Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Minggu, 08 Maret 2026 | 11:42 WIB
Dua Smelter HPAL Selesai, Vale Indonesia (INCO) Siap Geber ProduksiPabrik di Pomalaa dan Morowali PT Vale Indonesia Tbk (INCO) rencananya selesai di akhir 2026. Dua pabrik pengolahan ini telah dimulai sejak 2022.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 11:29 WIB
Strategi Manfaatkan Dana THR untuk InvestasiSaat pasar saham masih volatil, dana Tunjangan Hari Raya (THR) investor berpotensi dialihkan ke portofolio lain.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 11:00 WIB
Perjanjian Dagang Indonesia-AS dan Dampaknya Terhadap Surplus Neraca DagangInvestasi dan perdagangan dari mitra strategis lain seperti China, ke Indonesia terancam turun, terutama di sektor mineral kritis dan teknologi.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 09:00 WIB
Reksadana Pasar Uang AS Cetak Rekor, Prospek di Indonesia Makin DilirikInvestor AS berbondong-bondong masuk ke reksadana pasar uang yang membuat total aset instrumen ini cetak rekor US$ 8,271 triliun.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 08:35 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Wafat, Harga Emas Bergejolak, Saham Ini bisa Jadi PilihanHarga emas dunia dalam jangka pendek berpeluang menguji level tertinggi yang pernah dicapai sebelumnya, yakni di US$ 5.590 per ons troi.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:30 WIB
Portofolio Direktur Allo Bank Ganda Raharja: Untung dari Diversifikasi PortofolioDirektur Allo Bank Ganda Raharja buka-bukaan strategi investasinya. Ia berhasil alokasikan 30% dana di emas digital. Simak cara lengkapnya
| Minggu, 08 Maret 2026 | 04:00 WIB
Rupiah Melemah, Konflik Global & Rating Indonesia Ancam EkonomiRupiah melemah ke Rp16.925/USD Jumat lalu. Konflik global dan rating Fitch jadi pemicu utama. Simak proyeksi dan dampaknya di sini.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:55 WIB
Manis Cuan Bisnis Buah dari Timur TengahTingginya minat masyarakat terhadap kurma membuat bisnis buah khas Timur Tengah ini menjanjikan bagi pelaku usaha.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:50 WIB
Banyak Dicari, Bisnis Emas Bank Syariah Kian MendakiSebagai aset save haven, pamor emas semakin berkilau di tengah panasnya konflik di Timur Tengah seperti saat ini.
| Minggu, 08 Maret 2026 | 02:35 WIB
Ujian Diplomasi BoPKetegangan geopolitik di Timur Tengah juga berpotensi memicu volatilitas harga energi dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global. Terpopuler | ||||||
