Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Jumat, 30 Januari 2026 | 05:35 WIB
IHSG Terjungkal, Dapen hingga Asuransi Tunggu Waktu yang Tepat untuk Menyerok SahamRontoknya IHSG dalam dua hari terakhir membuka kesempatan bagi Industri Keuangan Non Bank (IKNB) menyerok saham saat harganya jatuh
| Jumat, 30 Januari 2026 | 05:20 WIB
Target Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) Menarik 9,59 Juta PengunjungPada bisnis eksisting, PJAA akan terus melakukan pembaruan tema kawasan, peningkatan kualitas wahana, dan penguatan pengalaman pengunjung.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:45 WIB
IHSG Anjlok 8,33% dalam 2 Hari, Intip Prediksi Hari Terakhir Januari (30/1)Dalam dua hari penurunan saja, IHSG jatuh 8,33% setelah MSCI mengumumkan potensi penurunan status pasar saham Indonesia ke frontier market.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:40 WIB
Pasar Jadi Gigit Jari, Pemerintah Percaya DiriMenteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim tekanan bursa saham hanya sementara.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:30 WIB
Awal 2026, Pajak Terancam Lesu dan SeretDiperkirakan pertumbuhannya berada di kisaran 1% hingga 5% secara tahunan.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:30 WIB
Harga Emas Terus Mendaki, Industri Gadai Panen TransaksiIndustri gadai ikut menikmati cuan akibat semakin besarnya minat masyarakat dalam bertransaksi seiring kenaikan harga emas.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:23 WIB
Memahami Dampak Interim Freeze MSCITerbuka peluang membeli saham berfundamental bagus yang turun akibat kepanikan pasar, padahal saham itu tak benar-benar terimbas kebijakan MSCI.
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:20 WIB
Total Bangun Persada (TOTL) Memasang Target KonservatifTOTL membidik perolehan kontrak baru mencapai Rp 5 triliun di sepanjang 2026. Proyeksi ini terbilang stabil dibandingkan tahun lalu..
| Jumat, 30 Januari 2026 | 04:10 WIB
Insentif Motor Listrik Absen pada Tahun IniKemenperin menghitung biaya dan manfaat terhadap setiap usulan insentif, termasuk dampak terhadap perekonomian nasional.
| Kamis, 29 Januari 2026 | 19:36 WIB
MSCI Sentil Free Float, Kredibilitas Bursa Efek Indonesia Jadi TaruhanMSCI frontal menyatakan bahwa pasar modal Indonesia tidak memberikan transparansi perihal data free float dan struktur kepemilikan saham. Terpopuler | ||||||
