KONTAN.CO.ID - Saat berpidato pada peletakan batu pertama pembangunan Institut Pertanian Bogor pada 1952, Presiden Soekarno mengingatkan: "Tiap tahun soal beras ini akan datang, makin lama makin hebat, makin lama makin ngeri..." Penulis meyakini, saat itu Presiden Soekarno tidak bermaksud mengutuk bangsa ini.
Semua itu disampaikan sebagai peringatan kepada para penentu kebijakan pangan di negeri ini agar serius menyikapi tren peningkatan produksi pangan yang sangat njomplang dibandingkan dengan tren peningkatan jumlah penduduk.
Memang, kalau kita bicara masalah beras di negeri ini, sepertinya kita sedang bicara tentang masalah yang tak pernah berujung. Selalu datang dan datang lagi, sulit untuk dipecahkan. Seperti yang sedang terjadi saat ini, meskipun pemerintah mengklaim bahwa sejak awal tahun 2024 telah berhasil memberikan bantuan pangan beras kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM), namun harga beras masih tetap meroket.
Ini Artikel Spesial
Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan.
Sudah berlangganan? MasukBerlangganan dengan Google
Gratis uji coba 7 hari pertama. Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran.
Kontan Digital Premium Access
Business Insight, Epaper Harian + Tabloid, Arsip Epaper 30 Hari
Rp 120.000
Business Insight
Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi bisnis dan investasi pilihan