Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 11 Februari 2026 | 15:13 WIB
Tidak Ada Temuan Besar Emas di 2023-2024, Dukung Harga Emas Jangka PanjangTidak adanya penemuan besar emas selama dua tahun berturut-turut, yakni 2023-2024 diyakini akan mendukung harga emas ke depannya.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 14:00 WIB
Volatilitas Bitcoin Turun Terhadap Emas, Mampu Jadi Aset Lindung Nilai?JPMorgan menyatakan bahwa bitcoin kini terlihat lebih menarik dibanding emas, jika dilihat dari sisi volatilitas yang disesuaikan dengan risiko.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:25 WIB
Diam-Diam Kinerja Saham NISP Lebih Moncer dari Emiten Bank LainnyaKekuatan inti PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) adalah laba yang tumbuh di sepanjang 2025, loan deposit ratio (LDR) di level 70,4% dan CAR 24,5%.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB
Prospek Cemerlang Emiten Aguan (PANI) Pasca Capaian Marketing Sales yang SuksesBRI Danareksa Sekuritas menilai bahwa preferensi pasar terhadap PIK2 relatif berkelanjutan karena segmen yang disasar didominasi kelas atas.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 11:00 WIB
Transformasi Bisnis Non Batubara Bikin Saham IndIka Energy (INDY) Semakin MembaraTak hanya kendaraan listrik, Indika Energy (INDY) juga tengah melakukan proyek konstruksi tambang emas Awak Mas di Sulawesi Selatan.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:17 WIB
Potensi Penguatan Penjualan Jelang LebaranIndeks Penjualan Riil (IPR) Januari 2026 diperkirakan sebesar 228,3, lebih rendah dari Desember 2025
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:01 WIB
Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,6% di Kuartal I-2026Pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan didorong percepatan belanja dan stimulus pemerintah
| Rabu, 11 Februari 2026 | 09:00 WIB
Saham Kalbe Farma (KLBF) Terkoreksi di Tengah Aksi Beli Asing dan Program BuybackLima sekuritas kompak merekomendasikan beli saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) pada awal Februari 2026 di tengah penurunan harga yang masih terjadi.
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:50 WIB
Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%Untuk mencapai rasio pajak 2026, pemerintah harus tambah Rp 139 triliun dari realisasi 2025
| Rabu, 11 Februari 2026 | 08:24 WIB
Merdeka Gold Resources (EMAS) Sinergikan Dua Anak Usaha di Tambang Emas PaniDua entitas usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), menjalin kerjasama pengolahan dan pemurnian atas hasil tambang senilai Rp 9,84 triliun. Terpopuler | ||||||
