Mencari Saham-Saham yang Outperform di Rombongan IDX30

Senin, 29 Mei 2023 | 10:09 WIB
Mencari Saham-Saham yang Outperform di Rombongan IDX30
[ILUSTRASI. ANALISIS - ANALISIS - Parto Kawito, Direktur PT Infovesta Utama]
Parto Kawito | Direktur PT Infovesta Utama

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Beberapa hari terakhir, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedikit membaik. Perbaikan tersebut setelah jatuh dari titik tertingginya tahun ini di 6.945 yang dicapai pada 27 April 2023. Namun bila dilihat kinerja year to date (ytd) per 25 Mei 2023 saat artikel ini dibuat, kinerjanya masih -2,14%.

Sedangkan Indeks LQ45 memberikan gain sebesar 0,5% yang menunjukkan saham-saham berkapitalisasi besar berkinerja relatif lebih baik daripada saham-saham berkapitalisasi kecil.  

Seiring dengan masuknya investor asing di pasar saham sebesar Rp 18,77 triliun ytd. Dan sepekan  terakhir pembelian bersih  alias net buy sebesar Rp 1,74 triliun menunjukkan tren positif dan kepercayaan akan prospek pasar modal terutama di semester kedua tahun ini. 

Beberapa data makro lain seperti kepemilikan Surat Utang Negara (SUN) oleh asing juga meningkat menjadi Rp 829,64 triliun per 24 Mei 2023. Jumlah ini  meningkat sebesar 8,85% dibandingkan posisi akhir tahun sebesar Rp. 762,19 triliun.

Berangkat dari optimisme bahwa pasar saham akan membaik hingga akhir tahun ini, penulis mencoba  mencari saham yang berkinerja baik dan biasanya disukai investor asing. Seperti mempunyai kapitalisasi besar, likuid serta berfundamental baik. 

Baca Juga: Turun Sejak Awal Tahun, IDX Value30 Ada Potensi Bullish

Kali ini investment universe yang diselidiki adalah Indeks IDX30 agar mendapatkan saham yang lebih terseleksi. Untuk mencari saham berkinerja baik banyak caranya. Seperti melihat laporan keuangan, return, risiko atau tren grafik, prospek usaha dan lain-lain. 

Penulis mencoba pengamatan sederhana berangkat dari pertanyaan apakah ada saham-saham penghuni IDX30 yang return bulanannya mengalahkan IDX30 secara konsisten? 

Pengamatan menggunakan asumsi investor berinvestasi setiap awal bulan dan menjualnya pada setiap akhir bulan serta biaya broker dan dividen tidak dihitung. 

Selanjutnya dihitung rata-rata return bulanannya alias time weighted return setiap saham dibandingkan dengan return bulanan IDX30 sebagai benchmark.  

Tak lupa dihitung alternatif metode investasi lain yaitu bila mengunakan metode buy and hold atau beli dan pegang hingga akhir periode berapakah return akumulasinya? 

Periode pengamatan dari 1 Januari 2020 hingga 25 Mei 2023. Sehingga didapat 41 data return bulanan dengan catatan return bulan Mei 2023 hanya dihitung hingga 25 Mei 2023.

Baca Juga: IDX Growth30 Kedatangan 5 Saham Baru, Simak Rekomendasi Analis

Hasil pengamatan menunjukkan tidak ada satupun saham yang konsisten mengalahkan IDX30 setiap bulan.  Oleh sebab itu dicari saham yang paling sering mengalahkan IDX30 dan dihitung probabilitas menang. 

Hasilnya terlihat hanya untuk saham dengan probabilitas menang di atas atau sama dengan 75%. Emiten-emiten itu antara lain  KLBF (90% outperform), INDF (88%), BMRI (85%), BBCA (83%), AMRT (78%), BBNI (78%), MDKA (78%) dan ADRO (76%) serta  ASII (76%) lalu INCO (76%). 

Bila investor menghilangkan saham komoditas yang saat ini harganya turun, maka MDKA, ADRO dan INCO bisa dikesampingkan sehingga tersisa hanya tujuh saham. Ketujuhnya adalah KLBF, INDF, BMRI, BBCA, AMRT, BBNI dan ASII. 

Bila kita bentuk portofolio saham yang terdiri dari ketujuh saham ini dengan bobot yang sama (equal weighted). Maka return kumulatif dari portfolio tersebut selama periode 1 Januari 2020- sampai 25 Mei 2023 adalah 43,6% jauh melampaui kinerja IDX30 yang sebesar -11,5%. 

Memang return portofolio terdistorsi harga AMRT yang naik 209,1%  selama periode pengamatan. Jika kita hilangkan AMRT, hanya memilih enam saham saja, return portofolio menjadi 16,1% tetap jauh lebih superior dari IDX30.

Baca Juga: Sempat Ambles, Begini Rekomendasi Saham-Saham Penghuni IDX30

Kinerja IDX30 bisa kalah dari portofolio yang baru dibentuk, karena disumbang oleh anjloknya saham BUKA sebesar -81,42% dan GOTO -70.94% sejak penawaran saham perdana (IPO).

