Laporan Keuangan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu dari dua sovereign wealth fund (SWF) di Indonesia, telah menyelesaikan kewajibannya merilis laporan keuangan auditan tahunan. Adalah Indonesia Investment Authority (INA) yang pada 30 April 2026 kemarin, mempublikasikan laporan keuangan auditan tahun 2025 di situs webnya.
Lembaga yang kini dinakhodai Eddy Porwanto tersebut, sukses mencetak lonjakan laba bersih tahun berjalan 2025 sebesar 53,85% year on year (YoY) dari Rp 4,92 triliun menjadi Rp 7,52 triliun. Hal tersebut ditopang pendapatan INA yang pada tahun 2025 lalu tumbuh 42,98% menjadi Rp 8,45 triliun dari sebelumnya Rp 5,91 triliun.
Sejak terbentuk pada Desember 2020, INA tidak pernah luput mempublikasikan laporan keuangan auditan tahunan, yang untuk pertama kali dilaksanakan pada akhir tahun 2021. Hal tersebut tersaji dan dapat diakses dengan mudah oleh publik, di situs web INA.
Kini, perhatian tertuju pada satu SWF Indonesia lainnya, yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Memasuki bulan ke-5 di tahun 2026, BPI Danantara belum juga mempublikasikan laporan tahunan tahun 2025.
Sejak secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februri 2025, cukup banyak informasi publik yang disampaikan Danantara. Siaran pers pertama yang tersaji dalam situs web Danantara pada 15 April 2025, juga sudah bicara soal investasi.
"Danantara Indonesia dan Qatar Investment Authority ditunjuk kelola dana investasi bersama senilai USD 4 miliar untuk mendukung pembangunan Indonesia," demikian judul siaran pers Danantara kala itu. Masing-masing pihak, disebutkan dalam siaran pers itu, akan berkontribusi masing-masing sebesar US$ 2 miliar.
Menurut Danantara, dana ini akan difokuskan pada peluang investasi di berbagai sektor strategis, antara lain hilirisasi, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, serta sektor-sektor lain yang dipandang relevan oleh pengelola dana.
Bagaimana realisasinya, tentu ini yang ingin publik ketahui. Belum lagi kalau bicara soal pengelolaan dana Patriot Bond senilai Rp 50 triliun yang Danantara himpun dari para taipan dan pengusaha pada kuartal IV-2025 silam.
Dalam kata sambutan saat meresmikan lembaga tersebut, Presiden Prabowo berpesan agar Danantara dikelola dengan hati-hati dan transparan. Maka, sudah sepantasnya publikasi laporan keuangan merupakan salah satu upaya transparansi pengelolaan Danantara.
