Ladang Basah Bernilai Triliunan

Minggu, 05 April 2026 | 05:40 WIB
Ladang Basah Bernilai Triliunan
[ILUSTRASI. Lahan parkir (dok/Centre park)]
Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

KONTAN.CO.ID - Bisnis parkir bukan sekadar urusan tempat mobil dan waktu semata. Parkir adalah ladang ekonomi bercuan besar. Namun, Azas Tigor Nainggolan, pengamat transportasi kota menceritakan, pemanfaatan bisnis parkir ini belum optimal dilakukan operator parkir maupun oleh pemerintah daerah.

Dalam hitungan Tigor, potensi retribusi parkir di Jakarta saja bisa mencapai Rp 8 triliun. Ini baru dari retribusi saja, belum dari pajaknya. Potensi itu tak hanya parkir di gedung perkantoran, rumahsakit, pusat belanja saja.

Parkir yang merupakan bagian dari sistem transportasi kota, seharusnya juga tersedia di area yang terkoneksi dengan transportasi umum. "Kantong parkir yang terhubung dengan transportasi umum, ini yang belum digarap serius," ungkap Tigor.

Baca Juga: Bukan Sebatas Parkir Dana, Ada Pula Potensi Cuannya

Memang ada kantong parkir yang di dekat sarana transportasi umum, namun belumlah memadai. Sementara akses transportasi publik di Jakarta sudah beragam, baik kereta api, Transjakarta, LRT dan juga MRT. Jika area parkir yang terhubung dengan sarana transportasi publik, Tigor bilang, perlahan warga akan menitipkan kendaraannya dan naik angkutan umum.

Maka itu, Tigor menyarankan operator parkir berinvestasi areal parkir di wilayah yang bisa dikoneksikan dengan angkutan umum. Saran itu disampaikan karena Tigor melihat, banyak operator parkir lebih suka mengelola parkir di gedung yang sudah jadi sehingga minim investasi. Padahal parkir bukan sekadar cari duit. Dia bagian dari sistem transportasi kota," ujarnya.

Alih-alih mendorong penggunaan transportasi publik, keberadaan lokasi parkir di gedung perkantoran di dalam kota justru memperkuat ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Jika area parkir di tengah kota, warga terkesan mendapat fasilitas membawa kendaraan bukan transportasi umum.

Melihat kondisi itu, Tigor menyarankan adanya reformasi regulasi, termasuk penghapusan kewajiban penyediaan lahan parkir di gedung-gedung di pusat kota. Menurut dia, kebijakan tersebut justru kontraproduktif terhadap upaya mengurangi kemacetan. "Yang untung perusahaan parkir saja, apalagi ada ganjil genap, mobil bayar parkir sampai malam," tegasnya.

 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar
| Minggu, 26 April 2026 | 05:42 WIB

Bisnisnya Mudah dan Sederhana, tapi Beri Hasil yang Besar

AI chatbot terus berkembang dan kian banyak masyarakat yang memanfaatkannya. Peluang ekonomi dari teknologi ini pun semakin menggiurkan.

 
Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri
| Minggu, 26 April 2026 | 05:36 WIB

Industri yang Terjepit Kenaikan Harga Solar Industri

Sektor industri khususnya perkebunan dan pertambangan tengah berjuang menghadapi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)

 
Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik
| Minggu, 26 April 2026 | 05:33 WIB

Jumpalitan di Bawah Tekanan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik membuat UMKM cari cara agar tetap meraih keuntungan. Salah satunya mencari pemasok plastik alternatif.

 
Monetisasi Selat Malaka
| Minggu, 26 April 2026 | 05:30 WIB

Monetisasi Selat Malaka

​Selat Malaka bukan sekadar perairan strategis, melainkan bagian dari rezim hukum internasional yang ketat. 

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:45 WIB

Rupiah Sempat Jebol Rp 17.318: Mengapa Mata Uang RI Kian Tertekan?

Tekanan geopolitik AS-Iran membuat rupiah terancam. Krisis energi dan inflasi global membayangi. Ketahui pergerakan bagaimana rupiah ke depan

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:05 WIB

Gejolak Minyak dan Kerentanan Ekonomi

Mengurangi impor minyak menjadi salah satu cara untuk bisa menghilangkan kerentanan ekonomi imbas lonjakan harga minyak dunia.​

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Emas Dana Haji: Potensi Untung Lebih Tinggi, Risiko Rendah?

Masa tunggu haji panjang, nilai dana berpotensi tergerus inflasi. Cari tahu cara emas lindungi biaya haji Anda dari risiko penurunan.

Pajak Mobil Listrik Yang Adil
| Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB

Pajak Mobil Listrik Yang Adil

Mendorong kendaraan listrik penting, tetapi jangan mengorbankan prinsip keadilan pajak dan ruang fiskal daerah.

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:41 WIB

Strategi Pembiayaan Jadi Andalan Dorong Investasi

Pemerintah membuka peluang pembiayaan untuk sektor EBT dan usaha padat karya.                             

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas
| Sabtu, 25 April 2026 | 06:35 WIB

Sinergi Inti Plastindo (ESIP) Ekspansi Pabrik dan Bidik Bisnis Kemasan Kertas

ESIP siap ekspansi Rp 200 miliar untuk pabrik baru di Balaraja Timur. Kapasitas produksi ditargetkan berlipat ganda

INDEKS BERITA