Laba Bersih Sari Roti (ROTI) Merosot 40%, Tergerus Kerugian Divestasi Anak Usaha

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 07:03 WIB
Laba Bersih Sari Roti (ROTI) Merosot 40%, Tergerus Kerugian Divestasi Anak Usaha
[ILUSTRASI. Di kuartal III 2020, Sari Roti (ROTI) membukukan laba bersih sebesar Rp 127,19 miliar..Pho KONTAN/Achmad Fauzie/20/5/2016]
Reporter: Kenia Intan | Editor: A.Herry Prasetyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Produsen roti Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), masih mencatatkan penurunan kinerja sepanjang sembilan bulan pertama 2020.

Mengutip laporan keuangan kuartal III-2020, penjualan bersih produsen Sari Roti ini turun 0,81% secara year on year (yoy) menjadi Rp 2,44 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, Sari Roti sukses mengantongi penjualan Rp 2,46 triliun.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Penghimpunan Dana LKM Mengalami Tekanan
| Jumat, 19 Juni 2026 | 08:04 WIB

Penghimpunan Dana LKM Mengalami Tekanan

Membeli emas pekan lalu ternyata belum tentu untung. Kalkulasi terbaru menunjukkan ada selisih harga yang harus diwaspadai sebelum menjual.

DKFT Incar Tambahan Kuota Produksi Nikel
| Jumat, 19 Juni 2026 | 08:00 WIB

DKFT Incar Tambahan Kuota Produksi Nikel

Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM membuka kesempatan bagi perusahaan tambang untuk mengajukan revisi RKAB pada Juli 2026.

Pertumbuhan Premi Asuransi Kendaraan Melambat
| Jumat, 19 Juni 2026 | 08:00 WIB

Pertumbuhan Premi Asuransi Kendaraan Melambat

Premi asuransi kendaraan hanya tumbuh 2,9% di Q1 2026. Tekanan daya beli dan insentif pajak jadi penyebab utama. Simak detailnya.

Menghemat Devisa Lewat Program B50 dan E20
| Jumat, 19 Juni 2026 | 07:54 WIB

Menghemat Devisa Lewat Program B50 dan E20

Gapki menyatakan kebutuhan CPO untuk bahan baku B50 mencukupi pada tahun ini, sehingga tidak menganggu target ekspor

Tekanan di Sektor Otomotif Meningkat, Apakah Karakter Defensif ASII Masih Bertahan?
| Jumat, 19 Juni 2026 | 07:50 WIB

Tekanan di Sektor Otomotif Meningkat, Apakah Karakter Defensif ASII Masih Bertahan?

Suku bunga yang lebih tinggi berpotensi membuat penjualan mobil melambat pada paruh kedua tahun ini.

Pemerintah Merestui Aktivitas Pencampuran Batubara
| Jumat, 19 Juni 2026 | 07:38 WIB

Pemerintah Merestui Aktivitas Pencampuran Batubara

Aktivitas pencampuran batubara pada dasarnya merupakan strategi komersial perusahaan untuk menyesuaikan kualitas produk dengan kebutuhan pasar

Di Tengah Badai IHSG, Saham-Saham Danantara Jadi Benteng Terakhir
| Jumat, 19 Juni 2026 | 07:35 WIB

Di Tengah Badai IHSG, Saham-Saham Danantara Jadi Benteng Terakhir

Saham BUMN menjadi motor penggerak pasar utama, ditopang bobot besar.  Maka, investor institusi kini mengincar saham-saham ini.

MSCI Rilis Tinjauan Aksesibilitas Pasar, Ada Dua Catatan Penting Untuk Indonesia
| Jumat, 19 Juni 2026 | 07:34 WIB

MSCI Rilis Tinjauan Aksesibilitas Pasar, Ada Dua Catatan Penting Untuk Indonesia

Investor harus tetap waspada, sebab hasil review MSCI bukan faktor yang otomatis membalikkan arus dana asing.

Realisasi Penerimaan Pajak Belum Separuh Target
| Jumat, 19 Juni 2026 | 07:18 WIB

Realisasi Penerimaan Pajak Belum Separuh Target

Hingga 16 Juni 2026, realisasi penerimaan pajak mencapai Rp 940,31 triliun                          

Masih Ada Ruang Pengetatan Lanjutan Pasca Kenaikan 100 Bps
| Jumat, 19 Juni 2026 | 06:50 WIB

Masih Ada Ruang Pengetatan Lanjutan Pasca Kenaikan 100 Bps

Bank Indonesia memutuskan kembali menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin jadi 5,75%                

INDEKS BERITA

Terpopuler