Laba Emiten Poultry Terbang di Akhir Semester I-2021

Kamis, 05 Agustus 2021 | 06:05 WIB
Laba Emiten Poultry Terbang di Akhir Semester I-2021
[]
Reporter: Kenia Intan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dua emiten poultry PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) dan PT Japfa Tbk (JPFA) telah merilis laporan keuangan sepanjang enam bulan pertama tahun 2021. Keduanya membukukan pertumbuhan top.

MAIN mencatat laba bersih Rp 128,6 miliar. Padahal, di semester I-2020, emiten pakan ternak dan produsen chicken nuggets Sunny Gold ini masih rugi Rp 44,22 miliar. Sementara JPFA mencatatkan kenaikan laba sebesar 894,45% menjadi Rp 1,54 triliun.

Kinerja ini juga ditopang kenaikan pendapatan. MAIN dan JAPFA sama-sama mencetak kenaikan pendapatan bersih hingga dua digit. Pendapatan MAIN meningkat 43,42% year on year (yoy) menjadi Rp 4,57 triliun. Sementara pendapatan JPFA juga naik 22,32% yoy menjadi Rp 22,10 triliun.

Kendati demikian, kinerja emiten pakan ternak dan unggas bisa melambat di kuartal III. Pasalnya, ada pelambatan pertumbuhan laba di kuartal II dibanding kuartal I. "Ada kenaikan harga bahan baku di segmen feedmill," kata Analis Samuel Sekuritas Nasrullah Putra Sulaeman, Rabu (4/8).

Di kuartal kedua, bahan baku kedelai mengalami kenaikan harga sekitar 40%-50%. Begitu juga harga jagung.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A. Fauni menulis dalam risetnya, Rabu (4/8), kinerja di kuartal III akan tertekan normalisasi harga day of chicken (DOC) di pasar. Permintaan broiler secara musiman juga turun di kuartal III. Di kuartal IV, baru permintaan akan naik lagi.

Emma masih merekomendasikan buy JPFA dengan target Rp 3.500 per saham dan MAIN di Rp 1.350 per saham. Nasrullah juga merekomendasikan buy dengan target harga Rp 2.400 per saham untuk JPFA dan Rp 1.100 per saham untuk MAIN.

Akhir 2021, JPFA bisa mencetak pendapatan Rp 45 triliun dan laba Rp 2,7 triliun. MAIN diprediksi membukukan pendapatan Rp 8 triliun dan laba Rp 243 miliar.

 

Bagikan

Berita Terbaru

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 11:35 WIB

GOTO Didepak dari Indeks MSCI, Butuh Katalis Material untuk Lepas Dari Level Gocap

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) resmi dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard pada rebalancing periode Agustus 2026.

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 10:32 WIB

Harga Emas Global Mulai Naik Lagi, Saham PSAB Dapat Katalis Positif

Kenaikan harga emas global kembali ke level US$ 4.300 per ons troi dinilai menjadi katalis positif bagi PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB).

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:40 WIB

Setoran Bea Keluar Emas Masih Minim

Sejak Desember 2025, pemerintah mulai mengenakan bea keluar atas sejumlah produk emas ekspor        

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:38 WIB

Pergerakan Saham Grup Barito Dipengaruhi Sentimen Fundamental dan MSCI

Pergerakan saham Grup Barito tidak semata-mata technical rebound, melainkan kombinasi dari rebalancing MSCI, aksi korporasi, akumulasi investor.

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Kendati Status Desil Tinggi, Belum Tentu Kaya

Pengelompokan desil dinilai kurang tepat untuk menentukan kelas ekonomi masyarakat                  

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:21 WIB

Menguji Ambisi Ekonomi Pemerintah Tahun Depan

Ruang fiskal yang kian terbatas membuat pemerintah harus berhati-hati menjaga keseimbangan antara ambisi belanja, target pertumbuhan, dan utang

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:08 WIB

PBSA Berencana Melakukan Stock Split dengan Rasio 1:2

PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham alias stock split dengan rasio 1:2.

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:04 WIB

Dapat Restu RUPSLB, BRNA Siap Menggelar Rights Issue

Harga pelaksanaan rights issue BRNA Rp 685 per saham. Dus, dari rights issue, BRNA berpotensi meraup dana maksimal sekitar Rp 372,6 miliar. 

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:58 WIB

Permintaan Ayam Menguat, Laba Emiten Unggas Masih Bisa Ngegas

Kuatnya permintaan pada kuartal IV-2026 jadi katalis positif kinerja keuangan emiten unggas di sisa tahun ini.

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi
| Jumat, 14 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Energi Mega Persada (ENRG) Genjot Kinerja Melalui Pengembangan Aset dan Akuisisi

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyiapkan ekspansi produksi migas secara organik melalui pengeboran lebih dari 120 sumur.​

INDEKS BERITA

Terpopuler