Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:12 WIB
BI Menopang Pembiayaan PemerintahBank Indonesia dan Kemenkeu sepakat tukar SBN Rp 173,4 T, menggeser beban utang.
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:02 WIB
Harga Kerbau dan Sapi Merangkak NaikHarga daging sapi murni naik 0,56% menjadi Rp 138.832 per kg dan daging kerbau segar lokal naik 0,39% menjadiRp 142.424 per kg.
| Senin, 23 Februari 2026 | 06:00 WIB
Pebisnis Pilih Wait and SeePemberlakuan tarif Trump menjadi tidak pasti setelah vonis Mahkamah Agung AS, sehingga berdampak ke pelaku usaha
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:55 WIB
Impor Migas dari AS Lewat Lelang TerbukaPertamina menargetkan porsi impor LPG dari Amerika meningkat hingga 70%. Selain LPG, Pertamina juga akan mendorong peningkatan impor minyak mentah
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:51 WIB
Impor Nikel 15 Juta Ton Tak Mencukupi SmelterKekurangan pasokan bijih nikel akan berdampak pada operasional smelter di dalam negeri, bahkan berpotensi PHK
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:47 WIB
ExxonMobil Incar Bagi Hasil Lebih TinggiAtas Imbal balik atas perpanjangan kontrak, ExxonMobil harus menambah investasi senilai US$ 10 miliar
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:41 WIB
Pasar Altcoin Terburuk Dalam 5 Tahun, Bitcoin Berpeluang Jatuh ke US$ 40.000?Karena performa buruknya yang tercatat di awal tahun 2026, tekanan jual altcoin mengganas dan mencapai level paling ekstrem di 5 tahun terakhir.
| Senin, 23 Februari 2026 | 05:21 WIB
Dua Wajah EXCL di 2026: Rugi Berlanjut, EBITDA MelonjakSinergi pasca integrasi dinilai akan mulai terlihat, PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) menargetkan sinergi US$ 250 – US$ 300 juta pada 2026
| Senin, 23 Februari 2026 | 04:48 WIB
Strategi Melawan Pump and Dump di Bursa Efek IndonesiaPeran BEI sangat krusial dalam meminimalkan praktik pump and dump karena BEI adalah frontline market operator, garis pertahanan pertama.
| Senin, 23 Februari 2026 | 04:33 WIB
Simak Rekomendasi Emiten Migas di Tengah Fluktuasi Harga KomoditasDengan berbagai sentimen geopolitik, harga minyak Brent untuk tahun 2026 secara moderat di kisaran US$ 62–US$ 67 per barel. Terpopuler | ||||||
