Marak Dukungan, Harga Emas Hari Ini Sedikit Lagi Tembus US$ 1.470

Kamis, 14 November 2019 | 19:37 WIB
Marak Dukungan, Harga Emas Hari Ini Sedikit Lagi Tembus US$ 1.470
[ILUSTRASI. Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas di Malang, Jawa Timur, Jumat (7/12/2018). ]
Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Harga emas hari ini (14/11) naik, memperpanjang tren kenaikan sejak Selasa (12/1), menyusul data China yang melemah dan keraguan tentang apakah Beijing dan Washington akan mencapai kesepakatan perdagangan dalam waktu dekat.

Mengacu Bloomberg pukul 19.28 WIB, harga emas hari ini di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 1.469,39 per ons troi, setelah naik ke level tertinggi hampir satu minggu di US$ 1.470,33 di awal sesi. Emas berjangka AS juga naik 0,39% ke level US$ 1.469,00

"Kami melihat beberapa penghindaran risiko di pasar," kata Craig Erlam, Analis Pasar Senior OANDA. "Komentar dari kedua belah pihak (AS dan China) telah menghilangkan beberapa optimisme di sekitar kesepakatan fase satu ini," ujarnya kepada Reuters.

Baca Juga: Jelang sore, harga emas spot naik berada dikisaran US$ 1.466,71 per ons troi

Kementerian Perdagangan Tiongkok, Kamis (14/11), menyatakan, China dan Amerika Serikat (AS) mengadakan diskusi "mendalam" tentang perjanjian perdagangan tahap pertama, dan membatalkan tarif adalah syarat penting untuk mencapai kesepakatan.

Sebelumnya, Selasa (12/11), Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan perdagangan dengan China sudah "dekat" tetapi tidak memberikan perincian. Hanya, Trump memperingatkan, ia akan mengerek tarif "secara substansial" kalau China tidak meneken perjanjian.

"Emas dalam permintaan yang lebih besar, setidaknya dalam jangka pendek, karena negosiasi perjanjian parsial dalam sengketa perdagangan antara AS dan China tampaknya telah mandek," kata Analis Commerzbank Daniel Briesemann dalam sebuah catatan.

Baca Juga: Harga emas Antam naik lagi Rp 3.000 pada Kamis (14/11)

"Ancaman Trump terhadap tarif hukuman lebih lanjut terhadap China juga tampaknya memiliki efek setelahnya (terhadap emas)," imbuh Briesemann seperti dilansir Reuters.

Jajak pendapat Reuters dari para ekonom menunjukkan, perang dagang AS-China tidak mungkin menghasilkan gencatan senjata permanen selama setahun mendatang. Sementara kekhawatiran telah mereda akibat resesi AS

Dukungan emas juga datang dari bursa saham dunia turun karena data menunjukkan, output industri China pada Oktober lalu tumbuh melambat. Ini menambah kekhawatiran akan kejatuhan pertumbuhan global akibat perang dagang AS-China.

Baca Juga: Meski harga emas Antam naik, pembeli 9 bulan lalu masih merugi

Juga mendukung emas sebagai safe-haven adalah kekhawatiran terhadap peningkatan kekerasan di Hong Kong, ketika demonstran anti-pemerintah melumpuhkan beberapa bagian bekas jajahan Inggris di hari keempat aksi pada pekan ini.

Bagikan

Berita Terbaru

Menanti Oktober Ceria Bursa Saham Indonesia di Tengah Tantangan Geopolitik
| Senin, 05 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Menanti Oktober Ceria Bursa Saham Indonesia di Tengah Tantangan Geopolitik

Transaksi DNDF lebih efektif menstabilkan ekspektasi pasar tanpa menguras cadangan devisa untuk intervensi di pasar spot.

Kinerja Saham Unggulan Masih Tertekan
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Kinerja Saham Unggulan Masih Tertekan

Meski berstatus indeks unggulan, sejak awal tahun 2026, kinerja IDX LQ45, IDX30, dan IDX80 masih loyo

Pengelola Dana Swedia Perdana Masuk Bursa Indonesia, Sinyal Dana Pasif Balik ke BEI?
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Pengelola Dana Swedia Perdana Masuk Bursa Indonesia, Sinyal Dana Pasif Balik ke BEI?

Biasanya investor memberikan informasi mengenai saham apa yang sudah mereka beli, agar pemain lain juga ikut membeli sahamnya.

MDKA Tawarkan Obligasi Senilai Rp 4,12 Triliun
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:29 WIB

MDKA Tawarkan Obligasi Senilai Rp 4,12 Triliun

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menawarkan Obligasi Berkelanjutan V Merdeka Copper Gold Tahap IV Tahun 2026 dengan jumlah pokok Rp 4,12 triliun.

ASII Sebar Dividen Interim Rp 3,89 Triliun
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:24 WIB

ASII Sebar Dividen Interim Rp 3,89 Triliun

Setiap pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII) akan mendapatkan dividen sebesar Rp 98 per saham.​

Agar Pembetulan SPT  Tidak Menjadi Beban
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Agar Pembetulan SPT Tidak Menjadi Beban

Pembetulan SPT semestinya menjadi ruang untuk memperbaiki laporan pajak                             

Dana Asing Terus Minggat, Langkah IHSG Makin Berat
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:18 WIB

Dana Asing Terus Minggat, Langkah IHSG Makin Berat

Pada kuartal IV-2026, tren positif kinerja IHSG diperkirakan akan sulit mengulangi pencapaian pada tahun sebelumnya. 

Mengawali Pekan Saatnya Cari Cuan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (5/10)
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:09 WIB

Mengawali Pekan Saatnya Cari Cuan, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini, Senin (5/10)

Investor sebaiknya  tidak terburu-buru menganggap setiap kenaikan IHSG sebagai awal bull market, selama aksi jual asing masih berlangsung

Nasib Cadangan Devisa September
| Senin, 05 Oktober 2026 | 08:06 WIB

Nasib Cadangan Devisa September

Cadangan devisa pada bulan September berpotensi naik, stagnan, bahkan turun dari bulan sebelumnya   

Tambah 500 Ha Lahan di Kendal, Prospek KIJA Semakin Menarik untuk Dipantau
| Senin, 05 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Tambah 500 Ha Lahan di Kendal, Prospek KIJA Semakin Menarik untuk Dipantau

Faktor kunci jangka pendek yang mutlak harus dipantau adalah realisasi konversi pipeline 42 hektare di semester II-2026.

INDEKS BERITA

Terpopuler