Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham DILD, Simak Prospeknya

Jumat, 24 Juli 2026 | 05:55 WIB
Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham DILD, Simak Prospeknya
[ILUSTRASI. Lo Kheng Hong RUPS Berkshire Hathaway (Dok/Pribadi)]
Reporter: Amalia Nur Fitri | Editor: Yuwono Triatmodjo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi Warren Buffet Buffet Indonesia atau investor kawakan dalam negeri Lo Kheng Hong (LKH) mencuri kembali perhatian pasca menambah kepemilikan sahamnya PT Intiland Development Tbk (DILD).

Berdasarkan data terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (23/7), Lo Kheng Hong tercatat menambah kepemilikan pada DILD sebanyak 500.000 saham. Dengan aksi tersebut, total kepemilikan sahamnya kini mencapai 762.72 juta saham atau setara dengan 7,36% dari total saham yang beredar.

Pada waktu yang tidak begitu lama atau tepatnya pada 17 Juli 2026 lalu, dia juga baru saja menambah kepemilikan sahamnya pada DILD  sebanyak 768.100 saham dan menambah kepemilikannya sebesar 7,35% kala itu.

Di sisi lain, pada penutupan perdagangan per Kamis (23/7) hari ini, DILD ditutup menguat sama seperti kemarin ke level Rp 116. Sepanjang sepekan belakangan, saham DILD melemah 0,85% dan sebulan menguat 0,87%. Adapun sepanjang tahun berjalan alias year to date (YtD), saham DILD masih terparkir di zona merah alias koreksi 15,33%.

Baca Juga: Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya

Melihat aksi akumulasi saham DILD yang dilakukan oleh LKH di bulan Juli ini, Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan bahwa hal ini bisa menjadi sebuah sinyal yang patut diperhatikan, walau memang tak boleh ditafsirkan secara berlebihan.

DILD sendiri memiliki karakteristik yang sesuai dengan gaya investasi LKH sebagai investor value. Valuasi perusahaan masih relatif murah dengan price to book value (PBV) yang berada di bawah satu kali dan perseroan memiliki kombinasi bisnis yang cukup beragam, mulai dari kawasan industri, properti komersial, hingga pendapatan berulang (reccuring income) dari hotel dan pusat perbelanjaan.

Strategi yang dilakukan LKH ini membutuhkan waktu sehingga tak jarang investor harus melakukan average down dan menunggu bertahun-tahun hingga tesis investasi benar-benar bisa terealisasi.

"Aksi beli Lo Kheng Hong merupakan sinyal investor value yang perlu dibaca kritis. Timing investasi tetap bisa meleset sehingga investor harus siap menghadapi periode penantian sebelum nilai intrinsiknya tercermin pada harga saham," jelas Wafi kepada KONTAN, Kamis (23/7).

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Stella Fiona: Memiliki Sosok Ibu yang Menjadi Panutan Hidup
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:30 WIB

Stella Fiona: Memiliki Sosok Ibu yang Menjadi Panutan Hidup

Tumbuh besar dalam keluarga dengan kedua orang tua merupakan pekerja keras, Stella terbiasa melihat kedisiplinan sejak dini. 

Stella Fiona Nyaman Mengelola Portofolio Moderat
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:15 WIB

Stella Fiona Nyaman Mengelola Portofolio Moderat

Bagi Stella, keputusan finansial tidak hanya mengejar imbal hasil semata, melainkan juga tentang menjaga keseimbangan alokasi risiko

GULA Gelar Ekspansi Manufaktur
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:04 WIB

GULA Gelar Ekspansi Manufaktur

Perkuat segmen manufaktur, PT Aman Agrindo Tbk (GULA) berupaya menambah kapasitas produksi dan akuisisi pabrik gula

Defisit Mendekati 3%, Belanja Dipangkas
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:00 WIB

Defisit Mendekati 3%, Belanja Dipangkas

Pemerintah siap memangkas belanja yang dinilai tidak produktif jika defisit APBN 2026 berisiko mendekati batas 3% terhadap PDB.

ITMG Berharap Produktivitas Meningkat
| Sabtu, 05 September 2026 | 06:00 WIB

ITMG Berharap Produktivitas Meningkat

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) meraih kenaikan pendapatan dan laba bersih pada semester I-2026 di tengah tingginya harga batubara

Ditopang Aksi Beli Asing
| Sabtu, 05 September 2026 | 05:56 WIB

Ditopang Aksi Beli Asing

IHSG mampu menguat 1,82% dalam sepekan terakhir akibat pengaruh beberapa faktor, seperti efek rebalancing MSCI hingga masuknya dana investor asing

Risiko Kredit Macet Multifinance Dibayangi Daya Beli
| Sabtu, 05 September 2026 | 04:50 WIB

Risiko Kredit Macet Multifinance Dibayangi Daya Beli

Perkembangan daya beli masyarakat hingga pergerakan suku bunga, masih menjadi momok yang membayangi di sisa tahun ini.

Kiprah Grup Salim di Data Center
| Sabtu, 05 September 2026 | 04:00 WIB

Kiprah Grup Salim di Data Center

Untuk memperkuat posisinya di bisnis pusat data, konglomerasi itu mengakuisisi kepemilikan Keppel Data Centres di IndoKeppel Data Centres.

Menakar Prospek Bitcoin hingga Akhir September 2026 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed
| Jumat, 04 September 2026 | 10:00 WIB

Menakar Prospek Bitcoin hingga Akhir September 2026 di Tengah Sinyal Hawkish The Fed

Meski menghadapi potensi koreksi, ada beberapa katalis yang bisa mengangkat kembali bitcoin dalam beberapa pekan ke depan.

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (4/9)
| Jumat, 04 September 2026 | 09:33 WIB

Menjelang Libur Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Jumat (4/9)

Waspadai potensi profit taking menjelang akhir pekan di tengah ketidakpastian global yang relatif tinggi.

INDEKS BERITA

Terpopuler