Membedah Transaksi Penjualan Bhakti Coal Resources dari BHIT ke IATA, Siapa Untung?

Kamis, 10 Februari 2022 | 16:29 WIB
Membedah Transaksi Penjualan Bhakti Coal Resources dari BHIT ke IATA, Siapa Untung?
[ILUSTRASI. Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo memberikan paparan sebelum penandatanganan kerja sama antara Migo Indonesia dan PT MNC Vision Networks (IPTV) di Jakarta, Kamis (10/6/2021). TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN]
Reporter: Dimas Andi, Tedy Gumilar | Editor: Tedy Gumilar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses transaksi pindah kantong yang dihelat Grup MNC atas perusahaan batubara, PT Bhakti Coal Resources terus berlanjut. PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana menjual 99,33 persen saham PT Bhakti Coal Resources yang dimilikinya kepada PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA). BHIT dan IATA adalah dua emiten yang dimiliki Grup MNC, kelompok usaha yang dikendalikan taipan Hary Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe.

Untuk membuktikan keseriusannya, lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung 10 Februari 2022, nama IATA pun diubah, dari PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk menjadi PT MNC Energy Investments Tbk.

Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah Berlangganan?
Berlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama dan gunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Business Insight
Artikel pilihan editor Kontan yang menyajikan analisis mendalam, didukung data dan investigasi.
Kontan Digital Premium Access
Paket bundling Kontan berisi Business Insight, e-paper harian dan tabloid serta arsip e-paper selama 30 hari.
Masuk untuk Melanjutkan Proses Berlangganan
Bagikan

Berita Terbaru

Gapki Merespons Dugaan Kartel TBS Sawit Petani
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:24 WIB

Gapki Merespons Dugaan Kartel TBS Sawit Petani

Satgas Pangan menduga adanya praktik kartel di tengah penurunan harga TBS sawit di tingkat petani, meski harga CPO di pasar global  meningkat.

Chatib: Kondisi Domestik Tak Seburuk Dibayangkan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:20 WIB

Chatib: Kondisi Domestik Tak Seburuk Dibayangkan

Chatib menegaskan tak ada pertemuan khusus bersama Menkes Budi Gunandi Sadikin dengan Prabowo terkait potensi reshuffle.

 Siap-Siap Iuran BPJS Kesehatan akan Naik
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:15 WIB

Siap-Siap Iuran BPJS Kesehatan akan Naik

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan di tahap awal fokus pada peserta PBI yang ditanggung APBN sehingga tidak berdampak ke masyarakat

Nilai Tukar Rupiah Terangkat Kenaikan BI Rate
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:15 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terangkat Kenaikan BI Rate

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI rate 25 bps menjadi 5,50% kemarin, mampu mengangkat rupiah yang tengah tertekan. 

Indonesia dan Filipina Barter Bahan Baku Industri
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:09 WIB

Indonesia dan Filipina Barter Bahan Baku Industri

Indonesia akan melakukan impor bijih besi bahan baku baja. Setelah diproses oleh Krakatau Steel, produk baja akan diekspor ke Filipina

Kredit Digital Melesat Saat Daya Beli Melambat
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:08 WIB

Kredit Digital Melesat Saat Daya Beli Melambat

Baki debet buy now pay later(BNPL) perbankan melesat 37,29% secara tahunan per April 2026.               

Ekspor SDA Satu Pintu Mulai Disosialisasikan
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:04 WIB

Ekspor SDA Satu Pintu Mulai Disosialisasikan

Pemerintah menerapkan kebijakan ini untuk memperkuat peran BUMN dan memperbaiki tata kelola niaga di dalam negeri.

Persepsi Risiko Indonesia Masih Tinggi
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:00 WIB

Persepsi Risiko Indonesia Masih Tinggi

Setelah BI rate dikerek, yield SBN menanjak di tengah penguatan rupiah dan kenaikan IHSG. Ini mencerminkan persepsi risiko Indonesia masih tinggi

Peritel Bersiap Mengerek Harga Jual Produk
| Rabu, 10 Juni 2026 | 06:00 WIB

Peritel Bersiap Mengerek Harga Jual Produk

Potensi kenaikan harga produk ritel impor dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Wewenang Lemigas di Rantai Pasok BBM
| Rabu, 10 Juni 2026 | 05:59 WIB

Wewenang Lemigas di Rantai Pasok BBM

Menurut Bahlil, penunjukan Lemigas sebagai kepanjangan tangan pemerintah dalam kegiatan impor bertujuan meningkatkan efisiensi tata niaga energi

INDEKS BERITA