Laporan Keuangan

Rabu, 13 Mei 2026 | 06:11 WIB
Laporan Keuangan
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo (KONTAN/Steve GA)]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu dari dua sovereign wealth fund (SWF) di Indonesia, telah menyelesaikan kewajibannya merilis laporan keuangan auditan tahunan. Adalah Indonesia Investment Authority (INA) yang pada 30 April 2026 kemarin, mempublikasikan laporan keuangan auditan tahun 2025 di situs webnya.

Lembaga yang kini dinakhodai Eddy Porwanto tersebut, sukses mencetak lonjakan laba bersih tahun berjalan 2025 sebesar 37,45% year on year (YoY) dari Rp 5,42 triliun menjadi Rp 7,45 triliun. Hal tersebut ditopang pendapatan INA yang pada tahun 2025 lalu tumbuh 42,98% menjadi Rp 8,45 triliun dari sebelumnya Rp 5,91 triliun.

Sejak terbentuk pada Desember 2020, INA tidak pernah luput mempublikasikan laporan keuangan auditan tahunan, yang untuk pertama kali dilaksanakan pada akhir tahun 2021. Hal tersebut tersaji dan dapat diakses dengan mudah oleh publik, di situs web INA.

Kini, perhatian tertuju pada satu SWF Indonesia lainnya, yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Memasuki bulan ke-5 di tahun 2026, BPI Danantara belum juga mempublikasikan laporan tahunan tahun 2025.

Sejak secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februri 2025, cukup banyak informasi publik yang disampaikan Danantara. Siaran pers pertama yang tersaji dalam situs web Danantara pada 15 April 2025, juga sudah bicara soal investasi.

"Danantara Indonesia dan Qatar Investment Authority ditunjuk kelola dana investasi bersama senilai USD 4 miliar untuk mendukung pembangunan Indonesia," demikian judul siaran pers Danantara kala itu. Masing-masing pihak, disebutkan dalam siaran pers itu, akan berkontribusi masing-masing sebesar US$ 2 miliar.

Menurut Danantara, dana ini akan difokuskan pada peluang investasi di berbagai sektor strategis, antara lain hilirisasi, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, serta sektor-sektor lain yang dipandang relevan oleh pengelola dana.

Bagaimana realisasinya, tentu ini yang ingin publik ketahui. Belum lagi kalau bicara soal pengelolaan dana Patriot Bond senilai Rp 50 triliun yang Danantara himpun dari para taipan dan pengusaha pada kuartal IV-2025 silam.

Dalam kata sambutan saat meresmikan lembaga tersebut, Presiden Prabowo berpesan agar Danantara dikelola dengan hati-hati dan transparan. Maka, sudah sepantasnya publikasi laporan keuangan merupakan salah satu upaya transparansi pengelolaan Danantara.

Bagikan

Berita Terbaru

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk
| Senin, 13 Juli 2026 | 22:25 WIB

Garudafood (GOOD) Menahan Kenaikan Harga Produk

Pihaknya mengakui tekanan inflasi masih berpotensi memengaruhi struktur biaya, terutama pada komponen bahan baku dan biaya operasional.

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana
| Senin, 13 Juli 2026 | 11:30 WIB

Rumor Dual Listing AMMN di Hong Kong Mencuat, Agoes Projosasmito: Belum Ada Rencana

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) lebih dulu menggelar dual listing di Papan Utama HKEX dan melantai pada 26 Juni 2026.

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol
| Senin, 13 Juli 2026 | 10:30 WIB

Menakar Efek Mandatori Bioetanol E20 Terhadap Emiten Produsen Etanol

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan bahwa pada tahun depan program mandatori bioetanol E20 akan berlaku. 

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:30 WIB

Smelter HPAL SLNC Bakal Beroperasi, Prospek MDKA Makin Berseri

Salah satu katalis positif bagi MDKA berasal dari akan beroperasinya smelter HPAL milik PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC).

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih
| Senin, 13 Juli 2026 | 09:18 WIB

Biaya Energi Menyusut, Margin Emiten Tambang Mineral Bisa Pulih

Biaya energi turun, profitabilitas emiten tambang diprediksi membaik di paruh kedua 2026. AMMN dan INCO paling sensitif terhadap perubahan ini.

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:45 WIB

Penguatan Dolar Amerika Masih Menekan Mata Uang Asia

Rupiah melemah 0,58% pekan lalu, mencapai Rp 18.065 per dolar AS. Ketegangan geopolitik dan suku bunga AS jadi pemicu. Simak proyeksi selengkapnya

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:24 WIB

Sudah Saatnya KPI Direksi BEI Diperluas

Target ambisius BEI Rp 30.000 triliun terancam. Peningkatan kualitas IPO dan daya tarik emiten asing jadi kunci agar dana global masuk.

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:14 WIB

Produksi dan Penjualan Emas BRMS Mengalami Kenaikan di Kuartal II-2026

Kenaikan volume penjualan emas sekitar 50% dibandingkan kuartal sebelumnya akan mampu mengimbangi pelemahan harga jual rata-rata.

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Senin, 13 Juli 2026 | 08:08 WIB

Keyakinan Investor Anjlok, Net Sell Deras, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Investor belum memiliki keyakinan kuat untuk meningkatkan eksposur risiko. Di sisi lain, investor asing terus mencetak net sell. 

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu

Arah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

INDEKS BERITA

Terpopuler