Memperluas Jejaring Bisnis, BUAH Siap Menambah Cabang di Sulawesi dan Sumatra

Kamis, 26 Maret 2026 | 03:49 WIB
Memperluas Jejaring Bisnis, BUAH Siap Menambah Cabang di Sulawesi dan Sumatra
[]
Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) ingin melanjutkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini. Manajemen BUAH menyiapkan sejumlah strategi agar kinerja keuangan tetap bertumbuh pada 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik global. 

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pekan lalu, Segar Kumala Indonesia membukukan penjualan neto senilai Rp 3,27 triliun pada 2025. Jumlah ini meningkat 47,30% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan penjualan neto 2024 yang sebesar Rp 2,22 triliun.

Seiring dengan kenaikan kinerja top line, BUAH mencatatkan peningkatan beban pokok penjualan sebesar 49,51% dari Rp 2,04 triliun pada 2024 menjadi Rp 3,05 triliun di tahun 2025. 

Dari sisi bottom line, BUAH meraih laba tahun berjalan atau laba bersih senilai Rp 50 miliar pada tahun lalu. Angka ini tumbuh 42,9% ketimbang laba bersih 2024 yang senilai Rp 35 miliar.

Baca Juga: Kondisi Geopolitik Ubah Hasrat Investasi & Restrukturisasi Pengusaha Energi dan SDA

Direktur Utama Segar Kumala Indonesia, Renny Lauren mengatakan, pihaknya pada tahun ini akan menambah cabang di dua lokasi untuk memperluas jangkauan distribusi, tepatnya di Sulawesi bagian Utara dan Sumatra. "Dengan rencana ini, kami menargetkan kapasitas cold storage atau fasilitas penyimpanan bertambah 500.000 kilogram atau 500 ton," ungkap dia kepada KONTAN, Selasa (24/3).

Efek krisis Timur Tengah

Di tengah ketidakpastian geopolitik global imbas perang di kawasan Timur Tengah, Renny menyebutkan, prospek perdagangan buah-buahan ke depan masih dibayangi sejumlah tantangan. Pasalnya, volatilitas harga bahan bakar minyak (BBM) dapat mengerek biaya produksi perusahaan secara signifikan. "Hal ini tentu menjadi tantangan berat dalam menjaga stabilitas harga di pasar," imbuh dia.

Untuk mengatasi problem tersebut, menurut Renny, Sugar Kumala Indonesia akan terus memantau pergerakan daya beli masyarakat sambil merumuskan skema mitigasi harga yang paling tepat.

Baca Juga: Pasokan Gas Hambat Utilisasi Industri Keramik

Ihwal ekspansi memperluas jejaring bisnis di dua wilayah pada tahun ini, menurut Renny, juga merupakan langkah strategis perusahaan untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah situasi yang masih dinamis. "Kami memang membatasi pada dua lokasi baru tahun ini, tapi itu adalah langkah strategis yang telah direncanakan dengan matang," imbuh Renny.

Pada 2025, pasar Pulau Jawa masih mendominasi penjualan BUAH, yakni mencapai Rp 2,14 triliun, disusul Sumatra Rp 330,21 miliar, Sulawesi 329,91 miliar, Kalimantan Rp 186,34 miliar dan kota lainnya Rp 282,08 miliar.

Manajemen Segar Kumala Indonesia juga fokus memperkuat penetrasi pada produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini, sambil memaksimalkan potensi di daerah.

Baca Juga: Ada Efisiensi Anggaran, Setoran Pajak Bakal Ikut Tertekan

Meskipun demikian, Renny bilang, BUAH melirik dan memanfaatkan peluang dari meningkatnya gaya hidup belanja dengan bijak alias smart spending. Fenomena tersebut membuka peluang bagi komoditas pangan berkualitas seperti buah-buahan. Oleh karena itu, Segar Kumala Indonesia berupaya untuk tetap bertumbuh dan melanjutkan ekspansi sesuai rencana. 

