Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 20 Januari 2026 | 04:20 WIB
Pabrik Baru Dorong Kinerja Cisadane Sawit Raya (CSRA)Sebagai gambaran, pendapatan dan profitabilitas hingga akhir September 2025 sudah melampaui pendapatan dan profitabilitas tahun 2024.
| Selasa, 20 Januari 2026 | 04:15 WIB
LKM Berguguran Karena Masalah KlasikSetidaknya dalam waktu sekitar satu setengah bulan ke belakang, OJK mengumumkan pencabutan izin usaha terhadap 12 LKM.
| Selasa, 20 Januari 2026 | 04:10 WIB
Industri Ban Bakal Terus MenggelindingMeski menghadapi tantangan bisnis, Michelin tetap menaruh harapan terhadap perbaikan kinerja pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
| Senin, 19 Januari 2026 | 12:57 WIB
Performa Kompas100 Paling Moncer & Masih Punya Tenaga, LQ45 dan IDX30 Tertinggal JauhHingga pertengahan Januari 2026, pergerakan saham-saham unggulan di Indeks Kompas100 masih menunjukkan sinyal positif.
| Senin, 19 Januari 2026 | 09:43 WIB
Guncangan Trump Jilid II: Antara Perang Dagang, Operasi Militer, dan Nasib Ekonomi RIProdusen lokal RI semakin tergencet oleh banjir barang murah dari Tiongkok, mulai dari tekstil (TPT), besi baja, hingga kendaraan listrik (EV).
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:45 WIB
Harga Perak Menggila! Sempat Anjlok Lalu Melawan ke US$ 93,92, Bakal Kemana Lagi?Harga perak diprediksi bakal mencari level keseimbangan baru yang lebih tinggi akibat keterbatasan pasokan.
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:38 WIB
Danantara Tumpuan Realisasi InvestasiIvestasi masih akan sangat ditentukan oleh faktor kepastian kebijakan dan eksekusi proyek di lapangan.
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:30 WIB
Pengangguran Jadi Risiko Utama Perekonomian RIBonus demografi belum diimbangi penciptaan lapangan kerja berkualitas mengancam ekonomi
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:28 WIB
Normalisasi Diskon Dimulai, Sektor Otomotif Masuk Fase Penyesuaian di 2026Diskon besar-besaran membuat penjualan mobil roda empat (4W) secara wholesale pada Desember 2025 melesat 27% secara bulanan.
| Senin, 19 Januari 2026 | 08:19 WIB
IHSG Rekor, Rupiah Makin Loyo Dekati Rp 17.000, Simak Rekomendasi Saham Hari IniPada Kamis (15/1), kurs rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah semakin mendekati Rp 17.000, tepatnya ke Rp 16.880. | ||||||
