Masih Banyak Saham Murah Berfundamental Solid dengan Valuasi Oke
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa saham-saham likuid yang tergabung dalam indeks LQ45 tak mampu mengekor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tumbuh positif 9,36% sejak awal tahun ini. Di periode yang sama, indeks LQ45 hanya mampu naik 0,43%.
Maklum saja, ada 60% saham emiten LQ45 yang harganya masih jeblok. Tapi kabar baiknya, dari saham-saham yang harganya turun itu, ada sekitar 15 emiten yang memiliki valuasi menarik. Ini terlihat dari price earning ratio (PER) dan price to book value (PBV) yang lebih rendah dari rata-rata lima tahun terakhir.
|
Valuasi Sejumlah Emiten LQ45 yang Harga Sahamnya Tengah Terkoreksi |
||||||
|---|---|---|---|---|---|---|
|
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan? Masuk
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Berita Terbaru
| Rabu, 09 September 2026 | 08:25 WIB
Alam Sutra Dongkrak Penjualan Rp 300 Miliar dari ExpoManajemen PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membidik tambahan marketing sales Rp 300 miliar melalui Alam Sutera Group Expo 2026.
| Rabu, 09 September 2026 | 08:22 WIB
Bisnis Masker Mekar Sesaat Berkat AbuKenaikan permintaan masker dinilai bersifat sementara. Masyarakat diminta jangan panik dan melakukan panic buying.
| Rabu, 09 September 2026 | 08:09 WIB
Trimitra Trans (BLOG) Perkuat Jaringan ke Timur IndonesiaPT Trimitra Trans Persada Tbk melihat peluang pertumbuhan bisnis logistik rantai dingin atau cold chain di Indonesia.
| Rabu, 09 September 2026 | 08:02 WIB
TOWR Memacu Ekspansi Bisnis Infrastruktur DigitalTOWR akan mengembangkan bisnis menara, jaringan fiber optik, konektivitas, energi hingga layanan terkelola.
| Rabu, 09 September 2026 | 08:00 WIB
IHSG Berpeluang Melanjutkan Tren PositifPasar mencermati arah kebijakan moneter The Fed, inflasi Amerika Serikat (AS), pergerakan imbal hasil US Treasury, serta kenaikan harga minyak
| Rabu, 09 September 2026 | 07:54 WIB
Lautan Luas (LTLS) Mencari Mesin Pertumbuhan BaruStrategi PT Lautan Luas Tbk (LTLS) memperkuat bisnis kimia dan merancang pertumbuhan baru dari lini farmasi.
| Rabu, 09 September 2026 | 07:38 WIB
Saham BUMI Rally 17,7% di Awal September, Analis Wanti-Wanti Risiko KoreksiKombinasi bisnis pertambangan emas hasil akuisisi dan segmen batubara menjadi penopang prospek PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
| Rabu, 09 September 2026 | 07:31 WIB
Ekonomi Masih Tak Pasti, Emiten Kakap Tahan EkspansiKondisi ekonomi yang masih lesu menyebabkan emiten masih menahan belanja modal atau capital expenditure (capex).
| Rabu, 09 September 2026 | 07:23 WIB
Cari Pendanaan, MBMA Disebut Bakal Masuk ke Bursa Hong KongJika rencana ini terealisasi, MBMA akan menyusul sejumlah perusahaan tambang asal Indonesia lain yang mulai melirik pasar modal Hong Kong.
| Rabu, 09 September 2026 | 07:18 WIB
RAJA Tuntaskan Akuisisi Saham Layar Nusantara GasTransaksi ini didasarkan pada penandatanganan Akta Jual Beli Saham dengan Genting LNG Pte. Ltd yang telah dilakukan pada 29 April 2026. Terpopuler | ||||||
