Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Minggu, 30 November 2025 | 06:35 WIB
Harga Beras Tak Tergoyahkan Surplus Beras NasionalHarga beras kembali menjadi sorotan. Hukum pasar tak berlaku. Saat produksi beras nasional surplus hampir 4 juta ton tah
| Minggu, 30 November 2025 | 06:31 WIB
Makin Populer, Binatu Koin di Tengah Tren Hidup PraktisGaya hidup praktis dan murah makin digemari masyarakat. Hal ini menjadi peluang bisnis bagi pengusaha binatu atau laundry koin.
| Minggu, 30 November 2025 | 06:30 WIB
Menangkap Bayu dan Surya demi Pusat Industri HijauIWIP ingin menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai pusat industri hijau terintegrasi. Simak strateginya.
| Minggu, 30 November 2025 | 06:27 WIB
Efek Kemilau EmasLonjakan harga emas yang terjadi belakangan membuat banyak orang harus bersaing mendapatkan emas batangan.
| Minggu, 30 November 2025 | 06:15 WIB
Bank Asing Kian Agresif Bidik Segmen Premium IndonesiaBank asing melihat peluang besar dari kelas menengah produktif Indonesia yang semakin melek investasi.
| Minggu, 30 November 2025 | 06:00 WIB
Memberantas Tambang Ilegal yang Susah MeninggalPemerintah sedang gencar memberantas tambang ilegal. Dan, ada ribuan penambangan tanpa izin. Kenapa sulit diberantas?
| Minggu, 30 November 2025 | 05:55 WIB
Kepemilikan SBN: Asing Cabut, Bank Menyokong Pasar ObligasiDana asing keluar dari SBN hingga November 2025. Bank, reksadana, dan asuransi justru tingkatkan kepemilikan.
| Sabtu, 29 November 2025 | 19:56 WIB
Kinerja Saham IPO 2025: COIN, RATU, CDIA Melesat, Dua Calon Emiten MengantrePelajari saham-saham IPO BEI 2025 yang menguat signifikan seperti COIN (3.470%) dan RATU. Intip potensi RLCO dan Super Bank (SUPA).
| Sabtu, 29 November 2025 | 16:50 WIB
Kisah Antonius Auwyang: Membangun Jembatan Emas Produk Indonesia di AustraliaTity Antonius Auwyang, insinyur sipil, sukses membangun Sony Trading Australia, mendistribusikan ribuan produk Indonesia ke pasar Australia.
| Sabtu, 29 November 2025 | 14:36 WIB
Tips Investasi Ala Direktur OCBC The Ka Jit: Jangan Tergoda Ambil Untung CepatMengintip strategi investasi dan portofolio pribadi Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), The Ka Jit Terpopuler | ||||||
