Lingkaran Setan Utang Pemerintah Mahal: Saat Rupiah Tumbang dan Bunga SBN Terbang

Minggu, 07 Juni 2026 | 11:30 WIB
Lingkaran Setan Utang Pemerintah Mahal: Saat Rupiah Tumbang dan Bunga SBN Terbang
[ILUSTRASI. Petugas memeriksa mata uang dolar Amerika Serikat di gerai penukaran valuta asing di Jakarta, Selasa (02/06/2026). KONTAN/Cheppy A. Muchlis]
Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren pelemahan nilai tukar rupiah tak sekadar memukul stabilitas pasar keuangan, melainkan juga menebar ancaman jangka panjang bagi pengelolaan utang pemerintah. Di tengah besarnya kebutuhan pembiayaan dan bayang-bayang utang jatuh tempo yang terus bergulir, pemerintah kini menanggung risiko lonjakan biaya pembiayaan kembali (refinancing).

Berdasarkan catatan KONTAN, tumpukan utang jatuh tempo Indonesia pada tahun 2026 mencapai Rp 680 triliun, menyusul Rp 643 triliun pada 2027. Angka ini terus bergulir menjadi Rp 496 triliun di 2028, Rp 404 triliun di 2029, dan Rp 349 triliun pada 2030.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Blue Bird (BIRD) Menambah Portofolio Layanan
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:20 WIB

Blue Bird (BIRD) Menambah Portofolio Layanan

Bluebird Prime melengkapi pilihan layanan yang telah dimiliki, yakni Bluebird untuk mobilitas harian dan Silverbird untuk perjalanan premium.

Evaluasi, Kita Sudah Lewat Semester Pertama
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:15 WIB

Evaluasi, Kita Sudah Lewat Semester Pertama

​Kita sudah melewati semester pertama 2026. Waktu yang lebih dari cukup untuk mengevaluasi dan mengambil kesimpulan atas progres pencapaian kerja.

Memangkas Emisi Baja Memakai Sinar Matahari
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:15 WIB

Memangkas Emisi Baja Memakai Sinar Matahari

Tuntutan dekarbonisasi global mendorong PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP) mengandalkan energi surya sebagai

Kopdes Banyak Tugas
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:10 WIB

Kopdes Banyak Tugas

​ Kopdes bukan supermarket atau minimarket desa, melainkan infrastruktur pemerintah yang menjadi simpul berbagai layanan ekonomi dan sosial.

Proyek PSEL Danantara Bergulir, Mampu Memangkas Krisis Sampah dan Emisi?
| Minggu, 19 Juli 2026 | 06:10 WIB

Proyek PSEL Danantara Bergulir, Mampu Memangkas Krisis Sampah dan Emisi?

Pemerintah terus mengebut proyek pengolahan sampah jadi listrik. Danantara sudah memulai pembangunan serta menetapkan target.

 
Telaah Kenapa Bisnis Pergudangan Berkibar Saat Ekonomi Tertekan
| Minggu, 19 Juli 2026 | 05:35 WIB

Telaah Kenapa Bisnis Pergudangan Berkibar Saat Ekonomi Tertekan

Pergudangan menjadi salah satu sektor properti yang mampu unjuk gigi di tengah gejolak ekonomi. Apa penyebabnya?

Melepas Penat Bekerja Melalui Hobi Memelihara Hewan
| Minggu, 19 Juli 2026 | 05:20 WIB

Melepas Penat Bekerja Melalui Hobi Memelihara Hewan

Baginya, merawat ikan menjadi cara sederhana untuk melepas penat setelah menjalani .aktivitas sehari-hari

BEI: Empat Perusahaan Siap IPO
| Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:28 WIB

BEI: Empat Perusahaan Siap IPO

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, saat ini ada empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham (IPO) di BEI.​

Manajemen Indika Energy (INDY) Buka Suara Soal Divestasi Kideco Jaya Agung
| Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:23 WIB

Manajemen Indika Energy (INDY) Buka Suara Soal Divestasi Kideco Jaya Agung

Manajemen PT Indika Energy Tbk (INDY) buka suara terkait rumors perusahaan berencana melakukan divestasi anak usaha, yakni PT Kideco Jaya Agung.​

Gelar Buyback Saham, ASII Siapkan Dana Rp 8 Triliun
| Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:19 WIB

Gelar Buyback Saham, ASII Siapkan Dana Rp 8 Triliun

Program buyback dijadwalkan selama 12 bulan. Pendanaan buyback berasal dari kas internal ASII, bukan dari pinjaman atau dana hasil penawaran umum.

INDEKS BERITA