Menakar Penolakan

Jumat, 14 Juli 2023 | 08:00 WIB
Menakar Penolakan
[]
Reporter: Thomas Hadiwinata | Editor: Markus Sumartomjon

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Layaknya ketentuan hukum yang berstatus omnibus law, Undang-Undang (UU) Kesehatan yang baru pasti memancing kontra. UU ini menggantikan hingga 11 undang-undang yang terkait dengan kesehatan. UU Kesehatan 2023 juga menambahkan empat UU lain yang tetap berlaku. 

Sebagai sapu jagat dari belasan ketentuan hukum, UU Kesehatan yang baru disahkan tiga hari lalu itu memiliki 20 bab dan 478 pasal. Angka-angka itu mengilustrasikan sulitnya mencerna UU Kesehatan 2023 dalam waktu singkat.

Ada banyak penolakan, baik secara lisan, bahkan dalam bentuk unjukrasa, saat UU ini dibahas. Namun sejauh apa kepentingan publik yang sudah terdengar dalam hingar-bingar seputar UU Kesehatan? 

Penghapusan belanja anggaran wajib untuk kesehatan merupakan penolakan yang paling mudah dirunut kepentingan publiknya. 

Kalau pemerintah tak lagi diwajibkan mengalokasikan sekian persen dari pengeluaran anggaran untuk kesehatan, kita patut waswas layanan, juga infrastruktur, yang terkait dengan kesehatan untuk  publik akan merosot.

Atas keberatan penghapusan mandatory spending, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut outcome lebih penting. 

Kendati ada benarnya, argumen sang menteri yang lebih banyak berkiprah di dunia swasta ini, bisa memancing perdebatan lain. Bahwa selama ini penyusunan anggaran pemerintah tak lagi relevan dengan kepentingan masyarakat.

Selain mandatory spending, isu lain yang kerap diusung para penentang UU Kesehatan lebih banyak mewakili kepentingan berbagai organisasi profesi. Isu yang dimaksud seperti penghapusan kewenangan untuk menerbitkan rekomendasi atau lisensi atau penolakan terhadap kehadiran tenaga kerja asing. 

Kepentingan masyarakat saat ini justru meningkatkan ketersediaan dokter, baik yang umum maupun spesialis. Demi peningkatan ketersediaan tenaga kesehatan itu, apa salahnya jika kita memberlakukan aturan yang lebih mempermudah seseorang menjadi dokter atau dokter spesialis? 

Menolak dokter asing, atau mempersulit proses penerbitan lisensi atau registrasi demi mengutamakan mutu, sesungguhnya tidak tepat. Kenyataan yang terjadi, masyarakat akan mendapatkan kualitas layanan yang begitu-begitu saja, saat penyedia layanan terbatas.

Tidak percaya? Silakan renungkan mengapa banyak orang berduit lebih suka berobat ke luar negeri

Bagikan

Berita Terbaru

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia
| Senin, 17 Agustus 2026 | 07:00 WIB

ETF Emas Meluncur, Sumber Cuan Anyar atau Euforia

Lima ETF emas mencuri perhatian investor pada awal peluncuran 10 Agustus 2026. Daya tahan instrumen baru ini mulai diuji.

Kemerdekaan Ekonomi
| Senin, 17 Agustus 2026 | 05:10 WIB

Kemerdekaan Ekonomi

BPS menunjukkan ekonomi Indonesia sebenarnya masih tumbuh cukup kuat. Pada kuartal II-2026, ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% secara tahunan.

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Tokenisasi Real World Asset (RWA), Pintu Baru Pasar Modal

Tantangan terbesar RWA pada validasi aset, yaitu memastikan token didukung aset riil dengan nilai yang sesuai.

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:00 WIB

Intip Isi Portofolio Investasi Direktur Keuangan Krom Bank, Alvin James

Pengalaman panjang di industri keuangan membuat Direktur Keuangan Krom Bank semakin selektif dalam mengelola portofolio investasinya.

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Mengenal Ego Odysseus Dalam Memimpin

​Mencari orang yang pintar, visioner dan berwawasan luas itu memang sulit. Namun, jauh lebih sulit lagi mencari orang yang bijak.

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:35 WIB

Menekan Produksi Emisi Karbon Lewat Bata Ringan

Bata ringan bukan hanya material konstruksi, ia juga bagian dari upaya mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon.

 
Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:15 WIB

Layar Bioskop yang Merambah Bisnis Nobar Hingga Pijat

Bioskop makin ekspansif mengembangkan bisnis dengan menggarap lini usaha non penayangan film. Seperti apa peluangnya?

Saat Bank Berebut Pasar Paylater
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Saat Bank Berebut Pasar Paylater

Paylater perbankan terus memperbesar pijakan di tengah perubahan kebiasaan masyarakat dalam bertransaksi.

Belibis Liar di Telaga Warna
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Belibis Liar di Telaga Warna

​Sebelum dekade 2000, daging itik tidak laku. Para pebisnis mencari cara agar itik jantan mereka jadi uang. 

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh
| Minggu, 16 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tak Sebatas di Layar, AI Mulai Menempel di Tubuh

Kecerdasan buatan (AI) mulai bergerak keluar dari layar ponsel, laptop, atau tablet ke perangkat yang melekat pada tubuh manusia.

INDEKS BERITA

Terpopuler