Lo Kheng Hong Tambah Kepemilikan Saham DILD, Simak Prospeknya
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi Warren Buffet Buffet Indonesia atau investor kawakan dalam negeri Lo Kheng Hong (LKH) mencuri kembali perhatian pasca menambah kepemilikan sahamnya PT Intiland Development Tbk (DILD).
Berdasarkan data terbaru PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Kamis (23/7), Lo Kheng Hong tercatat menambah kepemilikan pada DILD sebanyak 500.000 saham. Dengan aksi tersebut, total kepemilikan sahamnya kini mencapai 762.72 juta saham atau setara dengan 7,36% dari total saham yang beredar.
Pada waktu yang tidak begitu lama atau tepatnya pada 17 Juli 2026 lalu, dia juga baru saja menambah kepemilikan sahamnya pada DILD sebanyak 768.100 saham dan menambah kepemilikannya sebesar 7,35% kala itu.
Di sisi lain, pada penutupan perdagangan per Kamis (23/7) hari ini, DILD ditutup menguat sama seperti kemarin ke level Rp 116. Sepanjang sepekan belakangan, saham DILD melemah 0,85% dan sebulan menguat 0,87%. Adapun sepanjang tahun berjalan alias year to date (YtD), saham DILD masih terparkir di zona merah alias koreksi 15,33%.
Baca Juga: Saham GJTL Undervalued dan Diborong Lo Kheng Hong, Cek Rekomendasi & Target Harganya
Melihat aksi akumulasi saham DILD yang dilakukan oleh LKH di bulan Juli ini, Head of Research Korea Investment & Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan bahwa hal ini bisa menjadi sebuah sinyal yang patut diperhatikan, walau memang tak boleh ditafsirkan secara berlebihan.
DILD sendiri memiliki karakteristik yang sesuai dengan gaya investasi LKH sebagai investor value. Valuasi perusahaan masih relatif murah dengan price to book value (PBV) yang berada di bawah satu kali dan perseroan memiliki kombinasi bisnis yang cukup beragam, mulai dari kawasan industri, properti komersial, hingga pendapatan berulang (reccuring income) dari hotel dan pusat perbelanjaan.
Strategi yang dilakukan LKH ini membutuhkan waktu sehingga tak jarang investor harus melakukan average down dan menunggu bertahun-tahun hingga tesis investasi benar-benar bisa terealisasi.
"Aksi beli Lo Kheng Hong merupakan sinyal investor value yang perlu dibaca kritis. Timing investasi tetap bisa meleset sehingga investor harus siap menghadapi periode penantian sebelum nilai intrinsiknya tercermin pada harga saham," jelas Wafi kepada KONTAN, Kamis (23/7).
