Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42 WIB
Pemerintah Akui Pasokan Batubara PLTU Tak AmanPenurunan hari operasi pembngkit (HOP) PLTU mengindikasikan ada persoalan pada distribusi batubara domestik
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:35 WIB
Pemerintah Tak Mengerek Harga BBM BersubsidiJika harga minyak dunia bertahan di atas US$ 100 per barel, maka belanja subsidi tembus Rp 309 triliun
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:35 WIB
SMI Cari Pendanaan Rp 24 Triliun di 2026Kebutuhan pendanaan akan digunakan untuk membiayai beberapa proyek pembangunan infrastruktur yang menjadi prioritas.
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:05 WIB
Pendapatan Merosot, Laba Ultrajaya (ULTJ) Naik Dua Digit Pada 2025PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) mencatat pertumbuhan laba bersih di tengau merosotnya penjualan di sepanjang tahun 2025.
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:05 WIB
Prospek Emiten CPO dan Batubara Terancam RegulasiProspek emiten CPO dan batubara diadang kebijakan kenaikan tarif ekspor dan pemangkasan kuota produksi.
| Selasa, 10 Maret 2026 | 04:01 WIB
Transaksi Waran Terstruktur dan Derivatif Masih Terus TumbuhBEI mencatat, dalam beberapa tahun terakhir, permintaan produk terstruktur dan derivatif mulai tumbuh.
| Selasa, 10 Maret 2026 | 03:50 WIB
Ancaman Inflasi Membayangi Prospek Bisnis AsuransiHingga Januari 2026, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp 18,42 triliun.
| Selasa, 10 Maret 2026 | 03:35 WIB
Harga Pangan Masih Tinggi Saat Stok AmanSejumlah komoditas pangan masih menunjukkan harga tinggi ditengah klaim pasokan aman di bulan Ramadan ini.
| Selasa, 10 Maret 2026 | 03:30 WIB
Menakar Untung dan Risiko Tambahan Injeksi Dana Negara ke PerbankanPurbaya Yudhi Sadewa berencana menambah penempatan dana pemerintah ke perbankan sebesar Rp 100 triliun guna meningkatkan likuiditas
| Selasa, 10 Maret 2026 | 03:30 WIB
Tata Kelola MBG Kembali Mendapat SorotanBGN berencana mengevaluasi dapur umum MBG setelah ditemukan 78 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Solo yang tidak sesuai juknis. Terpopuler | ||||||
