Libur Pilpres dan Paskah Mendongkrak Bisnis Bus

Sabtu, 20 April 2019 | 10:25 WIB
Libur Pilpres dan Paskah Mendongkrak Bisnis Bus
[]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergelaran pemilu legislatif dan pemilihan presiden, yang berdekatan dengan Perayaan Paskah, membawa berkah bagi perusahaan otobus (PO). Beberapa PO mengaku load factor dan utilitas kendaraan mereka meningkat signifikan.

PT SAN Putera Sejahtera atau PO SAN, misalnya, mencatatkan adanya peningkatan jumlah penumpang tujuan Jawa Tengah. Selain karena libur pilpres dan Paskah, jalur tol Trans Jawa mendorong penumpang lebih memilih mudik menggunakan jasa bus umum.

"Cukup besar peningkatan pada perhelatan pilpres, apalagi Jumat tanggal merah sehingga long weekend. Lumayan signifikan, load factor kami meningkat 15%-20%," ungkap Kurnia Lesani Adnan, Direktur PO SAN kepada KONTAN, Kamis (18/4).

Jika membandingkan dengan pesta demokrasi lima tahun lalu (2014), dia menyatakan peningkatan jumlah penumpang pada hajatan politik kali ini sangat tinggi. Oleh karena itu, manajemen PO SAN menyatakan rela tak membawa penumpang dari Jawa Tengah ke Jakarta untuk memenuhi permintaan.

"Bus kami baru sampai di Jawa Tengah, saya langsung kirim balik lagi ke Jakarta, meski kosong tanpa penumpang, karena ini banyak sekali yang ingin mudik," kata dia.

Sementara, PO Maju Lancar mencatatkan keberangkatan sebanyak 3.000 penumpang pada saat libur pilpres. Jumlah tersebut naik cukup signifikan ketimbang hari-hari biasa yang hanya mengoperasikan 50 unit bus yang melayani tujuan Jabodetabek dan Merak ke Wonosari.

"Ada peningkatan 20%, efek pilpres kali ini jauh lebih besar dari sebelumnya karena disambung long weekend," ujar Adi Didit Prasetyo, Direktur Operasi PO Maju Lancar.

Menurut dia, ada peningkatan 20% dari ritase atau frekuensi terhadap permintaan akhir pekan ini. Dia memprediksikan Minggu nanti permintaan juga akan tinggi untuk tujuan Jabodetabek dan Merak.

Sedangkan PT Gunung Harta Transport Solution atau PO Gunung Harta juga mencatat peningkatan signifikan untuk libur pilpres dan Paskah kali ini. Bahkan untuk tiket pergi dan pulang, seluruh kendaraannya sudah sold out dan tak lagi membuka penjualan.

"Kali ini berbeda karena sudah ada tol Trans Jawa sehingga penumpang memilih menggunakan bus. Ini untuk Sabtu dan Minggu saja kami sudah full utilitas, sold out dan tidak ada kapasitas lagi," ungkap Direktur PO Gunung Harta, I Gede Yoyok Santoso.

Dia memperkirakan kenaikan load factor mencapai 20%, terutama tujuan Surabaya, Banyuwangi, Jember dan Malang. Peningkatan ini mengejutkan karena di luar ekspektasi manajemen.

Tingginya minat masyarakat berpelesir menggunakan bus menyebabkan perusahaan otobus harus menambah kapasitas. Oleh karena itu, di beberapa tujuan padat, pengusaha bus menambah kendaraan untuk memenuhi permintaan.

Untuk tujuan Jawa Tengah, PO SAN biasanya hanya mengoperasikan 17 unit bus. Namun khusus kali ini mereka menambah lagi 8 unit bus sehingga total yang beroperasi mencapai 25 unit. "Kami kaget H-2 sebelum pilpres hari Senen sudah meningkat tinggi sekali, kalau Jumat sih memang selalu tinggi di weekend," ujar Kurnia.

