Laporan Keuangan

Rabu, 13 Mei 2026 | 06:11 WIB
Laporan Keuangan
[ILUSTRASI. Yuwono Triatmodjo (KONTAN/Steve GA)]
Yuwono Triatmodjo | Redaktur Pelaksana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satu dari dua sovereign wealth fund (SWF) di Indonesia, telah menyelesaikan kewajibannya merilis laporan keuangan auditan tahunan. Adalah Indonesia Investment Authority (INA) yang pada 30 April 2026 kemarin, mempublikasikan laporan keuangan auditan tahun 2025 di situs webnya.

Lembaga yang kini dinakhodai Eddy Porwanto tersebut, sukses mencetak lonjakan laba bersih tahun berjalan 2025 sebesar 53,85% year on year (YoY) dari Rp 4,92 triliun menjadi Rp 7,52 triliun. Hal tersebut ditopang pendapatan INA yang pada tahun 2025 lalu tumbuh 42,98% menjadi Rp 8,45 triliun dari sebelumnya Rp 5,91 triliun.

Sejak terbentuk pada Desember 2020, INA tidak pernah luput mempublikasikan laporan keuangan auditan tahunan, yang untuk pertama kali dilaksanakan pada akhir tahun 2021. Hal tersebut tersaji dan dapat diakses dengan mudah oleh publik, di situs web INA.

Kini, perhatian tertuju pada satu SWF Indonesia lainnya, yakni Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Memasuki bulan ke-5 di tahun 2026, BPI Danantara belum juga mempublikasikan laporan tahunan tahun 2025.

Sejak secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februri 2025, cukup banyak informasi publik yang disampaikan Danantara. Siaran pers pertama yang tersaji dalam situs web Danantara pada 15 April 2025, juga sudah bicara soal investasi.

"Danantara Indonesia dan Qatar Investment Authority ditunjuk kelola dana investasi bersama senilai USD 4 miliar untuk mendukung pembangunan Indonesia," demikian judul siaran pers Danantara kala itu. Masing-masing pihak, disebutkan dalam siaran pers itu, akan berkontribusi masing-masing sebesar US$ 2 miliar.

Menurut Danantara, dana ini akan difokuskan pada peluang investasi di berbagai sektor strategis, antara lain hilirisasi, kesehatan, energi terbarukan, teknologi, serta sektor-sektor lain yang dipandang relevan oleh pengelola dana.

Bagaimana realisasinya, tentu ini yang ingin publik ketahui. Belum lagi kalau bicara soal pengelolaan dana Patriot Bond senilai Rp 50 triliun yang Danantara himpun dari para taipan dan pengusaha pada kuartal IV-2025 silam.

Dalam kata sambutan saat meresmikan lembaga tersebut, Presiden Prabowo berpesan agar Danantara dikelola dengan hati-hati dan transparan. Maka, sudah sepantasnya publikasi laporan keuangan merupakan salah satu upaya transparansi pengelolaan Danantara.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Ekspansi Pembiayaan Lancar, Laba Perbankan Syariah Moncer
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:50 WIB

Ekspansi Pembiayaan Lancar, Laba Perbankan Syariah Moncer

​Laba perbankan syariah menguat di awal 2026, ditopang ekspansi pembiayaan dan pertumbuhan dana murah

Gesekan Kartu Kredit Perbankan Masih Kencang
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:45 WIB

Gesekan Kartu Kredit Perbankan Masih Kencang

​Bisnis kartu kredit perbankan tetap tumbuh di awal 2026, ditopang daya beli, transaksi digital, dan agresifnya promo perbankan.

Saham PTRO: Cuan Emas dari Papua Nugini, Prospek 2026 Makin Cerah?
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:15 WIB

Saham PTRO: Cuan Emas dari Papua Nugini, Prospek 2026 Makin Cerah?

Petrosea (PTRO) merambah tambang emas di Papua Nugini. Ekspansi ini diprediksi membawa potensi keuntungan di 2026. Simak rincian strateginya

Laporan Keuangan
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:11 WIB

Laporan Keuangan

Sudah sepantasnya publikasi laporan keuangan merupakan salah satu upaya transparansi pengelolaan Danantara.

Biaya Dana Bank Akan Sulit Berlanjut Turun
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:05 WIB

Biaya Dana Bank Akan Sulit Berlanjut Turun

​Penurunan biaya dana perbankan mulai tertahan di tengah tekanan likuiditas dan ketatnya persaingan dana

Kopdes Mulai Beroperasi Perdana pada 16 Mei 2026
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kopdes Mulai Beroperasi Perdana pada 16 Mei 2026

Koperasi yang akan mulai beroperasi merupakan bagian dari 7.200 koperasi yang pembangunan fisiknya telah rampung.

Dolar AS Menguat Drastis: Rupiah Makin Lemah, Sampai Kapan?
| Rabu, 13 Mei 2026 | 06:00 WIB

Dolar AS Menguat Drastis: Rupiah Makin Lemah, Sampai Kapan?

Nilai tukar rupiah menembus Rp17.500 per dolar AS, level terburuk sepanjang masa. Pelajari faktor utama yang memicu pelemahan ini

Kejar Pertumbuhan Dobel Digit, PMUI Siap Mendiversifikasi Bisnis
| Rabu, 13 Mei 2026 | 05:54 WIB

Kejar Pertumbuhan Dobel Digit, PMUI Siap Mendiversifikasi Bisnis

Salah satu sektor yang tengah dijajaki PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) ialah bisnis perhotelan melalui pembentukan anak usaha baru.

Dari MAPI hingga Saham Mini, Tren Akuisisi Emiten RI Kian Marak
| Rabu, 13 Mei 2026 | 05:29 WIB

Dari MAPI hingga Saham Mini, Tren Akuisisi Emiten RI Kian Marak

Analis menilai tren akuisisi mulai menguat sejak 2023 ketika proses initial public offering (IPO) dinilai semakin panjang dan mahal.

Indonesia Mulai Fokus Garap Proyek Satelit Nasional
| Rabu, 13 Mei 2026 | 05:20 WIB

Indonesia Mulai Fokus Garap Proyek Satelit Nasional

PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) resmi mengoperasikan Satelit Nusantara Lima (SNL) untuk memperkuat pemerataan akses internet nasional.

INDEKS BERITA

Terpopuler