Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Minggu, 15 Maret 2026 | 06:00 WIB
Rupiah Melemah Pekan Ini, Waspada Dampak Geopolitik Global!Nilai tukar rupiah tertekan 0,38% ke Rp16.958 di akhir pekan ini. Simak pemicu utama pelemahan dan risiko yang harus diwaspadai.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 05:19 WIB
Ekspansi Ditopang Operasional Modern, Ini Cara BTN Ubah Wajah LayananBTN bisa memberikan layanan full banking services, artinya ada pembiayaan, investasi, transaksi, dan segala macam kebutuhan perbankan lainnya.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 05:00 WIB
Nasib Valas Global: Geopolitik Panas, Dolar AS Makin PerkasaIndeks dolar AS menembus 100. Bagaimana peluang EUR, GBP, dan JPY? Pahami risiko dan cara lindungi aset Anda sekarang.
| Minggu, 15 Maret 2026 | 03:20 WIB
Tekanan Premi Asuransi Jiwa Belum BerhentiPerusahaan asuransi jiwa mengantongi premi sebesar Rp 17,97 triliun pada Januari 2026, alias tergerus 6,15% secara tahunan
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:41 WIB
Investasi dari Hobi, Begini Cara Mengubah Koleksi Menjadi Mesin UangSeluruh komik yang tadinya dikoleksi Reza kini sudah dijual. Dari situ, justru komik fisik memiliki potensi besar untuk dijadikan aset investasi.
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 11:00 WIB
Direktur UUS Bank Pemata Rudy Basyir Ahmad, Penyintas Perang Kini Jadi DirekturMengikuti perjalanan hidup Rudy Basyir Ahmad hingga jadi Direktur Keuangan dan Direktur UUS Bank Permata.
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:00 WIB
Buyback dan Rights Issue TOBA Dinilai Strategis, Sentimen Jangka Pendek MixedAnalis menyebut langkah buyback dapat dibaca sebagai sinyal bahwa manajemen melihat valuasi saham TOBA saat ini berada di bawah nilai wajarnya.
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:21 WIB
Beban Membengkak, Laba Plaza Indonesia (PLIN) Tergerus 35,9%Sejumlah pos beban jadi penekan laba bersih PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) di sepanjang tahun 2025.
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:15 WIB
Bukalapak (BUKA) Membalikkan Rugi Jadi Laba Rp 3,14 Triliun Pada 2025Realisasi laba bersih BUKA ditopang pertumbuhan pendapatan bersih 45,96% secara tahunan atau year on year (YoY) jadi Rp 6,51 triliun pada 2025.
| Sabtu, 14 Maret 2026 | 06:05 WIB
Menjaga Integritas Sistem PerbankanPertahanan sistem perbankan yang ada saat ini justru sudah ditentukan ketahanannya sebelum krisis tiba. Terpopuler | ||||||
