Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:30 WIB
Bank Optimistis Bisa Mencapai Target Penjualan SR024Bank mitra distribusi optimistis penjualan Sukuk Ritel SR024 dapat mencapai target didorong momentum THR dan musim pembagian dividen saham.
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:19 WIB
Gunung Raja Paksi (GGRP) Pasang Target Konservatif Tahun IniGunung Raja Paksi tahun ini fokus melanjutkan penguatan bisnis inti baja berbasis hilirisasi dan peningkatan value-added product.
| Kamis, 12 Maret 2026 | 02:03 WIB
Menembus Labirin Middle-Income TrapJika kita gagal menyinergikan modal manusia sekarang, mimpi Indonesia Emas 2045 hanya akan menjadi catatan sejarah semata.
| Kamis, 12 Maret 2026 | 01:23 WIB
Cermati Daya Beli dan Laju Kurs, Kalbe Farma (KLBF) Melirik Ekspansi Pasar EksporKalbe sudah melakukan shifting pembayaran bahan baku farmasi ke renminbi (yuan Tiongkok) dari sebelumnya menggunakan dolar AS.
| Rabu, 11 Maret 2026 | 20:56 WIB
Harga Emas Sideways di Tengah Perang Iran dan Israel-AS, Apa Penyebabnya?Untuk mencapai harga US$ 6.000 per ons troi, emas kemungkinan membutuhkan katalis yang lebih besar.
| Rabu, 11 Maret 2026 | 12:00 WIB
Ketegangan Geopolitik Timur Tengah, Guncang Industri Otomotif Dalam NegeriPelemahan rupiah akan meningkatkan biaya produksi pabrik perakitan domestik yang masih bergantung pada komponen impor.
| Rabu, 11 Maret 2026 | 11:00 WIB
Simulasi Perang Timur Tengah Terjadi 2-4 Bulan ke Harga Minyak & Ekonomi IndonesiaDalam kasus ekstrem, serangan luas terhadap infrastruktur energi di seluruh wilayah Teluk dapat menciptakan guncangan mirip Krisis Minyak 1973.
| Rabu, 11 Maret 2026 | 09:45 WIB
Menakar Seberapa Menarik Saham BSDE Dilirik Saat Manajemen Pasang Target KonservatifDi tengah permintaan properti yang belum pulih seratus persen, recurring income menjadi jangkar penting bagi stabilitas kinerja BSDE.
| Rabu, 11 Maret 2026 | 08:30 WIB
Dibayangi Risiko Pemangkasan Bobot di MSCI, tapi Asing Masih Borong Saham ASIIVolume penjualan mobil Astra diperkirakan naik 4% YoY mencapai sekitar 428.000 unit dengan pangsa pasar 52%.
| Rabu, 11 Maret 2026 | 07:30 WIB
Saham MDKA Gacor Diborong Investor Institusi Asing Sejak Awal Tahun 2026Saat ini valuasi MDKA relatif mahal, kenaikan di periode tahun berjalan sudah priced-in karena tingginya harga emas dan operasional proyek baru. Terpopuler | ||||||