Adapun return bulanannya dengan metode time weighted return, lima saham dengan return bulanan terbesar berturut-turut: HRUM (3,93%), AMRT (2,79%), MDKA (2,52%) dan ANTM (2,07%) disusul ITMG (1,8%). Terlihat sektor komoditas batubara mendominasi return. Namun kemungkinan besar hal ini sulit terulang seiring menurunnya proyeksi harga komoditas tahun ini.

Jadi, apa kesimpulan dari pengamatan ini? Melihat kinerja historis yang cukup konsisten pada saham perbankan besar dan sektor konsumen maka tidak ada salahnya investor untuk mempertimbangkan serius alokasi asset ke sektor tersebut atau yang berkorelasi erat. 

Bobot investasi bisa menggunakan equal weighted untuk setiap saham di portofolio. Mengingat pembobotan semacam ini cenderung memberikan bobot kepada saham yang undervalue, selain itu terbukti hasilnya sangat baik. 

Namun investor tetap perlu meneliti prospek industri dan emiten ke depan. Mengingat data yang disajikan dalam pengamatan ini berdasarkan data historis yang belum tentu berulang.                

Bagikan

Berita Terbaru

Jalin Kerja Sama dengan Freeport, Pasokan Terjaga Bikin Prospek HRTA Mengilap
| Minggu, 27 September 2026 | 10:00 WIB

Jalin Kerja Sama dengan Freeport, Pasokan Terjaga Bikin Prospek HRTA Mengilap

Kenaikan harga emas dapat membuat nilai penjualan meningkat meskipun volume emas yang dijual dalam satuan gram tidak bertambah.

Bulan Oktober, Musim Hijau dengan Aturan Main Baru
| Minggu, 27 September 2026 | 07:20 WIB

Bulan Oktober, Musim Hijau dengan Aturan Main Baru

Namun data musiman adalah catatan sejarah, bukan jaminan. Ibarat prakiraan cuaca, ia membantu kita memutuskan perlu membawa payung atau tidak.

Simak Prospek ASLI yang Kini Dekat dengan Haji Isam, Sahamnya Sebulan Terbang 102%
| Minggu, 27 September 2026 | 06:48 WIB

Simak Prospek ASLI yang Kini Dekat dengan Haji Isam, Sahamnya Sebulan Terbang 102%

Beneficial owmner WKM adalah Hariono, orang yang memiliki hubungan dengan Haji Isam dan juga memiliki 1,09% saham di JARR dan 1,19% saham di PGUN.

Dekarbonisasi Dongkrak Efisiensi Operasional di SMGR
| Minggu, 27 September 2026 | 06:35 WIB

Dekarbonisasi Dongkrak Efisiensi Operasional di SMGR

SMGR menggenjot produksi semen yang lebih ramah lingkungan. Bagaimana dampaknya terhadap kinerja keuangan mereka?

Anabul Bisa Loh, Memberi Cuan untuk Kafe
| Minggu, 27 September 2026 | 06:35 WIB

Anabul Bisa Loh, Memberi Cuan untuk Kafe

Bisnis kafe tak lagi menawarkan kopi dan makanan, tetapi juga pengalaman bermain bersama hewan peliharaan yang ternyata

Anggaran Kebencanaan Disorot, Sistem Mitigasi Indonesia Perlu Dibenahi
| Minggu, 27 September 2026 | 06:29 WIB

Anggaran Kebencanaan Disorot, Sistem Mitigasi Indonesia Perlu Dibenahi

Mitigasi bencana ala Jepang mengajarkan bahwa keselamatan nyawa bukanlah urusan keberuntungan, melainkan buah dari perencanaan matang.

Intip Jurus Jitu Pabrik Tekstil Meraih Pendanaan Hijau
| Minggu, 27 September 2026 | 06:15 WIB

Intip Jurus Jitu Pabrik Tekstil Meraih Pendanaan Hijau

Di tengah sulitnya industri tekstil mengakses pendanaan, PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI) masih bisa mendapat pendanaan hijau. Bagaimana caranya?

 
Membuka Jalan Finansial bagi Nasabah Muda
| Minggu, 27 September 2026 | 06:15 WIB

Membuka Jalan Finansial bagi Nasabah Muda

Layanan perbankan bagi nasabah muda terus berkembang. Perbankan berupaya menjaga rekening tetap aktif seiring perubahan

Faktur Pajak atas Diskon
| Minggu, 27 September 2026 | 06:10 WIB

Faktur Pajak atas Diskon

Terdapat berbagai istilah transaksi dagang mulai dari diskon, fixed rebate, bonus, komisi, rafaksi dan lain sebagainya. Apa dampaknya ke pajak?

Menanti Cukai MBDK
| Minggu, 27 September 2026 | 06:05 WIB

Menanti Cukai MBDK

​Berdasar data Susenas 2024, sekitar 63,7 juta rumah tangga di Indonesia adalah konsumen minuman berpemanis dalam kemasan.

INDEKS BERITA

Terpopuler