Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 18 Februari 2026 | 02:40 WIB
BI Tahan Bunga, Rupiah Jadi PrioritasBank Indonesia (BI) diprediksi menahan BI-Rate 5,75%. Prioritas stabilitas rupiah di tengah inflasi naik. Apa strategi investasi Anda?
| Rabu, 18 Februari 2026 | 02:30 WIB
Jangkar Fiskal Nasional Terancam MelemahEkonom khawatir dividen BUMN yang tak lagi masuk kas negara bisa picu fiscal gap.
| Rabu, 18 Februari 2026 | 02:23 WIB
Menakhodai Harga Komoditas: Mengakhiri Kutukan Raksasa yang DidikteKedaulatan yang sejati adalah ketika dunia melihat ke Jakarta -- bukan Singapura atau London -- untuk mengetahui harga nikel, batubara atau sawit.
| Rabu, 18 Februari 2026 | 02:05 WIB
Rotasi Sektor Memicu Profit Taking Saham Sektor EnergiSaat ini, saham sektor energi berlawanan arah dengan harga komoditas dan banyak disetir oleh ketidakpastian regulasi.
| Rabu, 18 Februari 2026 | 02:00 WIB
Momen Hari Raya Bawa Peluang Cuan, Simak StrateginyaSelain faktor musiman, dinamika likuiditas dan psikologis pasar membuka peluang sekaligus risiko yang perlu diantisipasi.
| Selasa, 17 Februari 2026 | 12:00 WIB
Harga dan Permintaan Turun, Apakah Sudah Saatnya Indonesia Hadapi Kiamat Batubara?Sektor batubara masih menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional dengan kontribusi 60% dan juga mesin pendapatan bagi negara.
| Selasa, 17 Februari 2026 | 12:00 WIB
Ekspor Anjlok, Permintaan Turun, dan Harga Tertekan, Batubara Masuki Sunset Industry?Strategi pemangkasan produksi batubara nasional seharusnya tidak lagi menjadi kebijakan reaktif sesaat demi mengerek harga.
| Selasa, 17 Februari 2026 | 11:00 WIB
Melihat Peluang dan Tantangan Diversifikasi Penyaluran Kredit di Tahun 2026Indonesia tetap punya kesempatan, tetapi jalurnya lebih realistis sebagai pengungkit produktivitas lintas sektor.
| Selasa, 17 Februari 2026 | 11:00 WIB
Membedah Prospek Kinerja dan Saham BULL Seiring Fase Super Cycle Industri PelayaranDalam RUPTL 2025-2034, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) terlibat dalam proyek FSRU dan logistik LNG domestik.
| Selasa, 17 Februari 2026 | 10:13 WIB
Lo Kheng Hong Getol Tambah Kepemilikan GJTL Sepanjang 2025, Berlanjut pada Awal 2026Berkat akumulasi terbarunya, Lo Kheng Hong (LKH) kini menguasai 5,97% saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL). | ||||||
