun 2024.
JAKARTA. PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kurang mengesankan di sepanjang tahun 2024.
Laba dua emiten besar sektor ini, yakni CPIN dan JPFA, berpotensi melampaui ekspektasi pasar pada awal tahun.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, BLOG mencatat pendapatan sebesar Rp 1,33 triliun, meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya.
Upaya ini dilakukan untuk menahan laju penurunan alami produksi sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.
pemerintah akan mencari pemasukan tambahan bagi negara, salah satunya dari komoditas nikel yang bakal dikenakan pajak ekspor.
Pemerintah tidak menaikkan harga BBM subsidi untuk menjaga beli masyarakat yang bisa mengerek inflasi akibat kenaikan harga barang
Hanya BBM nonsubsidi yang mungkin mengalami perubahan harga pada awal April 2026 lantaran lonjakan harga minyak dunia
Daya beli masyarakat Indonesia melemah, pertumbuhan kredit konsumsi melambat meski terdorong momentum Ramadan.
Neraca perdagangan Februari 2026 diperkirakan kembali mencatat surplus meski pertumbuhan impor lebih tinggi dari ekspor
Likuiditas masih longgar, bank besar lebih agresif menempatkan dana di obligasi saat kredit melambat.
Bukan cuma likuiditas, program prioritas pemerintah turut jadi beban berat bagi rupiah. Siapa yang harus bertanggung jawab? Baca selengkapnya.