KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar mengkritik strategi perpajakan pemerintah di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian. Ia menilai pendekatan otoritas pajak saat ini kembali mengarah pada pola lama, yaitu menyasar wajib pajak yang sudah berada dalam sistem.
Hal itu setidaknya terlihat dari kebijakan restitusi, maraknya penerbitan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK), hingga Account Representative (AR) yang berperan sebagai pemeriksa.
