Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 25 Februari 2026 | 08:31 WIB
Berburu Cuan Dividen Bank Besar, Intip Potensi Yield Dividen BBCA, BMRI, BBRI, & BBNIImbal hasil dividen terutama dari bank Himbara diproyeksi lebih menarik, bisa menyentuh menyentuh 8%-9%.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 08:10 WIB
Saham SIDO Terjerembap di Musim Hujan Awal Tahun, tapi Diborong Tiga Institusi AsingInvestor asing institusi seperti Vanguard dan Blackrock masih mencatatkan unrealized loss di saham SIDO.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 07:35 WIB
OJK Usut 32 Kasus Dugaan Manipulasi Saham, Tak Semuanya Melibatkan InfluencerOtoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah memfinalisasi POJK yang ditargetkan bakal dirilis pada semester I-2026.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 07:10 WIB
Bangkit dari Level Gocap, Didorong Sentimen Right Issue Harga Saham WMUU MelesatKonversi hak tagih akan membawa dampak positif, salah satunya memangkas rasio pinjaman terhadap ekuitas WMUU.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 07:05 WIB
Perjanjian Dagang RI-AS Menekan Bisnis LogistikPerjanjian ini berpotensi membuat perlindungan data primer bangsa menggunakan platform digital dan server pihak asing.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:53 WIB
Pasar Saham Masih Lesu, Hari Ini, Rabu (25/2) IHSG Berpotensi Melanjutkan KoreksiKeuangan menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Pelemahan IHSG juga diiringi tekanan pada rupiah yang melemah ke Rp 16.829 per dolar AS.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:41 WIB
Strategi SGRO Bayar Utang Rp 205 Miliar dan Target Produksi CPO 2026SGRO menargetkan produksi minyak kelapa sawit (CPO) dan tandan buah segar (TBS) bisa tumbuh hingga 3%-5% di tahun 2026.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:33 WIB
Suntik Anak Usaha, JSMR Menerbitkan Obligasi Hingga Rp 2,06 TriliunSaat ini, progres pembangunan keseluruhan ruas Jakarta-Cikampek Selatan diklaim telah mencapai 75,78%
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:30 WIB
Terkoreksi Pasca Melesat, Berkat Kontrak Baru dari Adaro Saham DOID Tetap MemikatValuasi harga saham PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) acap kali terdiskon tajam gara-gara profil utangnya yang menggunung.
| Rabu, 25 Februari 2026 | 05:21 WIB
Tekanan Jual Emiten dan Pelemahan Rupiah Berlanjut, Simak Rekomendasi Saham Hari IniPelemahan IHSG diprediksi berlanjut hari ini, seiring tekanan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Terpopuler | ||||||
