Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Kamis, 14 Mei 2026 | 06:10 WIB
DBS Research Group: Perekonomian Indonesia Masih Resilien di Bawah Pelemahan RupiahSektor pertambangan dan energi, perusahaan tambang hulu dinilai akan diuntungkan di tengah harga komoditas yang lebih tinggi.
| Kamis, 14 Mei 2026 | 05:37 WIB
Pemulihan EXCL dari Beban Merger Terus Berjalan Hingga Akhir TahunSalah satu faktor kunci adalah kemampuan EXCL melakukan efisiensi jaringan dan mengurangi biaya yang tumpang tindih pasca merger.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 11:00 WIB
Akuisisi MAPI Tunjukkan Daya Tarik Consumer Lifestyle IndonesiaValuasi MAPI masih menarik, saat ini diperdagangkan pada price earnings ratio (PER) sekitar 9,88 kali dan price to book value (PBV) 1,69 kali.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:19 WIB
Pertumbuhan Indeks Keyakinan Konsumen Belum Mendongkrak Prospek EmitenKenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per April 2026 belum menjadi katalis positif emiten konsumer.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:11 WIB
Rama Indonesia Resmi Jadi Pengendali Saham Dua Putra Utama Makmur (DPUM)PT Rama Indonesia telah menyelesaikan transaksi pengambilalihan saham mayoritas PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM).
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:07 WIB
Medela Potentia (MDLA) Sebar Dividen Rp 176,56 MiliarBesaran nilai dividen tersebut mencerminkan peningkatan rasio pembayaran dividen menjadi 45% dari laba bersih emiten farmasi itu di tahun 2025.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 10:01 WIB
Agar Kinerja Bisa Lebih Seksi, Telkom (TLKM) Menggenjot EfisiensiSaat ini, TLKM sedang melakukan streamlining alias perampingan sebagai strategi penataan portofolio non-core.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 09:00 WIB
MIKA Masih Tangguh di Tengah Pelemahan Rupiah, Ini PenopangnyaMIKA dinilai memiliki kemampuan cost pass-through yang cukup baik, khususnya pada segmen non-BPJS dan layanan premium.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:31 WIB
Ruang BI Rate untuk Naik, Kian TerbukaBank Indonesia diuji berat! Pelemahan rupiah 4,5% dan minyak US$100+ picu spekulasi kenaikan suku bunga hingga 50 bps.
| Rabu, 13 Mei 2026 | 08:30 WIB
RATU Perluas Portofolio Gas, Intip Potensi dan RisikonyaAkuisisi tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan pendapatan dan EBITDA RATU secara bertahap mulai tahun ini. | ||||||
