Berita Refleksi

Luka Demokrasi

Oleh hasbi maulana - Managing Editor
Kamis, 22 Februari 2024 | 05:05 WIB
Luka Demokrasi

ILUSTRASI. TAJUK - Hasbi Maulana

Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID - Indonesia telah melaksanakan pemilihan presiden/wakil presiden dan anggota legislatif periode 2024-2029. Euforia dan kekecewaan mewarnai proses demokrasi ini. Selain pemilih yang gembira karena jagoannya menang, sebagian pemilih lain kecewa atas hasil coblosan yang tergambar lewat hitung cepat.

Pada pemilu-pemilu terdahulu, para pemilih dan pendukung mengantarkan jagoannya dengan penuh semangat, namun kekalahan sering meninggalkan luka mendalam. Sebaliknya, elite politik terlihat lebih mudah move on dan berkoalisi dengan bekas lawan. Mengapa?
Perbedaan motif menjadi jawabannya. Pendukung memilih berdasarkan idealisme dan ideologi, menaruh harapan besar jagoannya mewujudkan cita-cita politik. Kekalahan memupus harapan itu.

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Kontan Digital Premium Access

Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari

Rp 120.000

Berlangganan dengan Google

Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.

Terbaru