Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Selasa, 27 Januari 2026 | 15:15 WIB
BREN Masuk di LQ45 dan IDX80, Ini Daftar Saham-Saham Indeks Terbaru Mulai 2 FebruariBREN resmi masuk LQ45 mulai 2 Februari 2026, berpotensi buat IHSG dan LQ45 lebih sejalan. Cari tahu bagaimana dampaknya pada investasi Anda.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:50 WIB
Didepak dari LQ45, Simak Prospek Saham ACES Menyambut Ramadan dan LebaranManajemen PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) menargetkan penambahan toko baru secara bertahap dengan pendekatan yang lebih terukur.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:36 WIB
Investasi Danantara Diklaim Memberikan Tenaga Tambahan Kepada Janu Putra (AYAM)Sebagai emiten berkapitalisasi menengah, dampak pertumbuhan kinerja terhadap harga saham AYAM akan jauh lebih eksplosif.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:21 WIB
Tren Saham DEWA Turun, Perlu Pembuktian Kinerja Agar bisa Berbalik ArahPergerakan harga saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) belum mencerminkan akumulasi institusional yang solid.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 08:10 WIB
Pergerakan Saham ULTJ Terdongkrak MBG, Resistance Krusial Belum Berhasil DijebolPenambahan lini produksi baru telah masuk dalam rencana Ultrajaya (ULTJ) dan dijadwalkan mulai direalisasikan pada Maret 2026.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:39 WIB
Saham BUMI Merosot Lagi, Investor Harap-Harap Cemas Menanti Kepastian MSCIJika PT Bumi Resources Tbk (BUMI) gagal masuk ke indeks MSCI, koreksi harga saham bisa semakin dalam.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:29 WIB
Saham PGUN Terkoreksi, Manajemen Bantah Kabar Jadi Kendaraan Bursa KriptoPosisi harga saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) saat ini masih berada dalam tekanan jual yang dominan.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 07:15 WIB
Independensi BI Diragukan? Sentimen Negatif Hantam Pasar SBNYield SBN 10 tahun naik jadi 6,37%, sinyal peluang bagi investor. Strategi ini bisa bantu kunci keuntungan optimal di tengah gejolak pasar.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 06:45 WIB
Nasib Rupiah pada Selasa (27/1): Penguatan Terbatas, Waspada Rapat FOMCRupiah naik 0,23% pada Senin (26/1) didukung sentimen negatif dolar AS. Peluang penguatan masih ada.
| Selasa, 27 Januari 2026 | 06:35 WIB
Bidik Dana Hingga Rp 170 Triliun dari SBN RitelKementerian Keuangan (Kemkeu) bakal menerbitkan delapan seri surat berharga negara (SBN) ritel pada tahun ini Terpopuler | ||||||
