Mantap, Harga Saham Tiga Emiten Farmasi Mentok Auto Reject Atas (ARA)

Jumat, 27 Maret 2020 | 10:42 WIB
Mantap, Harga Saham Tiga Emiten Farmasi Mentok Auto Reject Atas (ARA)
[ILUSTRASI. Petugas apotek melayani konsumen di apotek Kimia Farma Padang, Sumatera Barat, Senin (16/3/2020). Harga saham sejumlah emiten farmasi seperti KAEF, INAF dan PEHA menguat signifikan dalam perdagangan Jumat (27/3) hingga pukul 10.31 WIB. ANTARA FOTO/Muhamma]
Reporter: Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada perdagangan Jumat (27/3).

Sementara ini hingga pukul 10.31 WIB, IHSG naik 7,2% ke level 4.650.

Seiring kenaikan IHSG, harga tiga saham emiten di sektor farmasi menguat signifikan, bahkan hingga mentok di batas atas auto reject (ARA).

Ketiga emiten itu adalah PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF) dan PT Phapros Tbk (PEHA).

Baca Juga: Mumpung Murah, Manajer Investasi (MI) Tetap Rajin Rilis Reksadana Baru

Harga saham KAEF mentok di Rp 1.625 per saham. Sementara saham anak usahanya, yakni PEHA bertahan di Rp 1.080 per saham.

Emiten anggota holding BUMN farmasi lainnya, yakni INAF harga sahamnya sementara ini kokoh di Rp 1.375 per saham.

Emiten-emiten di sektor farmasi memang tengah mendapat angin segar di tengah pandemi virus corona.

Mereka menjadi salah satu ujung tombak untuk memproduksi dan mendatangkan obat serta alat kesehatan yang dibutuhkan untuk mengatasi corona.

Bagikan

Berita Terbaru

Mitra Keluarga (MIKA) Menggapai Asa dari Pasien Swasta
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:25 WIB

Mitra Keluarga (MIKA) Menggapai Asa dari Pasien Swasta

Mengukur prospek kinerja PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) di tengah rencana ekspansi perusahaan

Dolar Australia dan Kripto Jadi Jawara Return di September
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:23 WIB

Dolar Australia dan Kripto Jadi Jawara Return di September

Emas menurun, dolar Australia dan kripto mampu mencatatkan penguatan di tengah gejolak pasar global.

Pemerintah Gelontorkan Stimulus, Emiten Barang Konsumsi dan Ritel Diuntungkan
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:08 WIB

Pemerintah Gelontorkan Stimulus, Emiten Barang Konsumsi dan Ritel Diuntungkan

Aliran dana tersebut membuka peluang bagi emiten yang paling dekat dengan konsumsi rumah tangga, terutama ritel dan barang kebutuhan sehari-hari.

Divestasi Saham, ADHI Meraup Fulus Rp 1,9 Triliun
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:02 WIB

Divestasi Saham, ADHI Meraup Fulus Rp 1,9 Triliun

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melepas saham anak usahanya senilai Rp 1,9 triliun usai menandatangani perjanjian jual beli dua aset kepemilikan 

Peningkatan Aktivitas Pelabuhan Kerek Bisnis Logistik
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Peningkatan Aktivitas Pelabuhan Kerek Bisnis Logistik

Kenaikan arus peti kemas menjadi salah satu indikator pergerakan aktivitas ekonomi karena peti kemas banyak digunakan untuk mengangkut bahan baku.

AADI Tuntaskan Divestasi Aset Tambang Krestel
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:57 WIB

AADI Tuntaskan Divestasi Aset Tambang Krestel

Transaksi ini untuk mendukung pengembangan bisnis grup PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) di Indonesia

Ikhtiar WIKA Perbaiki Kinerja Lewat Aksi Restrukturisasi
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:54 WIB

Ikhtiar WIKA Perbaiki Kinerja Lewat Aksi Restrukturisasi

Proses restrukturisasi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) terus berlanjut dengan harapan adanya perbaikan kinerja keuangan pada masa depan.

Diversifikasi Bisnis, Kinerja Keuangan DSSA Semakin Manis
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:52 WIB

Diversifikasi Bisnis, Kinerja Keuangan DSSA Semakin Manis

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga dobel digit pada semester I-2026. 

Minat Short Selling Masih Rendah
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:50 WIB

Minat Short Selling Masih Rendah

Sebanyak tiga dari lima saham terkoreksi di hari pertama penerapan transaksi short selling pada Kamis (1/10)

Selalu Waspada, Hari Ini Tekanan Terhadap IHSG Masih Kuat
| Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:46 WIB

Selalu Waspada, Hari Ini Tekanan Terhadap IHSG Masih Kuat

Kondisi tersebut membatasi minat investor terhadap aset berisiko di pasar negara berkembang atau emerging market. 

INDEKS BERITA

Terpopuler