Manuver Keluarga Presiden Prabowo: Arsari Caplok COIN, Rahayu Saraswati Borong TRIN

Senin, 15 Desember 2025 | 07:55 WIB
Manuver Keluarga Presiden Prabowo: Arsari Caplok COIN, Rahayu Saraswati Borong TRIN
[ILUSTRASI. Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Presiden Prabowo Subianto yang juga pemilik Grup Arsari. KONTAN/Arif Ferdianto]
Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Geliat bisnis lingkaran dalam Presiden Prabowo Subianto kembali menghentak lantai bursa. Kali ini, radar investor tertuju pada aksi agresif Arsari Group, konglomerasi milik Hashim Djojohadikusumo, yang bermanuver di dua sektor sekaligus: aset digital dan properti.

Sorotan utama tertuju pada PT Arsari Nusa Investama. Entitas usaha Arsari Group ini resmi mencaplok saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) pada pekan lalu. Langkah ini dinilai strategis mengingat posisi Hashim sebagai adik kandung Presiden, yang membuat setiap ekspansi bisnisnya diterjemahkan pasar sebagai sinyal arah kebijakan ekonomi masa depan.

Manajemen Arsari Group menegaskan, masuknya mereka ke emiten kripto ini bukan sekadar mengejar cuan jangka pendek, melainkan misi strategis "kedaulatan digital".

Wakil Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyebut akuisisi ini adalah bentuk dukungan nyata terhadap transformasi digital nasional. Ia menilai visi COIN sejalan dengan agenda besar Arsari.

"Kami melihat COIN memiliki fondasi kuat serta ekosistem lengkap untuk menjadi katalis industri aset digital nasional, termasuk kripto, dengan tetap mengedepankan tata kelola yang baik," tegas Aryo dalam keterangan resminya.

Sebagai informasi, COIN menaungi PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) yang telah berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aryo menekankan, industri aset keuangan digital adalah pilar vital menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Daya Beli yang Lesu Jadi Tantangan Emiten Telekomunikasi di 2026

Tak berhenti di sektor digital, manuver keluarga Hashim juga merambah sektor riil. Putri Hashim, Rahayu Saraswati, tengah memfinalisasi rencana akuisisi 20% saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN).

Sinyal keseriusan ini dikunci lewat penunjukan Saraswati sebagai Komisaris Utama TRIN dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) awal bulan ini. Pasar spekulatif menilai, masuknya Saras bukan sekadar transaksi portofolio, melainkan potensi sinergi jangka panjang antara TRIN dengan bank tanah (land bank) dan ekosistem infrastruktur milik Arsari Group.

 

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Marketing Sales Capai Rp 7,59 Triliun, Daya Beli Jadi Sentimen Penentu Kinerja CTRA
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Marketing Sales Capai Rp 7,59 Triliun, Daya Beli Jadi Sentimen Penentu Kinerja CTRA

Risiko utama CTRA berasal dari tingginya suku bunga KPR, pelemahan daya beli, dan ketatnya likuiditas perbankan.

Pasar Saham Ditekan Langkah MSCI, Kripto bisa Jadi Opsi Diversifikasi Portofolio
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:30 WIB

Pasar Saham Ditekan Langkah MSCI, Kripto bisa Jadi Opsi Diversifikasi Portofolio

Tingginya frekuensi perdagangan kripto tidak serta-merta merepresentasikan keyakinan investasi jangka panjang.

GOTO Rebound 8,33% ke Rp 26, Simak Prediksi Teknikalnya
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 09:00 WIB

GOTO Rebound 8,33% ke Rp 26, Simak Prediksi Teknikalnya

GOTO menyentuh level terendah sepanjang masa pada Jumat (16/10) usai pengumuman wacana MSCI menurunkan pasar saham Indonesia ke standalone market.

Bukan ICBP atau MYOR, Saham Konsumer Ini yang Paling Diincar Asing saat Pasar Tekanan
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Bukan ICBP atau MYOR, Saham Konsumer Ini yang Paling Diincar Asing saat Pasar Tekanan

BRI Danareksa memperkirakan pendapatan ICBP tumbuh 7,5% secara tahunan pada kuartal III 2026, dan margin kotor diproyeksikan turun menjadi 33%.

Wajah Baru IHSG Tanpa Saham HSC
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:16 WIB

Wajah Baru IHSG Tanpa Saham HSC

Tanpa saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholder concentration (HSC), volatilitas IHSG justru berpotensi lebih tinggi

Usai Rebound, IHSG Rabu (21/10) Rawan Koreksi
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:08 WIB

Usai Rebound, IHSG Rabu (21/10) Rawan Koreksi

Penguatan IHSG terjadi setelah pelaku pasar merespons positif sejumlah langkah otoritas bursa untuk memenuhi standar MSCI.

IHSG Memantul Sementara, Waspadai Volatilitas yang Masih Tinggi
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:36 WIB

IHSG Memantul Sementara, Waspadai Volatilitas yang Masih Tinggi

Kenaikan IHSG pada perdagangan Selasa (20/10 kemarin belum cukup untuk menandai pasar saham Indonesia telah pulih. 

Pertumbuhan Belum Ungkit Daya Beli
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:23 WIB

Pertumbuhan Belum Ungkit Daya Beli

Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal menyoroti kinerja ekonomi dari sisi daya beli masyarakat dan perkembangan dunia usaha.

Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:18 WIB

Tuntut Karhutla Jadi Bencana Nasional

Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengungkapkan adanya keterlibatan pihak asing dalam 98 kasus karhutla yang melibatkan korporasi

Investasi Belum Optimal Buka Lapangan Kerja
| Rabu, 21 Oktober 2026 | 07:10 WIB

Investasi Belum Optimal Buka Lapangan Kerja

PHK masih menunjukkan tren peningkatan dan porsi pekerja informal terus bertambah. Sepanjang Januari-September 2026, angka PHK  63.789 kasus,

INDEKS BERITA

Terpopuler