Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 14 April 2026 | 14:06 WIB
SRBI Makin Menarik di 2026: Yield Naik, Asing Masuk AgresifImbal hasil SRBI melesat hingga 5,76%, tertinggi sejak Agustus 2025. Waspada dampak pada suku bunga bank dan harga obligasi.
| Selasa, 14 April 2026 | 12:00 WIB
Mekar Sejak Juli, Kini Dana Kelolaan Reksadana Layu pada Maret 2026Penurunan tajam harga saham dan obligasi, menjegal tren pertumbuhan dana kelolaan industri. Masih bisa mekar di tengah dinamika pasar?
| Selasa, 14 April 2026 | 11:24 WIB
Jaga Pengeluaran biar WFH Tak Bikin BoncosKebijakan WFH bisa mengurangi berbagai pengeluaran. Bagaimana cara agar pengeluaran tak jebol saat WFH?
| Selasa, 14 April 2026 | 10:33 WIB
Menelisik Dana Kelolaan Reksadana Kuartal Pertama Tahun 2026Penyebab utama koreksi tentu saja perang Iran yang memicu kenaikan harga energi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) koreksi 15% di Maret 2026.
| Selasa, 14 April 2026 | 09:30 WIB
Daya Beli Tercekik, Emiten Consumer Staples Dihantui Ancaman Pertumbuhan Semu!Fokus utama emiten saat ini bukan lagi memburu pertumbuhan yang meroket, melainkan mempertahankan pangsa pasar.
| Selasa, 14 April 2026 | 08:29 WIB
Kinerja Tahun 2025 Menguat, Prospek Darya-Varia (DVLA) Pada 2026 Masih SehatProspek PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) diproyeksi masih sehat, meski ada potensi kenaikan harga bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.
| Selasa, 14 April 2026 | 08:23 WIB
Emiten Siap Membayar Dividen, Investor Bisa Mengalap CuanSejumlah emiten akan melakukan pembayaran dividen pada April ini. Bagi para pemburu dividen, masih ada kesempatan untuk meraup cuan dividen.
| Selasa, 14 April 2026 | 08:15 WIB
Gencatan Senjata Ambyar, Pasar Saham BerdebarKekhawatiran pasar berpotensi meningkat pasca gagalnya kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang.
| Selasa, 14 April 2026 | 08:05 WIB
Menengok Transformasi Bisnis Petrosea dan Peluang Berlanjutnya Reli Saham PTROProspek jangka menengah dan panjang PT Petrosea Tbk (PTRO) terjaga berkat deretan kontrak jangka panjang bernilai jumbo.
| Selasa, 14 April 2026 | 08:01 WIB
Penjualan Alat Berat dan Batubara UNTR Merosot di Dua Bulan Pertama 2026PT United Tractors Tbk (UNTR) menunjukkan tren pelemahan kinerja pada sejumlah lini usaha pada dua bulan pertama 2026. Terpopuler | ||||||
