Lebaran Lewat, Apa Lagi?

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:10 WIB
Lebaran Lewat, Apa Lagi?
[ILUSTRASI. TAJUK - Syamsul Ashar (KONTAN/Indra Surya)]
Syamsul Ashar | Managing Editor

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Euforia Idul Fitri 1447 H yang jatuh pada 20 Maret 2026 menyisakan residu ekonomi yang cukup menantang bagi rumah tangga. Sepekan setelah puncak konsumsi, fenomena kekeringan likuiditas atau cash crunch rumah tangga mulai menghantui. Pasalnya, Tunjangan Hari Raya (THR) yang mengguyur rekening sejak dua pekan lalu, telah terkuras habis untuk kebutuhan mudik dan konsumsi Lebaran.

Data perputaran uang selama periode Lebaran 2026 diperkirakan melesat di atas Rp 150 triliun, namun sisi gelapnya adalah terjadinya fenomena dissaving alias makan tabungan. Bagi bagi pengabdi gaji, kini likuiditas berada di titik nadir.

Ketidakmampuan mengelola arus kas di pekan pertama Syawal ini bukan sekadar masalah domestik. Perbankan dan multifinance biasanya mulai memantau ketat kualitas kredit di periode ini. Potensi keterlambatan pembayaran cicilan kendaraan bermotor maupun kartu kredit bakal meningkat saat masyarakat terjepit di antara sisa ongkos operasional harian.

Sektor ritel akan merasakan fase cooling down. Setelah volume penjualan melesat tajam pekan ketiga Maret, kini permintaan balik normal. Masyarakat mulai membatasi belanja keinginan dan kembali fokus pada belanja kebutuhan yang masih terdongak akibat inflasi musiman transportasi dan pangan.

Jika fenomena cash crunch ini meluas, konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 bisa mengalami perlambatan pertumbuhan. Perlu diingat, konsumsi adalah penopang utama produk domestik bruto (PDB) Indonesia dengan kontribusi lebih dari 50%. Penurunan daya beli pasca Lebaran yang terlalu dalam dapat menekan optimisme pelaku usaha yang baru saja memacu kapasitas produksinya.

Karena itu, pekan ini menjadi fase krusial bagi rumah tangga untuk melakukan pengetatan ikat pinggang. Menghindari jebakan pinjaman instan (pinjol) dengan bunga tinggi adalah kunci agar defisit likuiditas sementara ini tidak berubah menjadi utang sistemik yang merusak skor kredit jangka panjang.

Di tengah risiko krisis energi global dan risiko imported inflation, pemerintah wajib perlu menebalkan bantalan sosial serta percepatan realisasi belanja negara untuk menjaga daya pasca-Lebaran. Langkah taktis melalui stabilisasi kurs Rupiah dan efisiensi subsidi energi menjadi krusial agar mesin konsumsi tidak anjlok, dan memastikan defisit anggaran tetap terjaga di bawah ambang batas 3% PDB. Selamat Lebaran dan aktivitas normal lagi!

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya
| Minggu, 05 April 2026 | 09:05 WIB

Saham BRMS Terjerembap 33%! Sekuritas Malah Tebar Target Harga Tinggi, Ini Katalisnya

Pergerakan saham BRMS masih tertahan di bawah garis rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) pada level Rp 800.

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?
| Minggu, 05 April 2026 | 07:00 WIB

Investasi Perhiasan: Simbol Cinta atau Diversifikasi Portofolio Ideal?

Perhiasan berlian disebut 'beauty investment' yang bisa diwariskan. Simak bagaimana perhiasan bisaberi keuntungan dan jadi aset berharga.

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi
| Minggu, 05 April 2026 | 06:00 WIB

Menyimpan Cuan dari Bisnis Gudang Mini Pribadi

Di tengah keterbatasan ruang hunian perkotaan, kebutuhan gudang pribadi meningkat dan membuka peluang bisnis baru yang m

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas
| Minggu, 05 April 2026 | 05:50 WIB

Mereka yang Kewalahan Melayani Permintaan Keping Emas

Lonjakan permintaan emas terjadi usai Lebaran dan membuat stok emas menipis di pasar. Kilau logam mulia itu masih diminati oleh investor.

 
Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:45 WIB

Mendulang Cuan dari Ride-Hailing Khusus Perempuan

Perempuan butuh rasa aman dan nyaman saat berkendara. Aplikasi transportasi online khusus perempuan hadir menjemput pasar. Bagaimana peluangnya?

 
Ladang Basah Bernilai Triliunan
| Minggu, 05 April 2026 | 05:40 WIB

Ladang Basah Bernilai Triliunan

​Bisnis parkir bukan sekadar urusan tempat mobil dan waktu semata, bisnisnya berkembang sehingga bisa menjadi ladang ekonomi bercuan besar.

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station
| Minggu, 05 April 2026 | 05:30 WIB

Dari Lahan Parkir Berkembang Menjadi Charging Station

Parkir tak lagi sekadar menepikan kendaraan, ia bertransformasi menjadi simpul mobilitas modern dengan beragam layanan.

Ruwetnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih
| Minggu, 05 April 2026 | 05:05 WIB

Ruwetnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Pelimpahan operasional dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih kepada Agrinas Pangan, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup
| Sabtu, 04 April 2026 | 11:38 WIB

Strategi Petronella Soan: Perhiasan Bukan Sekadar Investasi, Tapi Penanda Hidup

Perhiasan itu beauty investment, bisa bisa dijual kembali dan bisa mendapat keuntungan. Perhiasan itu bisa jadi legacy, bisa diturunkan ke anak.

Pesona Labubu Mulai Luntur?
| Sabtu, 04 April 2026 | 07:41 WIB

Pesona Labubu Mulai Luntur?

Dalam lima hari perdagangan terakhir hingga Selasa, saham Pop Mart International Group Ltd. anjlok lebih dari 30%.               

INDEKS BERITA

Terpopuler