Manajemen Bilang, Bisnis Baru SMBR Akan Digelar Secara Bertahap Mulai Kuartal IV-2025

Rabu, 29 Oktober 2025 | 08:38 WIB
Manajemen Bilang, Bisnis Baru SMBR Akan Digelar Secara Bertahap Mulai Kuartal IV-2025
[ILUSTRASI. Aktivitas karyawan di Pabrik PT Semen Baturaja Tbk (SMBR). DOK/SMBR]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) tengah mempersiapkan langkah strategis baru untuk memperkuat peran bisnisnya di dalam Semen Indonesia Group (SIG). perusahaan akan menambah kegiatan usaha baru yang akan memperluas perannya, tidak hanya sebagai produsen semen, tetapi juga sebagai koordinator penjualan lintas merek di wilayah Sumatera bagian selatan.

Langkah ini akan menjadi bagian dari strategi transformasi bisnis multi-brand yang tengah digencarkan SIG guna menciptakan efisiensi dan memperkuat daya saing di pasar domestik.

Berdasarkan keterbukaan informasi, SMBR akan menambah KBLI 70209 sebagai bagian dari strategi penguatan pola bisnis multi-brand di lingkungan SIG. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi antarmerek dalam grup dan menciptakan efisiensi dalam sistem penjualan.

Hari Liandu, VP of Corporate Secretary SMBR bilang melalui strategi baru ini, pihaknya akan berperan sebagai koordinator area penjualan di tiga wilayah utama, yakni Jambi, Sumatera Selatan, dan Lampung. Ini akan membuat peran SMBR di dalam SIG semakin krusial.

Tugas utamanya adalah mengatur aktivitas penjualan lintas merek, termasuk pengelolaan distribusi dan strategi pemasaran produk-produk semen dari berbagai brand di bawah SIG. Sebagai kompensasi atas peran koordinatif tersebut, SMBR akan menerima pendapatan berupa management fee, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi perusahaan.

"Sekarang masih dalam tahap persiapan dan rencananya mulai dijalankan bertahap di kuartal IV tahun ini," ujarnya kepada KONTAN, Selasa (28/10)

Menurut Hari, skema koordinasi ini dirancang agar operasional di lapangan lebih terintegrasi dan efisien, sehingga tidak terjadi tumpang tindih penjualan antarmerek di wilayah yang sama.

Dengan sistem multi-brand yang lebih rapi dan terukur, SIG dapat mengoptimalkan potensi pasar di wilayah Sumatera bagian selatan, sekaligus memperkuat daya saing terhadap kompetitor di sektor semen nasional.

Manajemen SMBR juga ingin memastikan strategi ini tidak hanya memperkuat sinergi bisnis, tapi juga memberikan dampak positif bagi kinerja jangka panjang perusahaan.

Baca Juga: Menengok Aksi Blackrock dan JP Morgan di Saham BMRI Ketika Harga Mulai Mendaki

Asal tahu saja, di tengah kondisi industri semen nasional yang mengalami kontraksi permintaan sekitar 2%, pasar Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) yang menjadi pasar utama SMBR justru mencatatkan pertumbuhan permintaan positif. 

Kinerja ini tidak lepas dari berlanjutnya berbagai proyek pembangunan infrastruktur dan perumahan pemerintah di wilayah tersebut, yang menjadi motor penggerak utama kebutuhan semen.

Selain itu, proyek-proyek swasta dan pertumbuhan sektor ritel yang cukup signifikan turut menopang peningkatan volume penjualan SMBR di kawasan ini.

Momentum positif di Sumbagsel menjadi peluang besar bagi SMBR untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama di kawasan tersebut.

Melalui sinergi berkelanjutan dengan induk usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG, serta langkah efisiensi internal, perusahaan optimistis dapat menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah dinamika pasar nasional. 

 

 

Baca Juga: Logam Mulia Tertekan Ekspektasi Perang Dagang yang Mereda

Rekomendasi Saham

Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas bilang secara teknikal, pergerakan saham SMBR masih berada dalam fase downtrend, dengan harga yang belum mampu menembus garis moving average (MA) 20 sebagai area resistance dinamisnya.

Aktivitas volume perdagangan juga masih tergolong rendah, menandakan minat beli yang belum cukup kuat untuk mendorong pembalikan arah tren.

Sementara itu, indikator MACD masih bergerak landai di area negatif, menggambarkan tekanan jual yang masih dominan dalam jangka pendek.

Meski begitu, peluang rebound tetap terbuka jika saham ini mampu menembus level resistance 276, yang dapat menjadi sinyal awal penguatan.

