Megaproyek PLTS Butuh Kepastian Regulasi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Target ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gigawatt (GW) membutuhkan investasi jumbo. Riset terbaru Institute for Essential Services Reform (IESR) memperkirakan kebutuhan investasi kumulatif untuk membangun kapasitas PLTS 100 GW mencapai US$ 51 miliar-US$ 78 miliar dalam lima tahun.
Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp 17.760 per dolar AS, kebutuhan investasi itu setara Rp 905,98 triliun hingga Rp 1.385,63 triliun.
Manajer Riset Pemodelan Sistem Energi dan Analisis Sistem Ketenagalistrikan IESR Abraham Octama Halim menjelaskan, dengan kebutuhan investasi yang sangat besar, keterlibatan investor dan pengembang listrik swasta atau independent power producer (IPP) menjadi krusial.
Baca Juga: Menangkap Matahari di Atap Masih Terhalang Kuota