Sedangkan PO Maju Lancar menyatakan secara normal perusahaan ini mengoperasikan 50 unit kendaraan. Namun pada akhir pekan ini menambah lagi 20 unit untuk memenuhi permintaan penumpang. "Kami menyiapkan 70 unit karena long weekend," ungkap Didit.

Sementara PO Gunung Harta mengakui di waktu normal mereka mengoperasikan 17 unit kendaraan untuk mengakomodasi tujuan Surabaya, Banyuwangi, Jember dan Malang. Namun saat akhir pekan ini mereka menambah lagi unit. "Hal ini karena memang ada peningkatan 20% yang harus diakomodasi," ujar I Gede Yoyok.

Bagikan

Berita Terbaru

Mulai Terjadi Net Sell Jumbo, Sebelum Libur Weekend Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:27 WIB

Mulai Terjadi Net Sell Jumbo, Sebelum Libur Weekend Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Artinya di luar transaksi crossing itu, aksi jual asing sudah cukup besar, mencapai Rp 1,94 triliun.

IHSG Masih Rawan Terkoreksi di Akhir Pekan Ini
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:24 WIB

IHSG Masih Rawan Terkoreksi di Akhir Pekan Ini

Koreksi IHSG bisa berlanjut pada Jumat (27/3). Pasar masih akan mencermati perkembangan tensi geopolitik.

Kenaikan Harga Bahan Baku Masih Menghantui Prospek Kinerja MYOR
| Jumat, 27 Maret 2026 | 07:20 WIB

Kenaikan Harga Bahan Baku Masih Menghantui Prospek Kinerja MYOR

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pertumbuhan penjualan sepanjang tahun 2025. Namun, kenaikan harga bahan baku menekan laba bersih 

Tekanan di Segmen Usaha Mikro Masih Berat
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:50 WIB

Tekanan di Segmen Usaha Mikro Masih Berat

​Kredit mikro masih tersendat di awal 2026: pertumbuhan stagnan, sementara risiko kredit bermasalah justru meningkat.

Kinerja Emiten Menara Grup Djarum Masih Harum
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:47 WIB

Kinerja Emiten Menara Grup Djarum Masih Harum

Penyokong profitabilitas PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) adalah efisiensi biaya dan peningkatan utilisasi aset lewat kenaikan jumlah penyewa

Biaya Operasional Bank Semakin Efisien
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:35 WIB

Biaya Operasional Bank Semakin Efisien

​Perbankan kian agresif menekan biaya lewat digitalisasi, mendorong efisiensi operasional dan memperkuat kinerja di awal tahun.

Menelisik Dampak Tambahan Penempatan Dana Negara di Perbankan
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:30 WIB

Menelisik Dampak Tambahan Penempatan Dana Negara di Perbankan

​Suntikan dana Rp 100 triliun ke perbankan berpotensi jadi pedang bermata dua: menopang pasar obligasi, tapi mengancam likuiditas bank.

Alarm Coretax
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:11 WIB

Alarm Coretax

Menkeu Purbaya menyinggung adanya kemungkinan celah dalam sistem yang dapat dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.

Harga Minyak Global Menguat, Prospek ENRG Kian Cerah
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:00 WIB

Harga Minyak Global Menguat, Prospek ENRG Kian Cerah

ENRG menemukan cadangan minyak 15,6 juta barel di Riau, menambah portofolio hulu migas. Proyeksi kinerja 2026 positif, cek target harga sahamnya.

Fenomena Pasar: Emas Terkoreksi, Minyak Melonjak, Apa Pemicunya?
| Jumat, 27 Maret 2026 | 06:00 WIB

Fenomena Pasar: Emas Terkoreksi, Minyak Melonjak, Apa Pemicunya?

Harga minyak melonjak, emas justru anjlok di tengah ketidakpastian global. Simak bagaimana pergeseran fokus pasar ini bisa terjadi

INDEKS BERITA

Terpopuler