Indikator Stochastic yang mulai menguat di area netral memberikan indikasi potensi momentum positif, terutama jika diikuti peningkatan volume.

Bagi trader agresif, Ia melihat buy if break dapat dipertimbangkan dengan area support di 262 dan target harga bertahap di kisaran 284-294 per saham.

 

 

Sementara, Ivan Rosanova, Analis Binaartha Sekuritas bilang pergerakan saham SMBR masih menunjukkan potensi pelemahan. Selama harga belum mampu menembus level resistance di 276, tren turun dinilai masih berlanjut dengan potensi koreksi menuju area 240. 

Tekanan jual yang masih terasa membuat saham ini bergerak dalam fase konsolidasi terbatas, sementara pelaku pasar menanti sinyal yang lebih jelas untuk pembalikan arah atau reversal.

Namun, peluang pemulihan tetap terbuka jika harga mampu reli dan menembus level psikologis 300, yang akan menjadi konfirmasi awal perubahan tren ke arah positif.

Dus, bagi investor jangka pendek, Ia merekomendasikan buy on weakness di area 230-240 dengan stop loss di 224 dan target kenaikan bertahap di 300 hingga 330 per saham. 

Disclaimer on: Berita ini bukan ajakan untuk membeli atau tidak membeli saham apa pun. Segala keputusan investasi beserta risikonya menjadi tanggung jawab Anda sepenuhnya.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

Pelepasan 20 Unit Asuransi Tersendat
| Rabu, 25 Maret 2026 | 08:22 WIB

Pelepasan 20 Unit Asuransi Tersendat

Upaya spin off terkendala modal dan infrastruktur.                                                   

Konsultan Pajak Wajib Setor Data ke Pemerintah
| Rabu, 25 Maret 2026 | 08:10 WIB

Konsultan Pajak Wajib Setor Data ke Pemerintah

Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 8 Tahun 2026 yang mempertegas UU tentang KUP

Strategi Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Bidik 580.000 Pengunjung
| Rabu, 25 Maret 2026 | 07:56 WIB

Strategi Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Bidik 580.000 Pengunjung

Estimasi 580.000 orang merupakan target menyeluruh periode libur Lebaran 2026 yang berlangsung pada 19 Maret - 5 April 2026.

Pasokan Gas Hambat Utilisasi Industri Keramik
| Rabu, 25 Maret 2026 | 07:45 WIB

Pasokan Gas Hambat Utilisasi Industri Keramik

Asaki menargetkan rata-rta utilitsi industri keramik pada tahun ini mencapai 80%, namun saat ini rat-rata utilisasi hanya 70%-72%.

Ada Efisiensi Anggaran, Setoran Pajak Bakal Ikut Tertekan
| Rabu, 25 Maret 2026 | 07:37 WIB

Ada Efisiensi Anggaran, Setoran Pajak Bakal Ikut Tertekan

Efisiensi hingga WFH diperkirakan akan menekan penerimaan pajak dari sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial

Efek Mini, Anggaran MBG Juga Perlu Efisiensi
| Rabu, 25 Maret 2026 | 07:26 WIB

Efek Mini, Anggaran MBG Juga Perlu Efisiensi

Alokasi anggaran makan bergizi gratis (MBG) pada tahun ini mencapai Rp 335 triliun                  

Pemerintah Kebut Proyek Sekolah Rakyat Tahap Kedua
| Rabu, 25 Maret 2026 | 07:07 WIB

Pemerintah Kebut Proyek Sekolah Rakyat Tahap Kedua

Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul.

Sektor Informal Bisa Terdampak WFH
| Rabu, 25 Maret 2026 | 07:03 WIB

Sektor Informal Bisa Terdampak WFH

Presiden FSpeed Budiman Sudardi bilang, pengemudi ojol memahami wacana kebijakan ini memiliki tujuan  untuk efisiensi dan pengurangan kemacetan.

Momen Lebaran Ungkit Pertumbuhan Ekonomi
| Rabu, 25 Maret 2026 | 06:58 WIB

Momen Lebaran Ungkit Pertumbuhan Ekonomi

Periode Lebaran tahun ini bisa mendorong belanja Rp 135 triliun atau setara 0,56% dari pendapatan dometik bruto

Pemerintah Masih Tahan Harga BBM Subsidi
| Rabu, 25 Maret 2026 | 06:50 WIB

Pemerintah Masih Tahan Harga BBM Subsidi

Salah satu negara ASEAN, Filipina, kemarin mengumumkan keadaan darurat energi akibat lonjakan harga minyak mentah global, dikutip Reuters.

INDEKS BERITA

Terpopuler