Berita HOME

Lonjakan Harga Komoditas Mineral Membayangi Industri Manufaktur

Selasa, 14 September 2021 | 11:40 WIB
Lonjakan Harga Komoditas Mineral Membayangi Industri Manufaktur

ILUSTRASI.

Reporter: Arfyana Citra Rahayu, Muhammad Julian | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga mineral kompak menguat. Harga nikel, tembaga, aluminium, bijih besi, timbal, dan seng terus menanjak sejak akhir 2020 hingga September 2021. Sebagai bahan baku produksi, industri manufaktur dibayangi kenaikan harga komoditas mineral.

Berdasarkan daftar harga mineral acuan di Kementerian ESDM, harga nikel sudah menyentuh US$ 19.239 per ton, naik 23% dari posisi akhir 2020 senilai US$ 15.647 per ton. Di periode yang sama (year-to-date/ytd), harga aluminium sudah menguat 36% menjadi US$ 2.557 per ton, harga bijih besi menanjak 59% menjadi US$ 2,82 per ton, serta harga tembaga tumbuh 37% menjadi US$ 9.449 per ton. Rata-rata harga delapan jenis komoditas mineral sudah menguat 33% sejak awal tahun.


Baca juga

IHSG
6.122,44
0.36%
-22,38
LQ45
861,42
0.56%
-4,83
USD/IDR
14.256
0,05
EMAS
918.000
0,00%