Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 07 Januari 2026 | 21:50 WIB
Ketentuan Barang Impor di Pelabuhan DiperkuatBarang impor yang ditimbun di Tempat Penimbunan Sementara lebih dari 30 hari dan belum diselesaikan kewajiban pabeannya, bakal berstatus BTD.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 17:22 WIB
Menengok Kekayaan Konglomerat yang Jadi Jangkar Penggerak IHSGPasar merespons positif aksi korporasi dan perbaikan kinerja, mencerminkan konsep conglomerate stocks dengan valuasi premium atas sinergi bisnis.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 12:28 WIB
Saatnya Meminimalkan Kasus-Kasus Investasi MukidiFaktor lain yang menyebabkan masyarakat kita mudah tergiur investasi ala Mukidi adalah kondisi ekonomi yang buruk dan ingin kaya secara cepat.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 10:20 WIB
PPN DTP Diperpanjang dan Bunga KPR Turun, Properti di 2026 Masih Punya Ruang TumbuhInsentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) properti resmi diperpanjang hingga akhir 2026.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 10:02 WIB
Emiten Menara Diproyeksikan Tumbuh di 2026, Pilih Koleksi MTEL, TOWR atau TBIG?Potensi pemulihan ARPU diprediksi menjadi bahan bakar baru bagi emiten menara telekomunikasi di tahun 2026.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 09:03 WIB
Target Lelang Awal Tahun Rp 220 TriliunBelum diketahui target pembiayaan utang 2026, mengingat UU APBN 2026 yang disepakati tak kunjung dipublikasikan pemerintah kepada publik
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:54 WIB
Konsumsi Terangkat, Tapi Ada Sinyal Tahan BelanjaMasyarakat belanja di akhir tahun, terutama pada sektor rekreasi dan barang konsumsi
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:50 WIB
Saham WIIM Terbang 135,71 Persen Sepanjang 2025, Begini Prospek Wismilak di 2026Performa saham PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) di sepanjang 2025 didorong kinerja kuat dan kebijakan cukai.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 08:31 WIB
Goldman Sachs hingga Invesco Pasang Posisi di ANTM, Sinyal Harga Bisa Tembus 4.000?Investor asing institusi rajin memborong saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)di tengah gejolak geopolitik.
| Rabu, 07 Januari 2026 | 07:48 WIB
Terbang 34 Persen di Awal Tahun 2026, Kemana Arah Saham MINA Selanjutnya?Secara teknikal saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Terpopuler | ||||||
