Lepas dari Suspensi, Saham Bali United (BOLA) Menyundul ARA Lagi

Selasa, 03 Agustus 2021 | 14:44 WIB
Lepas dari Suspensi, Saham Bali United (BOLA) Menyundul ARA Lagi
[ILUSTRASI. Pemain dan official tim Bali United merayakan kegembiraan mereka, pasca mengalahkan tuan rumah Semen Padang FC dan memastikan meraih gelar juara Liga 1 2019, Senin (2/12/2019). ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/foc.]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga saham PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) rupanya tak mau berhenti melambung. Usai lepas dari suspensi Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham emiten pemilik klub Bali United, itu kembali melejit.

Pada perdagangan hari ini (3/8), saat sesi kedua baru dimulai sekitar 35 menit, harga saham BOLA sempat menyundul batas atas auto rejection (ARA) di Rp 1.000 per saham. Saat jam perdagangan berakhir, harga saham BOLA ditutup di Rp 980 per saham, atau naik 22,50 persen. 

Sebelumnya, pada 29 Juli 2021 otoritas bursa memasukkan saham BOLA ke daftar unusual market activity (UMA). Ini lantaran sejak 27 Juli 2021 harga saham BOLA terus melambung tanpa sebab.

Lalu, pada Senin (2/8) BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham BOLA di pasar reguler dan pasar tunai.

Sepanjang rentang waktu 26 Juli 2021 hingga 30 Juli 2021, harga saham BOLA sudah terbang hingga 470 poin, atau +142,42 persen. 

 

 

Suspensi tersebut dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham BOLA.

Sebelumnya BEI memang telah meminta penjelasan kepada manajemen PT Bali Bintang Sejahtera Tbk terkait pergerakan harga saham BOLA yang di luar kebiasaan.

Baca Juga: Saham BOLA Melambung 142,42%, Ada Hubungannya dengan Akuisisi Perusahaan Teknologi?

Kepada BEI lewat surat tertanggal 30 Juli 2021 dan 2 Agustus 2021, Yabes Tanuri, Direktur Utama PT Bali Bintang Sejahtera Tbk juga sudah menyampaikan penjelasan.

Yabes Tanuri menyebut pihaknya tidak mengetahui adanya informasi, fakta material, kejadian penting dan aktivitas pemegang saham tertentu yang dapat mempengaruhi harga saham BOLA.

Manajemen BOLA rencananya akan menggelar public expose pada Rabu, 4 Agustus 2021. 

Agendanya adalah pemaparan soal kinerja dan rencana bisnis perseroan. Agenda lainnya adalah  analisa manajemen terkait dengan pergerakan harga saham BOLA.

Selanjutnya: Pendapatan dan Laba Bersih Pengelola SCTV Melejit, Simak Rekomendasi Saham SCMA

 

Bagikan

Berita Terbaru

Peretasan Binance Guncang Pasar Kripto
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:57 WIB

Peretasan Binance Guncang Pasar Kripto

Kasus ini memicu kekhawatiran investor dan menambah tekanan jual. Setelah sebelumnya kripto lesu pasca The Fed menahan bunga.

PFII Berisiko Menggerus Penerimaan
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PFII Berisiko Menggerus Penerimaan

PFII menawarkan insentif pajak jumbo untuk menarik investasi asing, namun berisiko menggerus penerimaan pajak negara.

Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama VICI
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:44 WIB

Rahayu Saraswati Jadi Wakil Komisaris Utama VICI

Keputusan pengangkatan Rahayu Saraswati sebagai Wakil Komisaris Utama disetujui dalam RUPSLB yang digelar Kamis (29/10)

VICI Perluas Jangkauan Pasar Ekspor
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:41 WIB

VICI Perluas Jangkauan Pasar Ekspor

Melongok rencana bisnis PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) memperkuat penjualan di berbagai negara tujuan ekspor

Kenaikan Harga Minyak Terus Berlanjut
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:38 WIB

Kenaikan Harga Minyak Terus Berlanjut

Ancaman defisit ketersediaan fisik akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah telah memicu kepanikan beli di pasar energi

Siapkan Rp 2 Triliun, TPIA Kembali Gelar Buyback Saham
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:36 WIB

Siapkan Rp 2 Triliun, TPIA Kembali Gelar Buyback Saham

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) kembali menggelar aksi korporasi berupa pembelian kembali (buyback) saham

Sulit Pasang Target
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:10 WIB

Sulit Pasang Target

Biasanya korporat mulai berancang-ancang menyiapkan rencana bisnis atau business plan untuk tahun 2027.

Menggugat Produksi Pangan
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:20 WIB

Menggugat Produksi Pangan

Kecukupan sumber daya dalam memproduksi pangan bukan jaminan bagi masyarakat bisa mengakses produk pangan tersebut. 

Inflasi Melandai, Harga Cabai Masih Membayangi
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:00 WIB

Inflasi Melandai, Harga Cabai Masih Membayangi

Nflasi masih bertahan di atas 3% hingga semester I-2027. Inflasi akhir 2026 diproyeksikan mencapai 3,13%.

Asuransi Syariah Tambah Jumlah Agen
| Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:55 WIB

Asuransi Syariah Tambah Jumlah Agen

AASI mencatat bahwa saat ini baru ada sekitar 113.000 orang agen yang memasarkan produk asuransi syariah.

INDEKS BERITA

Terpopuler