Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:38 WIB
Krisis Minyak, Batubara Kembali Menjadi AndalanPotensi Filipina mengimpor batubara dari Indonesia bisa mencapai 40 juta ton pada tahun ini untuk mengamankap operasional PLTU
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:35 WIB
Bank Swasta Harus Cari Cara Menumbuhkan Simpanan ValasDHE SDA wajib parkir di bank BUMN. Kebijakan ini membuat likuiditas valas bank swasta tergerus, sehingga strategi pun dirombak.
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:31 WIB
Waspada! Ketahanan Energi Nasional Masih RentanCadangan BBM Indonesia tercatat berada pada kisaran 27-28 hari berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:30 WIB
Strategi Divestasi Bisa Memacu Prospek Telkom (TLKM) Semakin SeksiPT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) terus fokus memperkuat bisnis inti dengan menggelar divestasi entitas usaha.
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:30 WIB
Biaya Dana Bank Susut, Margin Laba MenguatBiaya dana perbankan turun ke 3,1%, margin melebar—efisiensi dorong lonjakan laba bank di awal tahun.
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:15 WIB
Rupiah Loyo Usai Lebaran: Simak Proyeksi Terbarunya!Mayoritas mata uang global tertekan dolar AS, termasuk rupiah. Perhatikan rentang kurs terbaru di tengah tekanan global
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:15 WIB
Harga dan Produksi Emas Melonjak Tinggi, Laba BRMS Bisa Terus MendakiPeluang PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencetak pertumbuhan kinerja dua digit di 2026 terbuka. Kendati, harga emas dunia rawan volatil.
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:10 WIB
Ketahanan EnergiSampai saat ini, pemerintah Indonesia belum mengumumkan langkah konkret memitigasi ancaman krisis energi.
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:05 WIB
BSA Logistics (WBSA) Patok Harga IPO Rp 150-Rp 170 per SahamTerhitung sejak Rabu (25/3), PT BSA Logistics Indonesia Tbk mulai menggelar masa bookbuilding dalam rangka IPO.
| Kamis, 26 Maret 2026 | 06:05 WIB
Jumlah Bank dengan Modal Inti Rp 70 Triliun Akan Bertambah Tahun IniOJK pede pertambahan bank KBMI 4 yang ditargetkan tercapai. Sebanyak 2–3 bank diproyeksi naik kelas tahun ini meski ekonomi global bergejolak. Terpopuler | ||||||
