May Day, Kalangan Buruh Menuntut UU Cipta Kerja Segera Dicabut

Kamis, 02 Mei 2024 | 05:29 WIB
May Day, Kalangan Buruh Menuntut UU Cipta Kerja Segera Dicabut
[ILUSTRASI. Buruh berdemonstrasi saat peringatan hari buruh internasional (mayday) di Jakarta, Rabu (1/5/2024). Ada empat tuntutan yang dibawa massa buruh dalam aksi tersebut yaitu, mencabut klaster ketenagakerjaan di omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja, menolak upah murah, menolak outsourcing dan meminta perlindungan buruh migran. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/01/05/2024]
Reporter: Aurelia Lucretie, Lailatul Anisah, Siti Masitoh, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah tuntutan mengemuka dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung kemarin, 1 Mei 2024. Bukan hanya ditujukan kepada pemerintahan saat ini, tuntutan juga menyasar pemerintahan hasil Pemilu 2024.

Kaum buruh konsisten menolak Omnibus Law Undang Undang Cipta Kerja Nomor 6 Tahun 2023 beserta aturan turunannya. Presiden Asosiasi Serikat Pekerja (Aspek) Indonesia, Mirah Sumirat bilang,  dampak buruk UU Cipta Kerja, khususnya klaster Ketenagakerjaan, sudah mulai dirasakan rakyat Indonesia. UU Cipta Kerja dinilai telah membuat pekerja Indonesia kian miskin, karena telah menghilangkan jaminan kepastian kerja, jaminan kepastian upah dan jaminan sosial.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:47 WIB

Prospek Harga Emas Pekan Ini: Geopolitik, Inflasi, hingga Bank Sentral Jadi Penentu

Arah pergerakan emas tetap sangat bergantung pada hasil berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.

Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:43 WIB

Persib Bandung Mau IPO, Sepakbola Domestik Sudah Jadi Industri?

Rencana PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia belakangan ini menyedot perhatian publik.

Saham SQMI Volatil Ditopang Rumor Investor China Masuk, Begini Kata Manajemen Wilton
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:26 WIB

Saham SQMI Volatil Ditopang Rumor Investor China Masuk, Begini Kata Manajemen Wilton

PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI) membukukan rapor keuangan yang positif di 2025, baik di neraca laba-rugi maupun posisi keuangan.

Perputaran Uang Rp 223 Triliun Lewat Koperasi Merah Putih
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:05 WIB

Perputaran Uang Rp 223 Triliun Lewat Koperasi Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto memperkirakan program ini mampu menciptakan perputaran uang hingga Rp 223 triliun per tahun

Penduduk 280 Juta, Masih Jadi Daya Tarik atau Ilusi Pasar Besar Indonesia
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:01 WIB

Penduduk 280 Juta, Masih Jadi Daya Tarik atau Ilusi Pasar Besar Indonesia

Indonesia kerap dipromosikan sebagai pasar yang menjanjikan di dunia, dengan narasi klasik, negara berpenduduk hampir 280 jiwa.

Pelimpahan Perkara Febrie Tuai Polemik
| Senin, 13 Juli 2026 | 07:00 WIB

Pelimpahan Perkara Febrie Tuai Polemik

Pelimpahan kasus Febrie Adriansyah ke Kejagung dinilai menabrak KUHAP sehingga harus dikaji ulang lagi

Jababeka Bidik Pasar Gudang Multifungsi
| Senin, 13 Juli 2026 | 06:52 WIB

Jababeka Bidik Pasar Gudang Multifungsi

Secara keseluruhan, Graha Buana Cikarang menargetkan marketing sales mencapai Rp 1,8 triliun pada tahun ini.

 Surplus Solar Bakal Dikonversi Jadi Avtur
| Senin, 13 Juli 2026 | 06:46 WIB

Surplus Solar Bakal Dikonversi Jadi Avtur

Pemerintah menyiapkan pabrik avtur baru untuk menyerap potensi surplus solar dan membuka peluang untuk ekspor avtur

Skema Penarikan Dana SAL Harus Diperjelas
| Senin, 13 Juli 2026 | 06:40 WIB

Skema Penarikan Dana SAL Harus Diperjelas

Dana SAL memberi likuiditas bagi Himbara, tapi skema tarik sewaktu-waktu memicu risiko mismatch pendanaan dan kredit jangka panjang

Ganti Pengendali, IATA Bersalin Nama Jadi Karya Pacific Energy
| Senin, 13 Juli 2026 | 06:40 WIB

Ganti Pengendali, IATA Bersalin Nama Jadi Karya Pacific Energy

PT MNC Energy Intestments Tbk (IATA) berganti nama jadi PT Karya Pacific Energy Tbk, setelah PT Karya Pacific Investama (KPI) jadi pengendali. 

INDEKS BERITA

Terpopuler