Di tengah perang Timur Tengah yang belum tentu berakhir dalam waktu dekat, BUAH juga mengutamakan kualitas pertumbuhan bisnis di atas kuantitas. Dengan risiko pasar yang cukup tinggi, mereka menetapkan target pertumbuhan penjualan tahun ini dengan lebih moderat, yakni single digit di kisaran 3%–4% dibandingkan realisasi tahun lalu. "Sebab, prioritas perusahaan saat ini adalah profitabilitas," ujar Renny.

Segar Kumala Indonesia  juga berupaya memperbaiki struktur biaya secara internal agar mampu mendorong kenaikan margin laba bersih atau net profit margin hingga mencapai target 8%–10%. Manajemen BUAH optimistis dapat mencapai target kinerja guna memastikan perusahaan tetap sehat dan kompetitif.

Bagikan
Topik Terkait

Berita Terbaru

Mendulang Berkah dari Komoditas Batubara
| Kamis, 26 Maret 2026 | 05:05 WIB

Mendulang Berkah dari Komoditas Batubara

Batubara berkontribusi 70% terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) minerba                    

Darma Henwa (DEWA) Berharap dari Ekspansi Bisnis Emas
| Kamis, 26 Maret 2026 | 05:00 WIB

Darma Henwa (DEWA) Berharap dari Ekspansi Bisnis Emas

Ekspansi DEWA ke tambang emas Gayo menjanjikan, namun ada risiko. Keterlambatan eksplorasi bisa hambat valuasi.

Merdeka Gold Resources (EMAS) Siap Listing Saham di Bursa Efek Hong Kong
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:55 WIB

Merdeka Gold Resources (EMAS) Siap Listing Saham di Bursa Efek Hong Kong

BS Securities Hong Kong Ltd dan CITIC Securities Ltd telah ditunjuk sebagai joint sponsors EMAS terkait permohonan pencatatan saham di Hong Kong.

Paradoks Impor Bibit Ayam
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:41 WIB

Paradoks Impor Bibit Ayam

Persoalan paling mendasar juga perlu dijawab, yakni transparansi mengenai kebutuhan riil grand parent stock (GPS) nasional.

Jamkrida Kejar Status Jadi Perseroda
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:40 WIB

Jamkrida Kejar Status Jadi Perseroda

OJK menargetkan 18 Jamkrida jadi Perseroda akhir 2025, namun 5 perusahaan masih tertinggal.            

Inflasi Medis Tekan Kinerja Asuransi Kesehatan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:30 WIB

Inflasi Medis Tekan Kinerja Asuransi Kesehatan

Premi asuransi kesehatan anjlok 14,4% YOY, klaim tetap tinggi. Perusahaan kini putar otak.                      

Trisula Textile Industries (BELL) Memacu Segmen Ritel dan B2B pada Tahun Ini
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:07 WIB

Trisula Textile Industries (BELL) Memacu Segmen Ritel dan B2B pada Tahun Ini

BELL memacu berbagai kanal penjualan melalui brand JOBB dan Jack Nicklaus, yang kini didukung 211 point of sales (POS) di berbagai lokasi.

Urun Dana Tumbuh di Tengah Tekanan
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:00 WIB

Urun Dana Tumbuh di Tengah Tekanan

Investor urun dana kini lebih selektif. Perusahaan mulai merancang struktur permodalan adaptif demi stabilitas imbal hasil.

MBG Masuk Radar Penghematan Anggaran
| Kamis, 26 Maret 2026 | 04:00 WIB

MBG Masuk Radar Penghematan Anggaran

Pengurangan hari pembagian MBG bisa menghemat anggaran Rp 40 triliun atau lebih                     

Memperluas Jejaring Bisnis, BUAH Siap Menambah Cabang di Sulawesi dan Sumatra
| Kamis, 26 Maret 2026 | 03:49 WIB

Memperluas Jejaring Bisnis, BUAH Siap Menambah Cabang di Sulawesi dan Sumatra

PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) memproyeksikan margin laba bersih pada tahun ini berkisar 8% hingga 10%.

INDEKS BERITA

Terpopuler