Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Senin, 27 April 2026 | 07:22 WIB
Prospek Tahun 2026, Saat Harga Emas Stabil, HRTA Tetap OptimistisPT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencetak laba fantastis 2025. Prediksi pertumbuhan 2026 tidak lagi tiga digit, simak proyeksi terbarunya!
| Senin, 27 April 2026 | 06:57 WIB
IHSG Anjlok, Net Sell Hampir Rp 3 T, Rupiah Ambruk, Simak Rekomendasi Saham Hari IniBadai menerjang IHSG, investor asing lepas saham besar-besaran. Jangan sampai salah langkah, pahami risikonya sebelum Anda bertindak.
| Senin, 27 April 2026 | 06:55 WIB
Daya Beli Loyo, Kredit Konsumer Semakin LesuKredit konsumer perbankan melambat seiring daya beli masyarakat melemah, mendorong bank semakin ketat menyalurkan pembiayaan.
| Senin, 27 April 2026 | 06:45 WIB
Dolar AS Melemah Tapi Bakal Bangkit: Kejutan di Tengah Ketegangan Global?Dolar AS sempat melemah di akhir pekan, namun kini berpotensi kembali menguat. Ketegangan geopolitik AS-Iran jadi pemicu.
| Senin, 27 April 2026 | 06:35 WIB
Hasil Stress Test, Perbankan Tanah Air Masih Kuat Hadapi Gejolak EkonomiStress test menunjukkan perbankan Indonesia tetap kuat menghadapi gejolak global, namun ekspansi kini dibuat lebih hati-hati
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB
Emiten Sawit: Siap Panen Cuan Berkat Mandatori B50Mandatori B50 mulai 1 Juli 2026 berpotensi dongkrak permintaan CPO domestik. Temukan emiten sawit yang paling diuntungkan.
| Senin, 27 April 2026 | 06:30 WIB
Strategi Mengerek Pangsa Pasar Perbankan SyariahPerbankan syariah tumbuh, tapi pangsa pasar masih di bawah 10%, dengan strategi antara konsolidasi atau ekspansi organik.
| Senin, 27 April 2026 | 06:22 WIB
Melihat Efek Domino di Balik Pelemahan Rupiah dan Defisit APBNForeign outflow yang terkonsentrasi pada saham-saham big banks, menandai memburuknya sentimen investor asing dari pelemahan nilai tukar rupiah.
| Senin, 27 April 2026 | 06:20 WIB
Kondisi Saham Bank Gambaran Kekhawatiran InvestorMeski kinerja solid, saham bank besar tetap tertekan jual asing besar akibat sentimen negatif dan kekhawatiran risiko sektor.
| Senin, 27 April 2026 | 06:20 WIB
Bukan Family Office, Tapi KEK Sektor Keuangan di BaliKEK sektor keuangan akan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk menarik investasi dan memperkuat industri keuangan nasional Terpopuler | ||||||
